Ultah ke-2 Ndalem Poenakawan, Ruang Perjumpaan Utama Segala Kalangan di Yogya
·waktu baca 4 menit

Ndalem Poenakawan, sebuah kafe dan restoran heritage yang didirikan oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi bersama beberapa koleganya, merayakan ulang tahun ke-2 pada Jumat (29/9) malam lalu.
Perayaan ultah yang berlangsung di taman belakang restoran tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, pengusaha, politisi, dan sejumlah pelanggan dari kalangan pemuda dan musisi.
Saat memberikan sambutan pembuka sebelum memotong tumpeng ultah, GKR Mangkubumi mengatakan kehadiran Ndalem Poenakawan terutama adalah untuk menjaga kelestarian bangunan heritage dan makanan-makanan tradisional Yogyakarta.
“Mohon masukan makanan enak apa nggak, pokoknya lokal semua ya makanannya. Kami minta restu Bapak Ibu yang hadir untuk kami, karena kami di sini juga menjaga kawasan heritage,” kata GKR Mangkubumi.
Ndalem Poenakawan menempati sebuah bangunan yang sangat bersejarah bagi perkembangan tata pemerintahan di Yogyakarta. Tempat yang berada di Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 71 tersebut dulu bernama Gedung Punokawan di mana pada 1952 secara resmi digunakan sebagai kantor Walikota Kota Yogyakarta.
Sebelumnya, sejak 1945 Walikota Yogya masih berkantor di bangunan milik Kraton Yogya yakni di Sasono Hinggil Dwi Abad Alun-alun Keraton Yogyakarta.
Di Yogyakarta, banyak kalangan terutama kalangan warga senior Yogya sampai saat ini masih menyebut bangunan Ndalem Poenakawan ini sebagai Balai Kota meski sejak akhir 1970-an, Walikota sudah berkantor di Balai Kota yang baru yang berada di Jalan Kenari, Umbulharjo.
Malam itu, GKR Mangkubumi memberikan tiga potong tumpeng dimana potongan pertama diberikan kepada PJ Walikota Yogya, Singgih Raharjo.
Tumpeng kedua dan ketiga berturut diberikan kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi dan Dirreskrimum Polda DIY kini diduduki oleh Kombes Pol FX Endriadi yang mewakili Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, yang datang terlambat karena masih menghadiri acara lain.
PJ Walikota Yogya, Singgih Raharjo dalam ucapan selamat ultahnya mengatakan sebagaimana sejarah gedung dan kawasan Ndalem Poenakawan ini, kehadirannya bukan hanya tentang kuliner namun sejatinya ini adalah ruang perjumpaan utama di Yogyakarta untuk berbagai kalangan.
“Saya kira begitu Gusti. Ini ruang perjumpaan utama. Dimana ruang perjumpaan ini akan mempertemukan banyak orang. Hobi makan, hobi diskusi, politik, ngerumpi, saya kira Gusti sudah memberikan fasilitas yang sangat lengkap.”
“Dan inilah tempat di tengah kota yang selalu akan melestarikan bangunan dan nilai-nilainya. Mari kita jaga untuk saling bertemu berbagai kepentingan apapun bisa didiskusikan di sini,” papar PJ Walikota.
Adapun Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menggambarkan bahwa usia 2 tahun kalau anak-anak memang sudah bisa jalan tapi belum kencang sekali. Tapi Poenakawan sudah sangat luar biasa. Poenakawan telah menjadi ruang ketemu, melting pot penting dari berbagai pihak di Yogyakarta.
“Ini ruang berbagi, saling mengedukasi atau salin belajar antara pengelola dan para tamunya. Semoga semangat wirausaha dan UMKM akan terus muncul dari ruang Poenakawan,” kata Siwi.
Perayaan ulang tahun pada Jumat (29/9) malam itu dihadiri oleh seratusan orang dan selain potong tumpeng, acara diisi dengan doorprize dan penampilan band yang selama ini sering menjadi pengisi acara di Ndalem Poenakawan.
Irsyad Tamrin, salah satu pendiri Ndalem Poenakawan yang juga kolega GKR Mangkubumi, mengaku bersyukur melewati tahun kedua kafe dan restoran ini.
Dan sebagaimana niatan awal pendiriannya, Poenakawan kini telah menjadi ruang bertemu bagi banyak kalangan di Yogyakarta. Tak hanya kalangan politik dan pemerintahan, banyak pebisnis di Yogya yang kini menjadikan Ndalem Poenakawan sebagai tempat bertemu.
“Bahkan anak-anak Startup, perintis perusahaan teknologi di Yogya pun pernah berkumpul di sini. Kami berharap ide yang bagus untuk perkembangan Yogyakarta bisa disemai dan dikembangkan di Ndalem Poenakawan,” kata Irsyad.
Untuk minuman, selain aneka kopi, Poenakawan juga menyediakan aneka kopi dan jus juga menyediakan wedang setup khas Yogyakarta. Untuk makanan, Nasi Goreng Poenakawan dan Nasgor Roa menjadi menu andalan selain aneka olahan Sop Buntut.
Ndalem Poenakawan buka dari Pukul 08.00 WIB sampai Pukul 23.00 WIB.
