Kumparan Logo
Konten Media Partner

Muhammadiyah Resmi Terdaftar sebagai Organisasi di Amerika, Apa Dampaknya?

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PCIM Amerika Serikat. Foto: Dok. Muhammadiyah.id
zoom-in-whitePerbesar
PCIM Amerika Serikat. Foto: Dok. Muhammadiyah.id

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Amerika Serikat (AS) telah terdaftar sebagai organisasi resmi di Amerika dengan nama Muhammadiyah USA Incorporated. Momentum ini membuat Muhammadiyah makin leluasa untuk melebarkan sayap di kancah internasional.

Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, mengatakan bahwa setelah mendapat pengakuan resmi dari pemerintah AS, langkah berikutnya Muhammadiyah akan fokus untuk memperkuat institusi misalnya dengan membangun kantor yang lebih representatif.

“Sehingga akan lebih memudahkan kegiatan kita di sana,” kata Muhammad Sayuti ketika dihubungi, Rabu (2/2).

kumparan post embed

Tak hanya sekadar mendirikan kantor, Muhammadiyah juga berencana untuk membangun amal-amal usaha seperti yang sudah dilakukan Muhammadiyah sejak lama seperti kampus dan rumah sakit. Dan salah satu tujuan jangka panjang yang jadi impian Muhammadiyah adalah mendirikan kampus atau perguruan tinggi di Amerika.

“Mimpi itu (mendirikan kampus) ada, tapi itu masih jangka panjang,” ujarnya.

Kantor pusat PP Muhammadiyah. Foto: Wikipedia

Mendirikan kampus, apalagi di Amerika menurutnya akan lebih sulit dibandingkan dengan mendirikan kampus di Indonesia. Sebab, Muhammadiyah tentu harus menyesuaikan standar dan berbagai regulasi yang berlaku di sana.

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) yang akan dikerahkan juga harus disiapkan matang-matang. Karena itu, meski sudah punya puluhan perguruan tinggi di Indonesia, namun Muhammadiyah masih butuh waktu lama untuk bisa mendirikan perguruan tinggi di Amerika.

“Kami pikir tidak perlu tergesa-gesa, daripada nanti malah kesannya asal mendirikan kampus jangan sampai malah mengorbankan kualitasnya,” lanjutnya.

kumparan post embed

Diakuinya Muhammadiyah secara resmi di AS menurutnya juga akan membuat Muhammadiyah makin bisa memperluas dan memperkuat kegiatannya, misalnya menarik dana umat atau fundraising, sebab untuk melakukan fundraising salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah sudah terdaftar sebagai organisasi resmi sehingga bisa diaudit secara berkala.

“Kita juga bisa melakukan berbagai kegiatan resmi di tempat-tempat tertentu sehingga memberikan keleluasaan untuk menyebarkan gagasan Muhammadiyah,” kata Muhammad Sayuti.

Setelah diakui secara resmi oleh otoritas Amerika, Muhammadiah telah mendirikan Lembaga Infak dan Shadaqah (ZIS) dengan nama TrustMu yang akan mengelola zakat secara profesional dan amanah. (Widi Erha Pradana / YK-1)