Konten dari Pengguna

Arti Be Yourself dan Cara Menjadi Diri Sendiri

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti Be Yourself. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Arti Be Yourself. Foto: Unsplash

Istilah bahasa Inggris "be yourself" sangat sering diucapkan orang-orang. Namun, arti be yourself sebenarnya apa?

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, be yourself secara literal berarti "jadilah dirimu sendiri". Kalimat ini adalah ajakan untuk menerima diri sendiri dan tidak menutup-nutupi jati diri.

Sulit untuk menjadi diri sendiri di era sekarang ini. Namun, sulit bukan berarti mustahil. Simak penjelasan selengkapnya mengenai arti be yourself di bawah ini.

Makna Be Yourself

Makna Be Yourself. Foto: Unsplash

Be yourself sebuah kampanye yang positif dan didukung banyak orang. Namun, banyak yang salah paham dengan makna be yourself sebenarnya.

Be yourself bukan sekadar menyangkal atau menerima begitu saja kekurangan diri, namun kamu harus menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri.

Dikutip dari Psychology Today, "be yourself" tidak berlaku untuk karakteristik insidental atau sifat sementara manusia. Be yourself berlaku untuk identitas inti seorang manusia.

Dr. Rettenberg mengemukakan contoh seorang pengangguran yang mengatakan, "Saya menganggur, terimalah saya apa adanya."

Menjadi pengangguran bukanlah bagian dari jati diri seseorang. Pengangguran bisa jadi karena gejala ekonomi yang buruk, atau cerminan dari sifat-sifat yang buruk.

Jika seseorang menganggur karena sifat yang buruk, maka orang tersebut perlu memperbaiki dirinya sendiri, dan bukan meminta orang lain menerimanya apa adanya.

Baca Juga: Arti Mood Booster dan Contoh Aktivitasnya

Cara Menerapkan Prinsip Be Yourself

Cara Menerapkan Prinsip Be Yourself. Foto: Unsplash

Berikut beberapa cara menjadi diri sendiri yang bisa kamu terapkan mulai sekarang.

1. Refleksi

Refleksi berguna untuk mengenal diri sendiri dan mengeksplorasi pengalaman atau keputusan yang paling membentuk dirimu.

Kamu dapat memulai refleksi dengan membuat jurnal dan merenungkan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa saja titik balik penting dalam hidup saya, dan bagaimana hal itu mengubah saya?

  • Apa hal yang paling membahagiakan dalam hidup saya?

  • Pada saat apa saya merasa tidak jujur pada diri sendiri?

2. Habiskan Waktu dengan Diri Sendiri

Hubunganmu dengan diri sendiri adalah satu-satunya hubungan yang penting dalam hidupmu. Jadi, kamu perlu menginvestasikan perhatian dan waktu untuk diri sendiri.

Luangkan waktu secara teratur untuk menghabiskan waktu berkualitas sendirian. Kamu bisa melakukan journaling, membuat kerajinan, hingga melakukan perawatan diri.

3. Stop Mengkritik Diri Sendiri

Mengutip dari Social Self, orang yang lebih ramah dan tidak terlalu kritis terhadap diri sendiri ternyata merasa lebih autentik dalam berinteraksi dan mereka merasa lebih bahagia.

Menghabiskan banyak waktu untuk mendengarkan kritik batinmu bisa melelahkan dan toxic. Berusahalah untuk mengurangi waktu, energi, dan perhatianmu kepada kritik.

Baca Juga: Arti Anxiety Disorder dan Jenis-jenisnya

4. Hadapi Ketakutan akan Penolakan

Kebanyakan orang ingin menghindari penolakan, tetapi terlalu fokus pada risiko penolakan dapat membuatmu tidak bahagia. Ketakutan akan penolakan membuatmu fokus pada apa yang diinginkan orang lain, sehingga kamu sulit untuk tetap jadi diri sendiri.

Kamu dapat menghadapi ketakutanmu akan penolakan secara langsung dengan:

  • Tidak melihat wajah orang untuk mencari isyarat penolakan saat kamu berbicara.

  • Tidak perlu meniru apa yang orang lain katakan atau lakukan.

  • Mengatakan apa yang kamu pikirkan atau yakini, bahkan ketika kamu tidak yakin orang lain setuju denganmu.

Nah, itulah penjelasan mengenai be yourself. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat, ya!

(DEL)