Konten dari Pengguna

Pengertian Konflik Sosial, Penyebab, dan Contohnya di Indonesia

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Konflik Sosial. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian Konflik Sosial. Foto: Unsplash

Pengertian konflik sosial dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI adalah percekcokan, perselisihan, dan pertentangan. Adapun arti konflik sendiri adalah proses antara dua orang atau lebih, yang berusaha saling menyingkirkan atau menghancurkan.

Konflik sosial mencakup percekcokan antar individu, hingga kelompok. Simak penjelasan selengkapnya mengenai konflik sosial di bawah ini.

Arti Konflik Sosial

Ilustrasi Konflik Sosial. Foto: Unsplash

Konflik berasal dari bahasa latin, yakni configere yang berarti memikul. Adapun konflik sosial adalah ketegangan, ketidaksepakatan, dan pertentangan antara individu atau kelompok yang memiliki kepentingan atau nilai yang berbeda.

Mengutip buku Konflik Sosial di Lampung Tengah oleh Suhairi dan kawan-kawan, konflik sosial biasanya berlangsung dalam waktu tertentu dapat menyebabkan dampak yang cukup luas di masyarakat.

Dampak tersebut adalah situasi yang tidak aman. Selain itu, dapat mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional.

Baca Juga: Pengertian Stereotip dalam Sosiologi beserta Penyebab, dan Efeknya

Konflik sosial tidak selamanya terjadi dalam skala besar. Konflik sosial juga bisa terjadi dalam skala kecil, seperti konflik antara individu di dalam keluarga.

Konflik sosial juga bisa terjadi karena ketidakadilan sosial, kesenjangan, atau ketidakseimbangan kekuasaan di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Penyebab Terjadinya Konflik Sosial

Penyebab Terjadinya Konflik Sosial. Foto: Unsplash

Menurut Marx, konflik dalam masyarakat disebabkan adanya hak manusia atas sumber-sumber tersebut, khususnya mengenai kekuasaan.

Baca Juga: Mengenal 4 Teori Konflik Menurut Para Ahli

Ketidaksamaan ini tercipta karena konflik kepentingan antara yang memiliki dan yang tidak memiliki kekuasaan. Simak lebih lanjut mengenai penyebab konflik sosial yang dirangkum dari buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Sosial oleh Tim Ganesha Operation berikut.

1. Perbedaan Antarindividu atau Kelompok

Konflik sosial dapat terjadi ketika antarindividu atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda dan saling bertentangan. Contohnya, perbedaan pandangan tentang penggunaan lahan yang sama.

2. Perbedaan Kebudayaan di Masyarakat

Penyebab konflik sosial juga bisa karena dua kelompok memiliki perbedaan budaya yang signifikan. Mereka pun saling bertentangan satu sama lain. Contohnya, perbedaan adat istiadat yang mengakibatkan konflik.

3. Adanya Perbedaan Kepentingan

Konflik sosial juga bisa terjadi karena terdapat nilai-nilai dan kepentingan yang berbeda dan saling bertentangan di dalam masyarakat. Contohnya, perbedaan pandangan tentang hak-hak individu.

4. Terjadinya Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial merupakan salah satu faktor umum terjadinya konflik sosial di masyarakat. Contohnya, ketidakadilan dalam pembagian kekayaan dan kesempatan kerja.

5. Adanya Tindak Kekerasan

Tindak kekerasan yang dilakukan suatu kelompok kepada kelompok lain juga dapat menyebabkan konflik sosial. Contohnya, ketika kelompok mayoritas menindas kelompok minoritas.

Contoh Konflik Sosial di Indonesia

Contoh Konflik Sosial di Indonesia. Foto: Unsplash

Konflik sosial sudah sering terjadi di Indonesia, berikut beberapa contohnya.

1. Kasus Tragedi Mei 1998

Pada peristiwa Tragedi Mei 1998 di Jakarta, sebanyak 1.217 orang meninggal, 85 orang diperkosa dan 70.000 orang mengungsi. Kejadian ini berlangsung selama 3 hari, mulai dari 13-15 Mei 1998.

Pemicu kejadian ini adalah karena sejumlah aktivis diculik. Kemudian terjadi penembakan terhadap mahasiswa Trisakti. Kebanyakan etnis Tionghoa menjadi sasaran kemarahan pada peristiwa ini.

Kerugian materi dari kejadian ini diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun.

2. Kasus Maluku dan Maluku Utara

Konflik sosial antara Maluku dan Maluku Utara ini terjadi sepanjang tahun 1999-2002. Total warga yang meninggal akibat kerusuhan ini mencapai angka 8.000-9.000 orang dan 70.000 orang lainnya mengungsi.

Kerugian materi dalam kasus ini adalah 29.000 rumah terbakar, 7.046 rusak termasuk 46 masjid, 47 gereja, 719 toko, dan 38 gedung pemerintah.

3. Kasus Konflik Sampit

Konflik Sampit adalah kerusuhan antar-etnis yang terjadi di Sampit pada awal Februari 2001, dan puncak konfliknya selama 10 hari. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura.

Tercatat 469 orang meninggal dan 108.000 orang mengungsi. Kerugian materi sebanyak 192 rumah dibakar dan 784 lainnya rusak, 16 mobil dan 43 sepeda motor juga hancur.

Itulah penjelasan mengenai konflik sosial dan contohnya di Indonesia. Semoga pemaparan di atas dapat bermanfaat, ya!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Apa contoh konflik sosial di Indonesia?
chevron-down

Pada peristiwa Tragedi Mei 1998 di Jakarta, sebanyak 1.217 orang meninggal, 85 orang diperkosa dan 70.000 orang mengungsi. Kejadian ini berlangsung selama 3 hari, mulai dari 13-15 Mei 1998.

Apa contoh konflik antar individu?
chevron-down

Contohnya, perbedaan pandangan tentang penggunaan lahan yang sama.

Apa dampak konflik sosial?
chevron-down

Dampak tersebut adalah situasi yang tidak aman. Selain itu, dapat mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional.