Konten dari Pengguna

Pengertian Makruh, Jenis, dan Contohnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian makruh adalah salah satu konsep penting dalam agama Islam yang perlu dipahami oleh umat muslim. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian makruh adalah salah satu konsep penting dalam agama Islam yang perlu dipahami oleh umat muslim. Foto: Pexels.com

Pengertian makruh adalah salah satu konsep penting dalam agama Islam yang perlu dipahami oleh umat muslim.

Istilah ini sering digunakan dalam konteks hukum Islam (fiqh) untuk merujuk kepada perbuatan-perbuatan yang dihindari atau dilarang dalam agama, meskipun tidak seberat dosa-dosa besar seperti dosa besar (haram).

Dalam artikel ini, kita akan mengulas lebih dalam tentang pengertian makruh dalam Islam, mengungkap makna dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Makruh

Dalam konteks Islam, makruh merujuk kepada perbuatan atau tindakan yang tidak disukai atau dilarang oleh agama. Foto: Pexels.com

Makruh (مكروه) adalah kata dalam bahasa Arab yang berasal dari akar dan berarti "tidak disukai" atau "dilarang."

Dalam konteks Islam, makruh merujuk kepada perbuatan atau tindakan yang tidak disukai atau dilarang oleh agama, namun tidak berdampak seberat dosa besar seperti yang dianggap haram.

Dikutip dari buku Dialog Antar Mazhab karya Asmaji Muchtar, menurut Mazhab Syafii, makruh adalah sesuatu yang diperintahkan Allah untuk ditinggalkan tetapi bukan wajib.

Jenis-jenis Makruh

Ada dua jenis makruh dalam Islam:

a. Makruh Tahrimi

Makruh tahrimi adalah jenis makruh yang lebih dekat dengan haram. Meskipun perbuatan ini tidak sepenuhnya dilarang, melakukannya dianggap sangat tidak diinginkan, dan seseorang dapat mendapatkan dosa jika melakukan perbuatan ini secara terus-menerus.

Contoh makruh tahrimi adalah makan dengan tangan kiri atau berbicara saat Adzan sedang dikumandangkan.

b. Makruh Tanzih

Makruh tanzih adalah jenis makruh yang lebih ringan. Melakukan perbuatan makruh tanzih tidak akan mengakibatkan dosa, tetapi dihindari karena bertentangan dengan tata krama dan nilai-nilai Islam.

Contohnya adalah tidur menghadap kiblat, yang sebaiknya dihindari, tetapi tidak memicu dosa.

Contoh Perbuatan Makruh

Penting untuk diingat bahwa sifat makruh berbeda dengan dosa besar. Foto: Pexels.com

Berikut adalah beberapa contoh perbuatan makruh dalam Islam:

  1. Makan dengan Tangan Kiri: Makan dengan tangan kiri dianggap makruh karena tangan kanan dianggap bersih dan lebih pantas digunakan untuk makan. Namun, makan dengan tangan kiri bukanlah dosa besar.

  2. Berbicara saat Adzan: Berbicara saat Adzan (panggilan shalat) sedang dikumandangkan dianggap tidak diinginkan karena Adzan adalah panggilan untuk beribadah. Menghindari berbicara pada saat ini adalah tindakan menghormati panggilan tersebut.

  3. Tidur Menghadap Kiblat: Meskipun tidur menghadap kiblat bukanlah dosa besar, namun ini dihindari agar ruang tidur tetap dianggap suci dan dihormati sebagai tempat beristirahat.

  4. Memotong Kuku dan Rambut di Malam Jumat: Memotong kuku dan rambut di malam Jumat dianggap tidak disarankan karena dianggap mengganggu persiapan untuk shalat Jumat, yang merupakan ibadah penting dalam Islam.

  5. Mendengarkan Musik yang Haram: Meskipun mendengarkan musik secara umum tidak dianggap haram, mendengarkan musik yang berisi lirik atau konten yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dapat dianggap makruh.

  6. Berbicara saat Membaca Al-Quran: Ketika membaca Al-Quran, sebaiknya dihindari berbicara tentang hal-hal yang tidak berkaitan dengan bacaan Al-Quran. Ini adalah tindakan menghormati kitab suci.

  7. Mengabaikan Kewajiban Sosial dan Keluarga: Meskipun tidak dianggap dosa besar, mengabaikan tanggung jawab sosial, seperti merawat keluarga atau membantu sesama, dapat dianggap makruh karena melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan sosial dalam Islam.

Penting untuk diingat bahwa sifat makruh berbeda dengan dosa besar (haram), dan keputusan untuk menghindari perbuatan makruh dapat bervariasi dalam praktik individu dan budaya.

Meskipun tidak setara dengan dosa besar, menghindari perbuatan makruh adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dan pengembangan kesadaran moral. Dengan memahami dan menghormati konsep ini, umat Islam dapat menjalani kehidupan yang lebih Islami dan bermakna.

(SAI)