Konten dari Pengguna

Arti UMR, Sejarah, Dampaknya pada Pekerja serta Perekonomian

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti UMR. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti UMR. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Upah Minimum Regional, atau yang lebih dikenal dengan singkatan UMR, adalah standar upah minimum yang diatur oleh pemerintah dalam suatu wilayah atau daerah tertentu.

UMR ditetapkan dengan tujuan untuk melindungi pekerja dengan memberikan upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makan, pakaian, dan tempat tinggal.

UMR juga bertujuan untuk memastikan adanya persaingan yang sehat antara perusahaan dalam suatu wilayah, sehingga tidak terjadi penurunan upah yang berpotensi merugikan pekerja.

Sejarah UMR di Indonesia

Pada awalnya, UMR bertujuan untuk mengatasi permasalahan upah yang rendah dan eksploitasi tenaga kerja. Foto: Pramata/Shutterstock

Di Indonesia, sistem UMR pertama kali diperkenalkan pada tahun 1974 melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 13 Tahun 1974. UMR ini diberlakukan secara nasional, dan setiap provinsi diwajibkan untuk menetapkan tingkat UMR sesuai dengan kebutuhan ekonomi setempat. Pada awalnya, UMR bertujuan untuk mengatasi permasalahan upah yang rendah dan eksploitasi tenaga kerja.

UMR memiliki beberapa fungsi penting dalam konteks pekerjaan dan ekonomi. Fungsi-fungsi ini mencakup:

  1. Melindungi Pekerja UMR bertujuan utama untuk melindungi pekerja dengan memberikan mereka upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ini termasuk makanan, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Dengan adanya UMR, pekerja diharapkan tidak akan dieksploitasi oleh pengusaha yang mungkin mencoba membayar upah yang sangat rendah.

  2. Mendorong Keadilan Sosial UMR juga merupakan alat untuk mencapai tujuan keadilan sosial dalam pembangunan ekonomi. Ini membantu mengurangi kesenjangan upah antara pekerja berpendidikan rendah dan tinggi serta antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

  3. Meningkatkan Produktivitas UMR yang layak dapat meningkatkan motivasi pekerja dan produktivitas. Ketika pekerja merasa bahwa mereka mendapatkan upah yang adil, mereka cenderung lebih bersemangat dalam bekerja dan berkontribusi lebih besar terhadap perkembangan perusahaan.

Baca juga: Mengenal UMP beserta Perbedaannya dengan UMR dan UMK

Dampak UMR terhadap Pekerja

UMR memiliki dampak yang signifikan terhadap pekerja dalam berbagai aspek. Foto: Getty Images

UMR memiliki dampak yang signifikan terhadap pekerja dalam berbagai aspek. UMR dapat memberikan manfaat yang besar bagi pekerja dengan meningkatkan standar hidup mereka.

UMR membantu mengurangi kemiskinan pekerja dan keluarga mereka, memberikan akses yang lebih baik ke pendidikan dan layanan kesehatan, serta meningkatkan stabilitas ekonomi rumah tangga. UMR berperan dalam mengurangi ketidaksetaraan upah antara pekerja dengan berbagai tingkat keterampilan dan pengalaman.

Meski demikian ada beberapa dampak negatif dari UMR. Salah satu dampak negatif yang disebutkannya adalah potensi pengurangan jumlah pekerjaan, terutama di sektor-sektor dengan profit margin yang rendah.

Dalam beberapa kasus, pengusaha mungkin terpaksa mengurangi jumlah pekerja atau menunda rencana perekrutan baru karena beban upah yang lebih tinggi.

Baca juga: 10 UMR Terendah di Indonesia Berdasarkan Daerahnya

Dampak UMR terhadap Ekonomi

Dalam pandangan ekonomi, UMR juga memiliki dampak yang kompleks terhadap ekonomi suatu wilayah. Ini termasuk pengaruh terhadap inflasi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.

UMR dapat mempengaruhi tingkat inflasi di wilayah tersebut. Jika UMR dinaikkan secara signifikan, hal ini dapat mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa, yang pada gilirannya dapat mengurangi daya beli masyarakat.

Namun, dampak inflasi ini dapat dikelola dengan bijak oleh otoritas ekonomi dan kebijakan moneter. Dalam hal investasi, UMR dapat memengaruhi keputusan perusahaan untuk berinvestasi di suatu wilayah.

Pengusaha mungkin akan lebih cenderung berinvestasi di wilayah dengan UMR yang stabil dan tidak terlalu tinggi. Namun, UMR yang layak dapat meningkatkan produktivitas pekerja dan pada akhirnya dapat menguntungkan bagi perusahaan.

(APS)