Memahami Arti Assassin, Kelompok Teror Beraliran Ismailiyah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah kamu bahwa fenomena teror bom bunuh diri bukan hal yang baru lagi. Aksi teror ini pernah dilakukan sekelompok Assassin pada abad 11 hingga 13 silam.
Arti assassin menurut Cambridge Dictionary adalah seseorang yang membunuh orang terkenal atau penting, biasanya karena alasan politik atau dengan imbalan uang.
Namun, itu terminologi assassin secara umum. Penjelasan selengkapnya mengenai arti assassin ada di bawah ini.
Pengertian Assassin
Mengutip Merriam Webster, assassin adalah seorang anggota sekte Muslim Syiah yang pada saat Perang Salib dikirim dalam misi bunuh diri untuk membunuh musuh-musuh terkemuka.
Istilah assassin berasal dari bahasa Arab hashishi (jamak: hashishiyya, hashishin), yang berarti "Pencandu Ganja". Nama ini diberikan oleh pasukan salib terhadap kelompok militan dari Nizari Ismaili yang eksis pada kurun 1090-1275.
Pemimpin pertama gerakan Assassin adalah Hassan bin Sabbah. Hassan bin Sabbah merupakan propagandis Syiah beraliran Ismailiyah yang berasal dari Suriah.
Pada tahun 479 H/1086 Masehi, dia berangkat ke Mesir saat Mesir dikuasai Daulah Fatimiyah yang bermazhab Syiah. Kemudian dia menuju ke Persia (Iran) dengan membawa misi atas nama Nizar untuk menyebarkan paham Syiah beraliran Ismailiyah.
Nizar merupakan penganut paham Syiah Ismailiyah yang berambisi menjadi Pemimpin Daulah Fatimiyah. Nama "Ismailiyah" dinisbatkan pada putra Imam Ja’far Shadiq. Menurut paham mereka, setelah Imam Ja’far Shadiq yang menjadi Imam adalah Ismail.
Eksistensi Assassin akhirnya hancur saat Mongol menginvasi Persia. Menurut catatan sejarawan Persia era Mongol Rasyiduddin, Hassan bin Sabbah menghabiskan sisa hidupnya di Puri Alamut dengan membaca buku, menulis risalah dakwah, serta menjalankan hidup zuhud.
Baca Juga: Arti Radikal dan Bedanya dengan Radikalisme
Misi Assassin
Setiap orang yang ingin bergabung dengan kelompok Assassin akan dikumpulkan di sebuah taman. Mereka dihidangkan minuman anggur, susu, madu, dan gadis cantik. Setelah itu mereka diberikan ganja.
Mereka didoktrin akan memiliki hidangan surga seperti itu jika bersedia menjadi pengikut Assassin yang setia.
Misi Assassin senantiasa erat dengan gerakan terorisme dan mereka bertujuan menghancurkan musuh dengan cara membunuh tokoh-tokoh kunci politik.
Anggota gerakan Assassin akan menyusup ke kalangan musuh-musuhnya. Ketika mereka sampai pada posisi aman, mereka segera membunuh sasaran dengan menggunakan belati. Mereka juga menggunakan tutup muka dalam melaksanakan teror dan tugas pembunuhan.
Di antara sejumlah korban pembunuhan sekte Assassin adalah sebagai berikut:
Gubernur Dinasti Bani Saljuk di Turki bernama Nizam al-Muluk
Al-Musta’li (penguasa Daulah Fatimiyah) yang membunuh Nizar.
Dua orang Khalifah Dinasti Abbasiyah di Irak
Raja Yerusalem bernama Conrad dari Montferrat.
Ratusan ribu tokoh politik lainnya di dunia Islam.
Salah satu target Assassin yang berhasil lolos dari rencana pembunuhan adalah Salahuddin Al-Ayubi. Sementara musuh-musuh Assassin yang lain cenderung memilih berkompromi.
Hal ini karena perkampungan Assassin berpusat di Persia Utara dan Suriah. Ini tidak memungkinkan mereka untuk diserang karena kecerdikan mereka memantau situasi.
(DEL)
