Timnas Sepak Bola Indonesia Juara SEA Games, Apakah Cuma Faktor Bejo?
·waktu baca 3 menit

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri akhirnya berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan SEA Games 2023 setelah menunggu selama 32 tahun. Timnas Indonesia berhasil menyudahi perlawanan Thailand dengan skor 5-2 setelah melewati berbagai drama panas selama 120 menit.
Kemenangan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Namun, di sisi lain tidak sedikit juga yang berkomentar bahwa kemenangan Timnas Indonesia ini lebih dikarenakan oleh faktor keberuntungan semata.
Guru Besar sekaligus dosen Permainan Sepak Bola dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Komarudin, mengatakan bahwa secara keseluruhan Timnas Indonesia memang layak menjuarai cabang olahraga sepak bola di SEA Games tahun ini. Dalam laga final melawan Thailand, menurutnya Timnas Indonesia juga unggul hampir dari segala sisi.
"Menurut saya bukan karena keberuntungan, tapi lemang menunjukkan fakta riil kalau kita layak menang dalam pertandingan final tersebut," kata Dekan Fakultas Vokasi UNY itu, Kamis (18/5).
"Secara fisik, taktik, dan mental kita lebih unggul dari Thailand dalam final kemarin," lanjutnya.
Dia berharap, kemenangan ini menjadi awal dari kebangkitan sepak bola Indonesia untuk bisa lebih baik ke depan. Euforia kemenangan ini menurutnya juga jangan terlalu lama, sebab Indonesia juga perlu waspada dengan kebangkitan sepak bola negara-negara Asia Tenggara lain.
"Kita harus meningkatkan target kita, tidak lagi di tingkat Asia Tenggara, tapi level di atasnya seperti Asia. Karena bisa jadi negara-negara seperti Thailand dan Vietnam sudah melakukan hal itu lebih dulu," ujar Komarudin.
Hal yang sama disampaikan oleh Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus pengamat sepak bola yang kini menjabat sebagai Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Olahraga Muhammadiyah, Fajar Junaedi.
Menurutnya, bagaimanapun prestasi Timnas Indonesia dalam cabang sepak bola perlu dan patut untuk diapresiasi. Apalagi jika melihat jalannya pertandingan, terlihat para pemain Timnas Indonesia menunjukkan permainan yang solid dan determinasi yang tinggi.
“Jadi menurut saya ini buah dari proses pembinaan panjang, bukan karena faktor keberuntungan,” kata Fajar Junaedi saat dihubungi, Kamis (18/5).
Hal ini menurutnya dapat dilihat dari banyaknya pemain dalam skuat Timnas Indonesia yang merupakan jebolan dari program Elite Pro Academy (EPA). EPA sendiri merupakan sistem liga sepak bola kelompok usia yang dikelola, diselenggarakan, dan dikendalikan oleh PSSI.
Di sisi lain, prestasi ini menurutnya juga menunjukkan pentingnya pembinaan talenta atlet sepak bola melalui kompetisi yang berjenjang.
“Maka menjadi penting untuk menyempurnakan pembinaan sepak bola melalui kompetisi yang berjenjang,” ujarnya.
Kompetisi yang berjenjang dan dikelola dengan baik menurut dia akan berdampak pada meningkatnya prestasi sepak bola nasional, terutama prestasi Timnas.
“Ini mulai dari kompetisi kelompok umur sampai profesional,” lanjutnya.
Meski demikian, kemenangan ini menurutnya jangan sampai membuat Timnas Indonesia merasa puas dan terlena. Apalagi, tahun depan Indonesia akan berlaga di Piala Asia. Di kompetisi Asia, tentu Indonesia akan bertemu dengan lawan-lawan yang jauh lebih berat ketimbang di level Asia Tenggara, sehingga pembinaan secara kontinyu harus terus dilakukan supaya Indonesia paling tidak bisa memberikan perlawanan dalam kompetisi tersebut.
“Yang penting adalah melakukan pembinaan yang kontinyu, sehingga bisa memberikan perlawanan di level Asia. Jangan ada lagi tur-tur yang tidak perlu seperti yang pernah terjadi,” tegas Fajar Junaedi.
