Kumparan Logo
Konten Media Partner

Perdana Digelar di Yogyakarta, INACRAFT Hadirkan 250 Perajin dan Buyer Global

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jajaran pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama penyelenggara memaparkan penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026 dalam konferensi pers di Pendopo Agung, Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Selasa (14/7). Foto: Ike Kirana.
zoom-in-whitePerbesar
Jajaran pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama penyelenggara memaparkan penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026 dalam konferensi pers di Pendopo Agung, Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Selasa (14/7). Foto: Ike Kirana.

Setelah 27 tahun rutin digelar di Jakarta, INACRAFT untuk pertama kalinya memperluas penyelenggaraannya ke Yogyakarta melalui INACRAFT Festival 2026. Festival yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) itu berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada 15–19 Juli 2026.

Penyelenggaraan perdana di Yogyakarta ini melengkapi agenda utama INACRAFT yang selama ini rutin digelar di Jakarta. Melalui format festival, ASEPHI memperluas jangkauan pameran dengan menghadirkan ruang pertemuan bagi pelaku industri kerajinan dari berbagai daerah dengan buyer, pemerintah, akademisi, komunitas kreatif, dan mitra industri.

Selama lima hari penyelenggaraan, INACRAFT Festival 2026 akan menghadirkan sekitar 400 booth yang diisi lebih dari 250 perajin dari berbagai daerah di Indonesia. Festival ini juga akan diikuti buyer internasional dari sekitar 10 negara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Uzbekistan, Australia, India, Jepang, dan Inggris.

Jajaran pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama penyelenggara memaparkan penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026 dalam konferensi pers di Pendopo Agung, Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Selasa (14/7). Foto: Ike Kirana.

Sekretaris Jenderal ASEPHI, Azis Bachtiar mengatakan INACRAFT Festival 2026 merupakan inisiatif baru yang tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, promosi, edukasi, dan pengembangan bisnis bagi industri kerajinan Indonesia.

"INACRAFT Festival 2026 merupakan inisiatif baru ASEPHI untuk menghadirkan sebuah platform yang tidak hanya berfokus pada pameran, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, promosi, edukasi, dan pengembangan bisnis bagi industri kerajinan Indonesia," ujarnya jarnya dalam konferensi pers di Pendopo Agung, Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurut Azis, melalui festival tersebut ASEPHI ingin memperkuat ekosistem industri kerajinan dengan mempertemukan pengrajin, UMKM, desainer, buyer, pemerintah, komunitas, akademisi, dan mitra industri dalam satu wadah. Festival ini juga diharapkan dapat memperluas akses pasar, membuka peluang kolaborasi baru, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Jajaran pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama penyelenggara memaparkan penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026 dalam konferensi pers di Pendopo Agung, Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Selasa (14/7). Foto: Ike Kirana.

Project Officer ASEPHI, Emrita LN Pratiwi mengatakan dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan didasarkan pada upaya memperluas partisipasi pelaku usaha dari berbagai daerah. Menurutnya, lokasi tersebut dinilai lebih mudah dijangkau oleh pengrajin dibandingkan penyelenggaraan di Jakarta.

"Kalau berpameran di sana itu sewanya mahal, kemudian transportasinya juga mahal. Kalau tidak difasilitasi oleh Pemda, oleh Kementerian, oleh BUMN, itu banyak yang enggak mampu," katanya.

Emrita mengatakan penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026 di Yogyakarta juga mengusung konsep yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya di Jakarta dengan memadukan unsur kerajinan, budaya, dan pariwisata.

"Konsepnya yang kita usung itu adalah culture, craft and tourism," ujarnya.

Untuk memperluas pemasaran produk kerajinan, ASEPHI menggandeng TikTok Shop dan Tokopedia dalam pelatihan live streaming bagi anggotanya. Organisasi tersebut juga akan menjalin kerja sama dengan Alibaba.com untuk memperkuat strategi pemasaran ekspor secara daring.

Jajaran pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama penyelenggara memaparkan penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026 dalam konferensi pers di Pendopo Agung, Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Selasa (14/7). Foto: Ike Kirana.

Dalam penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026, ASEPHI menggandeng PT FERACO sebagai event organizer. Direktur Utama PT FERACO, Ruslim mengatakan penyelenggara menargetkan kehadiran belasan ribu pengunjung yang terdiri atas buyer, pelaku industri, komunitas kreatif, akademisi, wisatawan, hingga masyarakat umum selama lima hari pelaksanaan festival.

"Kami menargetkan kehadiran belasan ribu pengunjung selama penyelenggaraan festival, yang terdiri dari buyer, pelaku industri, komunitas kreatif, akademisi, wisatawan, hingga masyarakat umum," katanya.

Selain menjadi ajang promosi dan transaksi produk kerajinan, INACRAFT Festival 2026 juga menyediakan booth tanpa biaya bagi sekitar 15 pelaku usaha muda serta ruang khusus bagi pelaku usaha penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi dan mendorong regenerasi pelaku industri kerajinan di Indonesia.