Muhammadiyah Bantah Siswa SMP di Bantul Disuruh Ujian di Luar Kelas
ยทwaktu baca 2 menit

Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) Achmad Muhammad memberikan klarifikasi terkait kasus 5 siswa yang tak boleh ikut ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT) karena belum melunasi uang masuk sekolah.
PWM DIY pun membantah soal informasi bahwa ada satu siswa yang harus ujian di luar kelas karena belum melunasi uang masuk sekolah.
"Kehadiran siswa tersebut pada saat ujian sudah hampir selesai. Ketika harus disatukan dengan ruang kelas itu, kan, justru nanti anak tersebut minder, yang lain sudah selesai dia sendirian. Maka diberikan ruang tersendiri, tidak ada maksud mendiskriminasi," kata Achmad dalam jumpa pers di Gedung PWM DIY di Bantul, Rabu (15/6).
Achmad mengatakan langkah itu justru menyelamatkan psikologis anak karena agar tidak terpengaruh teman yang lain yang sudah menyelesaikan ujian.
"Dan diberi waktu tambahan misal 60 menit, ya, sama tetap 60 menit sehingga tidak sisa 10 menit terus terburu-buru dan seterusnya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad juga menegaskan bahwa tidak ada larangan kepada 5 siswa itu untuk mengikuti ujian. Komunikasi antara sekolah dengan orang tua soal administrasi menurutnya tidak berpengaruh pada pendidikan anak.
"Tidak ada larangan untuk mengikuti ujian itu, tidak ada larangan. Ketika pengumuman disampaikan harapannya ada komunikasi timbal balik komunikasi orang tua bagaimana menyelesaikannya bersama," katanya.
"Tidak ada di sekolah Muhammadiyah, swasta atau negeri, larangan dan menutup akses pendidikan, itu tentu tidak tepat," tegasnya.
Para siswa tersebut, menurut Achmad, sudah kembali bersekolah dan melaksanakan ujian. Dia memastikan para siswa ini tidak akan mendapatkan tekanan baik dari pihak sekolah maupun oleh siswa lainnya.
Di sisi lain, PWM DIY juga akan melakukan evaluasi dengan memperbaiki komunikasi sekolah kepada orang tua siswa. Harapannya kesalahan komunikasi ini tidak kembali terjadi.
"Terkadang di lapangan kendala teknis bagaimana komunikasi itu dibangun itu yang ke depan kita tata lagi," pungkasnya.
