Arti Apatis, Jenis, dan Penyebabnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti apatis menurut Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI adalah acuh tidak acuh, tidak peduli, dan masa bodoh. Maksudnya, apatis adalah sikap tak peduli dengan yang terjadi di sekitarnya.
Apatis bisa diartikan sederhana seperti di atas, tapi bisa juga berarti bagian dari masalah kesehatan mental. Simak penjelasan selengkapnya mengenai apatis di bawah ini.
Apa yang Dimaksud dengan Apatis?
Asal kata apatis diadaptasi dari bahasa Latin, yaitu apathes yang berarti tanpa perasaan.
Dalam jurnal Reasons for Political Interest and Apathy Among University Students: A Qualitative Study karya Ahmed dkk, Solmitz menjelaskan arti apatis adalah ketidakpedulian individu di mana seseorang tidak memiliki minat atau tidak adanya perhatian terhadap aspek-aspek tertentu seperti kehidupan sosial maupun aspek fisik dan emosional.
Apatis tidak sama dengan depresi, meskipun sulit untuk membedakan kedua kondisi ini. Apatis juga bukan kesedihan atau kemarahan. Sebaliknya, apatis artinya tidak merasakan apa-apa.
Baca Juga: Mengenal Gangguan Depresi Mayor serta Cara Mengatasinya
Hal-hal yang dulu membuat bahagia tidak lagi menarik. Orang apatis juga tidak lagi merasa termotivasi untuk mencapai tujuan hidupnya.
Kebanyakan orang mengalami perasaan apatis dari waktu ke waktu, terutama pada saat stres. Tetapi sikap apatis yang terus-menerus dapat memengaruhi kesejahteraan hidup secara keseluruhan.
Mengutip dari WebMD, sikap apatis bisa menjadi gejala masalah kesehatan mental, penyakit Parkinson, atau penyakit Alzheimer.
Jenis-jenis Apatis
Dalam jurnal Distinct Subtypes of Apathy Revealed by the Apathy Motivation Index (2017) yang disusunYuen-Siang Ang dkk, dijelaskan bahwa terdapat tiga subtipe sikap apatis yang berbeda. Berikut ulasannya:
Perilaku apatis: Seseorang cenderung tidak merasa termotivasi untuk melakukan aktivitas yang dibebankan padanya, seperti tugas sekolah atau tugas kerja.
Sikap apatis sosial: Seseorang cenderung tidak terlibat dengan orang lain atau menunjukkan ketertarikan pada perasaan orang lain.
Apatis emosional: Seseorang memiliki sedikit sekali emosi. Orang itu juga mungkin merasa acuh tak acuh terhadap hal-hal yang terjadi dalam hidupnya, dan mungkin tidak peduli jika dirinya melakukan atau mengatakan sesuatu yang membuat orang lain kesal.
Baca Juga: Arti Anxiety Disorder dan Jenis-jenisnya
Penyebab Apatis
Mengutip dari Healthline, apatis mungkin tidak selalu memiliki penyebab yang jelas, tetapi biasanya terjadi sebagai gejala dari kondisi neurologis dan kejiwaan tertentu, seperti:
Penyakit Alzheimer
Depresi mayor
Depresi persisten (kronis), juga disebut dysthymia
Skizofrenia
Demensia frontotemporal
Penyakit Huntington
Penyakit Parkinson
Kelumpuhan supranuklear progresif
Stroke
Demensia vaskular
Para ahli percaya bahwa disfungsi di area tertentu di otak dapat menyebabkan sikap apatis. Penelitian berjudul Dysthymia and Apathy: Diagnosis and Treatment (2011) oleh Junko Ishizaki dan Masaru Mimura mengaitkan lesi di lobus frontal otak dengan gejala apatis.
Baru-baru ini, para peneliti telah menemukan bukti untuk menghubungkan sikap apatis ke dua wilayah otak utama, korteks cingulate anterior dorsal dan striatum ventral, bersama dengan wilayah otak depan dan tengah lainnya.
Sikap apatis juga bisa terjadi sebagai respons terhadap keadaan traumatis dan kelelahan secara emosional atau stres.
Itulah penjelasan mengenai apatis. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apakah apatis dan depresi itu sama?

Apakah apatis dan depresi itu sama?
Apatis tidak sama dengan depresi, meskipun sulit untuk membedakan kedua kondisi ini. Apatis juga bukan kesedihan atau kemarahan. Sebaliknya, apatis artinya tidak merasakan apa-apa.
Apa itu apatis emosional?

Apa itu apatis emosional?
Apatis emosional: Seseorang memiliki sedikit sekali emosi. Orang itu juga mungkin merasa acuh tak acuh terhadap hal-hal yang terjadi dalam hidupnya, dan mungkin tidak peduli jika dirinya melakukan atau mengatakan sesuatu yang membuat orang lain kesal.
Kenapa orang bisa apatis?

Kenapa orang bisa apatis?
Sikap apatis juga bisa terjadi sebagai respons terhadap keadaan traumatis dan kelelahan secara emosional atau stres.
