Arti Tunas Kelapa dalam Pramuka dan Sejarahnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tunas kelapa adalah lambang Pramuka yang diperkenalkan secara resmi sejak 14 Agustus 1961. Kemudian, ;ambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.
Nah, kamu sudah tahu arti tunas kelapa dalam Pramuka belum? Pemilihan tunas kelapa tentunya bukan tanpa makna. Di bawah ini akan dijelaskan makna tunas kelapa sebagai lambang Pramuka.
Makna Tunas Kelapa
Dikutip dari buku Panduan Wajib Pramuka Superlengkap (2016), tunas kelapa digunakan di berbagai perlengkapan Gerakan Pramuka, seperti bendera, panji, papan nama kwartir atau satuan, hingga tanda pengenal administrasi gerakan Pramuka.
Adapun arti tunas kelapa sebagai lambang Pramuka dilampirkan dalam SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 006/KN/72 Tahun 1972. Berikut ini penjelasan maknanya.
Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia, berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia
Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat di mana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni yang mulia dan jujur dan ia tetap tegak tidak mudah diombangambingkan oleh sesuatu.
Melambangkan bahwa tekad dan keyakinan tiap Pramuka mempunyai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, adalah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.
Baca Juga: Arti Jambore, Jenis-jenis, dan Sejarahnya
Sejarah Penetapan Lambang Tunas Kelapa
Dikutip dari laman Kwartis Nasional, ide tunas kelapa sebagai lambang Pramuka dicetuskan oleh Soenardjo Atmodipoerwo. Beliau lahir di Blora pada 29 Februari 1909.
Ia merupakan seorang pembina pramuka dan pegawai dari Departemen Pertanian pada era Soekarno.
Mengutip dari situs pramuka.or.id, tunas kelapa sebagai lambang pramuka ditetapkan dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII Pasal 120. Momen tersebut juga bertepatan dengan penganugerahan Panji Kepramukaan oleh Presiden Soekarno.
Soenardjo Atmodipoerwo tutup usia pada 31 Mei 1979 dan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Barat.
(DEL)
