Arti Insom, Jenis-jenis, dan Penyebabnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Insom adalah singkatan dari insomnia. Arti insom menurut KBBI adalah keadaan tidak dapat tidur karena gangguan jiwa.
Namun, secara umum istilah insom tidak hanya merujuk pada gangguan jiwa. Insom juga sering digunakan untuk menggambarkan situasi gangguan tidur di malam hari. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai insom.
Pengertian Insom
Mengutip dari situs Sleep Foundation, insomnia adalah gangguan tidur yang mempengaruhi sebanyak 35% orang dewasa. Insomnia ditandai dengan sulit tertidur sepanjang malam, dan tidur selama yang diinginkan di pagi hari.
Meski begitu, tidak semua insomnia itu sama. Setiap orang dapat mengalami kondisi insomnia dengan cara yang berbeda. Variasi insomnia berbeda berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, dan pengaruh kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Bagi sebagian orang, insomnia hanya merupakan ketidaknyamanan kecil. Namun bagi sebagian lainnya, insomnia bisa menjadi gangguan besar.
Pada dasarnya, tubuh manusia membutuhkan tidur karena berbagai alasan. Para ahli mengetahui bahwa jika manusia kurang tidur, hal ini dapat membuat seseorang menjadi tidak dapat "berfungsi" dengan baik.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Insomnia Parah dengan Ampuh
Jenis-jenis Insomnia
Insomnia dapat diklasifikasikan berdasarkan durasi, yakni:
Akut, insomnia adalah masalah jangka pendek.
Kronis, insomnia dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Dokter juga mengklasifikasikan insomnia berdasarkan penyebabnya:
Primer, insomnia merupakan masalah tersendiri.
Sekunder, insomnia adalah akibat dari masalah kesehatan lain.
Selain itu, insomnia diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan:
Insomnia ringan, melibatkan kurang tidur yang menyebabkan kelelahan.
Insomnia sedang, dapat mempengaruhi fungsi sehari-hari.
Insomnia parah, berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari.
Dokter juga mempertimbangkan faktor lain saat mengidentifikasi jenis insomnia, termasuk apakah orang tersebut selalu bangun terlalu pagi atau mengalami masalah:
Mudah tertidur
Susah bangun
Mendapatkan tidur yang menyegarkan
Penyebab Insomnia
Mengutip dari Cleveland Clinic, para ahli sebenarnya belum sepenuhnya mengetahui penyebab terjadinya insomnia, namun kondisi ini dapat melibatkan banyak faktor.
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau berkontribusi pada insomnia.
Riwayat keluarga (genetika): Ciri dan kondisi tidur, termasuk insomnia, tampaknya diturunkan dalam keluarga.
Perbedaan aktivitas otak: Orang dengan insomnia mungkin memiliki otak yang lebih aktif atau perbedaan kimia otak yang memengaruhi kemampuan mereka untuk tidur.
Kondisi medis: Kesehatan fisik dapat memengaruhi kemampuan tidur seseorang. Misalnya, ketika mengalami cedera atau penyakit asam lambung. Kondisi yang memengaruhi ritme sirkadian, jam tidur/bangun alami tubuh, juga merupakan salah satu faktornya.
Kondisi kesehatan mental: Sekitar separuh penderita insomnia kronis juga memiliki setidaknya satu kondisi kesehatan mental lainnya, seperti anxiety atau depresi.
Keadaan hidup: Keadaan hidup yang penuh stres atau sulit belum tentu menyebabkan insomnia, namun sangat mungkin berkontribusi.
Perubahan hidup: Perubahan singkat atau sementara seringkali menjadi faktor, seperti jet lag, tidur di tempat asing, atau penyesuaian dengan jadwal kerja baru (terutama kerja shift).
Kebiasaan dan rutinitas: Kebiasaan tidur dapat menyebabkan insomnia. Ini termasuk apakah kamu tidur siang atau tidak, kapan kamu akan tidur, apakah dan kapan kamu mengonsumsi kafein, dan kebiasaan lainnya.
(DEL)
