Liga 1 Tanpa Suporter Tamu, Pengamat: Tragedi Kanjuruhan Tak Ada Suporter Tamu
ยทwaktu baca 2 menit

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berencana menggelar lanjutan Liga 1 musim 2023/2024 tanpa suporter tamu.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers di Stadion Manahan Solo pekan kemarin.
Adapun keputusan itu menurutnya dilandasi pada aspek keamanan pascatragedi Kanjuruhan. Pasalnya, saat ini FIFA masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan sepak bola Indonesia setelah tragedi Kanjuruhan yang memakan korban lebih dari 130 orang.
"Ini bertahap, jangan juga persepsi dari suporter seakan-akan kita tidak ingat, kita masih ada peristiwa Kanjuruhan yg menjadi paradigma negatif FIFA," kata Erick Thohir seperti dalam video yang diunggah PSSI, Minggu (4/6) silam.
Pengamat sepak bola yang juga guru besar di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Komarudin, mengatakan bahwa tragedi Kanjuruhan tak bisa jadi dasar PSSI mengeluarkan kebijakan Liga 1 tanpa suporter tamu.
Pasalnya, saat tragedi Kanjuruhan yang mempertemukan tuan rumah Arema Malang dan Persebaya, juga tidak dihadiri suporter tim tamu. Meski begitu, kerusuhan tetap terjadi hingga mengakibatkan tewasnya 130 lebih suporter.
"Peristiwa Kanjuruhan tidak bisa dijadikan dasar karena saat terjadi kerusuhan itu tidak ada suporter tim Persebaya sebagai tamu," kata Komarudin saat dihubungi, Jumat (9/6).
Dia juga berharap supaya PSSI tak mengambil keputusan yang ambigu dan membuat bingung pecinta sepak bola dengan selalu menjadikan tragedi Kanjuruhan sebagai kambing hitam tanpa melakukan upaya untuk memperbaiki tata kelola persepakbolaan nasional secara konkret.
"Seperti melakukan edukasi dan pembinaan yang masif, terstruktur, dan terprogram terhadap suporter, aparat, juga panpel (panitia pelaksana) tentang penyelenggaraan pertandingan sepak bola level kompetisi tertinggi di tanah air ini," lanjut Dekan FIK UNY itu.
PSSI maupun PT LIB menurut dia tidak bisa memukul rata seluruh pertandingan Liga 1 tanpa suporter tamu. Pertandingan tanpa kehadiran suporter tim tamu baru bisa dilakukan khusus terhadap antartim tertentu dengan basis data intelijen sebagai bentuk antisipasi terjadinya chaos dalam suatu pertandingan.
"Bukan digeneralisasi semua pertandingan harus diperlakukan sama," tegas Komarudin.
