Pengertian Majas Personifikasi, Ciri, dan Contohnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu majas yang sering digunakan adalah personifikasi. Lantas, apa pengertian majas personafikasi?
Personifikasi adalah majas yang memberikan atribut atau karakteristik manusia kepada benda mati, hewan, atau konsep abstrak. Dengan kata lain, personifikasi memberi sifat-sifat manusia pada entitas yang sebenarnya tidak memiliki sifat-sifat tersebut.
Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pengertian, ciri-ciri, dan memberikan beberapa contoh personifikasi dalam berbagai konteks.
Pengertian Majas Personifikasi
Majas adalah alat retorika yang digunakan dalam sastra untuk mempercantik bahasa, memberikan kesan yang lebih dalam, serta menyampaikan pesan dengan cara yang lebih menarik dan kreatif.
Ada banyak jenis majas yang sering digunakan, salah satunya adalah majas personifikasi.
Dikutip dari buku Mega Book Pelajaran SD/MI Kelas IV, V, & VI karya Tim Guru Eduka, majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia.
Personifikasi berasal dari bahasa Latin "persona" yang berarti "masker" atau "peran". Majas ini mengambil prinsip bahwa benda mati atau konsep abstrak diperlakukan seolah-olah memiliki pikiran, perasaan, atau tindakan seperti manusia.
Tujuan utama personifikasi adalah untuk memperkaya makna dan memberikan dimensi emosional yang lebih dalam pada tulisan atau pembicaraan.
Ciri-ciri Majas Personifikasi
Ciri utama dari personifikasi adalah pemberian atribut atau sifat-sifat manusia kepada benda non-manusia. Contohnya, memberikan kata-kata seperti "berbicara," "merenung," atau "menangis" pada benda mati atau hewan.
Personifikasi sering digunakan untuk meningkatkan nilai emosional suatu teks. Dengan memberikan emosi manusia pada benda mati, pembaca atau pendengar akan lebih mudah terhubung dengan isi dan pesan yang ingin disampaikan.
Dengan merinci tindakan atau perasaan yang dapat dihubungkan dengan manusia, personifikasi membantu pembaca membayangkan situasi atau objek dengan lebih jelas dan kuat.
Selain itu, ciri lainnya adalah benda-benda yang diberi personifikasi cenderung terasa lebih hidup dan berarti dalam konteks narasi atau puisi.
Contoh Majas Personifikasi
Agar lebih mudah memahami majas personifikasi, simak contohnya di bawah ini:
"Angin bertiup lembut sambil merayu daun-daun agar jatuh ke tanah." Di sini, angin diberikan sifat merayu seperti manusia.
"Matahari tersenyum cerah di atas langit biru." Matahari dianggap sedang tersenyum, yang merupakan sifat manusia.
"Waktu terus berjalan tanpa kenal lelah." Pemberian sifat tanpa kenal lelah pada waktu adalah contoh personifikasi.
"Samudra mengguncang tubuh pantai dengan gemuruhnya." Kata "gemuruhnya" memberikan karakteristik manusia pada suara samudra.
"Bunga melambaikan tangkainya kepada pengunjung yang lewat." Bunga dianggap sedang melambaikan tangan seperti manusia.
"Cinta datang dan mengetuk pintu hatiku." Mengetuk pintu adalah tindakan manusia yang diberikan pada konsep abstrak cinta.
"Hujan turun dengan lembut, seolah-olah mencurahkan belas kasihnya." Pemberian sifat mencurahkan belas kasih pada hujan adalah contoh personifikasi.
Majas personifikasi menghadirkan keindahan dan kekayaan dalam bahasa sastra, memberikan dimensi baru pada benda-benda dan konsep-konsep yang mungkin sebelumnya terasa statis.
Dengan menghidupkan benda mati dan memberikan ciri-ciri manusia padanya, personifikasi memberikan pengalaman membaca atau mendengarkan yang lebih mendalam dan bermakna.
(SAI)
