Kumparan Logo
Konten Media Partner

Peringati Maulid, Difabel di Bantul Nikahi Kekasihnya dengan Mahar Selawat Nabi

Pandangan Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang penyandang disabilitas di Bantul menikahi kekasihnya dengan mahar Selawat Nabi Muhammad SAW. Foto: Fortais Kapanewon Sewon
zoom-in-whitePerbesar
Seorang penyandang disabilitas di Bantul menikahi kekasihnya dengan mahar Selawat Nabi Muhammad SAW. Foto: Fortais Kapanewon Sewon

Pemuda yang merupakan penyandang disabilitas tunanetra di Sewon, Bantul, Yasin Maulana Nur Jamil, 25 tahun, akhirnya menikahi pujaan hatinya, Qoirun Nissa, 21 tahun.

Dengan mahar Selawat Nabi Muhammad SAW, Yasin resmi menikahi Nissa pada Minggu (8/10) kemarin.

Keduanya menikah dalam acara "Nikah Uniq Sewu Shalawat" yang diselenggarakan oleh Forum Ta'aruf Indonesia (FORTAIS) Kapanewon Sewon, Bantul.

"Kegiatan ini adalah yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia juga belum ada," kata Ketua FORTAIS Kapanewon Sewon, Ryan Budi Nuryanto, saat dihubungi pada Senin (9/10).

"Karena bukan hanya maharnya membaca Selawat Nabi Muhammad SAW, tapi prosesinya juga berlangsung unik, sepasang pengantin naik dua gerobak hias dan dikirab di Jalan Parangtritis," lanjutnya.

Seorang penyandang disabilitas di Bantul menikahi kekasihnya dengan mahar Selawat Nabi Muhammad SAW. Foto: Fortais Kapanewon Sewon

Pernikahan unik ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada 28 Oktober mendatang.

"Karena yang menikah adalah pasangan muda, jadi ini juga dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda," ujarnya.

Prosesi pernikahan ini diawali dengan arak-arakan kirab pengantin yang menaiki dua gerobak hias. Mereka ditarik oleh pemuda Masjid Shohibul Iman menuju lokasi ijab kabul di Musala Nurul Muttaqin yang jaraknya sekitar 1 kilometer.

Barisan depan diisi oleh cucuk lampah Bergada Baraja dan puluhan peserta kirab dengan membawa serah-serahan berbagai bentuk ketahanan pangan, seperti, beras, bumbu-bumbu dapur, jajan pasar, dan sebagainya.

"Karena sekarang kita sedang menghadapi masa paceklik, harapannya ini juga bisa membantu pengantin baru ini," kata dia.

Seorang penyandang disabilitas di Bantul menikahi kekasihnya dengan mahar Selawat Nabi Muhammad SAW. Foto: Fortais Kapanewon Sewon

Tak pelak, prosesi pernikahan tersebut pun menarik perhatian masyarakat yang melintasi Jalan Parangtritis.

Saat tiba di lokasi ijab kabul, rombongan pengantin disambut oleh alunan hadroh Malam Jumat Bangi dan dilanjutkan dengan prosesi pasrah pengantin. Proses ijab kabul dipimpin oleh Kepala KUA Sewon dengan saksi nikah tokoh masyarakat setempat.

Yasin dan Nissa akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri dengan mahar Selawat Nabi Muhammad SAW.

Pernikahan ini menurut Ryan menjadi bukti bahwa masalah ekonomi mestinya tak menghambat seseorang untuk menikah. Sebelumnya, ayah Yasin yang juga seorang tunanetra juga menikah melalui program nikah gratis yang diselenggarakan FORTAIS tersebut.

"Jangan sampai keterbatasan itu menghalangi niat suci mereka untuk menikah. Dengan kekuatan cinta bisa saling berbagi dan mengisi, karena kekuatan dan masa depan suatu bangsa sangat dipengaruhi kekuatan keluarga," kata Ryan.