Siswa Disebut Kena Bully, Muhammadiyah Jamin Kondisi Psikologi Siswa Baik
·waktu baca 2 menit

Pihak Muhammadiyah menyatakan kondisi psikologi siswa yang belum melunasi biaya sekolah telah tertangani secara baik dan dapat mengikuti ujian. Kasus tersebut mencuat karena adanya miskomunikasi sehingga beredar kabar siswa dilarang ikut ujian.
Hal ini disampaikan dalam jumpa pers pihak sekolah dan Muhammadiyah, Rabu (15/6), merespons kabar adanya lima siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan, Bantul, dilarang ujian karena belum melunasi biaya sekolah.
“Ada miskomunikasi antara sekolah dan siswa sehingga timbulkan ketidaknyamanan. Masalah ini telah dikomunikasikan dengan baik,” kata Achmad Muhammad, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengan Pengurus Wilayah Muhammadiyah DIY.
Sebelumnya pihak orang tua menyatakan keberatan karena nama-nama siswa yang belum melunasi biaya diumumkan di grup Whatsapp. Siswa disebut mengalami perundungan hingga mengalami trauma.
Atas kondisi itu, pihak Muhammadiyah menjamin bahwa siswa dalam kondisi psikologi yang baik. Selama ini, pihak sekolah berupaya menjalin komunikasi terbuka dengan orang tua.
“Sekolah sudah berusaha berkomunikasi dengan orang tua/ wali murid menunaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam berkontribusi pembiayaan sekolah di berbagai kesempatan pertemuan secara periodik secara komunikatif dan transparan,” kata dia.
Achmad menjamin, seluruh siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan Bantul tetap diberikan pelayanan pendidikan.
“Sekolah swasta yang diselenggarakan masyarakat memerlukan partisipasi masyarakat yang dalam hal ini menjadi tanggungjawab orangtua/wali murid dengan tetap memperhatikan batas kemampuan masing-masing,” paparnya.
Menurut Achmad, pihak Majelis dan Lembaga Muhammadiyah seperti Lazismu Muhammadiyah juga telah berupaya menggenapi akses ketersediaan dana melalui Dinas Dikpora Bantul dan Dinas Sosial. “Ini untuk membantu kesulitan orangtua wali murid berkontribusi dalam pembiayaan sekolah,” kata dia.
Kepala SMP Muhammadiyah Banguntapan Bantul, Riyanto, menyatakan memohon maaf atas ketidaknyamanan informasi yang mencuat di media massa soal kabar pelarangan siswa mengikuti ujian karena soal biaya.
“SMP Muhamamdiyah Banguntapan Bantul berkomitmen membantu menyelesaikan administrasi keuangan siswa,” ujarnya.
Totok Sudarto, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bantul yang membidangi pendidikan, menambahkan, di tengah proses penyelesaian administrasi pembiayaan, sekolah tetap memberikan akses dan layanan pendidikan ke siswa.
“Sekolah juga tetap berkomunikasi kepada beberapa orang tua dan wali murid yang terkendala dengan penyelesaian administrasi keuangan,” kata dia.
Namun di tengah proses komunikasi dan penyelesaian itu, berita telanjur mencuat.
“Belum tuntasnya proses komunikasi antara pihak sekolah dan beberapa orangtua/wali murid juga komunikasi pemerintah kepada pihak sekolah atas laporan itu tiba-tiba pemberitaan telah menyebar. Ini sangat disayangkan, sebelum seluruhnya diklarifikasi secara komprehensif kepada sekolah dan Muhammadiyah,” paparnya. (akh)
