Konten dari Pengguna

Pengertian Merkantilisme, Sejarah, dan Dampaknya pada Ekonomi Global

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian merkantilisme. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian merkantilisme. Foto: Reuters

Merkantilisme adalah sebuah doktrin ekonomi yang mendominasi pandangan ekonomi Eropa dari abad ke-16 hingga abad ke-18. Konsep ini sangat berpengaruh dalam membentuk kebijakan ekonomi negara-negara Eropa pada masa itu.

Artikel ini akan menjelaskan pengertian merkantilisme, sejarahnya, prinsip-prinsip utamanya, dan dampaknya terhadap perkembangan ekonomi global.

Sejarah Merkantilisme: Akar dan Perkembangannya

Merkantilisme berasal dari kata "mercantilisme" dalam bahasa Prancis, yang berarti "merkantil" atau "perdagangan.". Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Merkantilisme berasal dari kata "mercantilisme" dalam bahasa Prancis, yang berarti "merkantil" atau "perdagangan." Doktrin ini pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Inggris bernama Thomas Mun.

Namun, pemikiran-pemikiran merkantilisme telah ada sejak abad ke-16 ketika negara-negara Eropa mulai mengejar kolonialisme dan imperialisme.

Baca juga: Tujuan Sistem Ekonomi Merkantilisme pada Kolonialisme

Prinsip-prinsip Utama Merkantilisme

Ada sejumlah prinsip utama dari merkantilisme, yakni:

1. Perdagangan Ekspor Lebih Besar dari Impor (Trade Surplus)

Prinsip utama merkantilisme adalah mendorong negara untuk menjalankan perdagangan ekspor yang lebih besar dari impor. Hal ini dianggap sebagai cara untuk mengakumulasi kekayaan dan kekuatan ekonomi.

Menurut ekonom John Maynard Keynes, merkantilisme adalah suatu sistem kebijakan di mana negara berusaha untuk menciptakan surplus perdagangan dengan cara apapun.

2. Pengumpulan Emas dan Perak

Merkantilisme mengedepankan pengumpulan emas dan perak sebagai indikator kekayaan negara. Foto: Shutter Stock

Merkantilisme mengedepankan pengumpulan emas dan perak sebagai indikator kekayaan negara. Emas dan perak dianggap sebagai sumber daya yang berharga yang harus diakumulasi melalui perdagangan internasional.

3. Proteksionisme

Merkantilisme menganjurkan perlindungan terhadap industri nasional dengan menerapkan tarif impor yang tinggi dan hambatan perdagangan lainnya. Tujuannya adalah untuk mendorong produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada barang impor.

4. Kolonialisme dan Imperialisme

Negara-negara merkantilis berusaha untuk mendirikan koloni di berbagai belahan dunia untuk mengamankan sumber daya alam yang berlimpah. Koloni dianggap sebagai sumber daya yang dapat meningkatkan kekayaan negara.

Baca juga: Cara Investasi Emas, Pengertian, dan Bentuk-bentuknya

5. Monopoli dan Perusahaan Dagang

Merkantilisme seringkali melibatkan perusahaan dagang yang mendapatkan monopoli atas perdagangan dengan koloni-koloni. Contoh yang terkenal adalah British East India Company yang memiliki monopoli perdagangan dengan India.

Dampak Merkantilisme Terhadap Ekonomi Global

Merkantilisme memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi global. Dalam jangka pendek, pendekatan proteksionis merkantilisme dapat melindungi industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja. Namun, dalam jangka panjang, kebijakan-kebijakan ini dapat menghambat inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Merkantilisme juga berperan penting dalam pembentukan ekonomi dunia modern. Kontes kekuatan antara negara-negara merkantilis, seperti Inggris dan Prancis, sering kali memicu konflik internasional dan perang. Selain itu, kolonialisme yang dikejar oleh negara-negara merkantilis telah mengubah struktur ekonomi di berbagai belahan dunia dan menghasilkan pertukaran budaya yang mendalam.

Merkantilisme adalah doktrin ekonomi yang memengaruhi perkembangan ekonomi dan politik selama berabad-abad. Prinsip-prinsip utamanya, seperti perdagangan ekspor lebih besar dari impor dan pengumpulan emas dan perak, membentuk dasar bagi banyak kebijakan ekonomi negara-negara Eropa pada masa lalu.

Meskipun telah lama digantikan oleh teori-teori ekonomi yang lebih modern, merkantilisme tetap memiliki tempat penting dalam sejarah ekonomi global.

(APS)