Konten dari Pengguna

Pengertian Najis, Jenis, dan Cara Membersihkan

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Najis. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian Najis. Foto: Pexels

Pengertian najis dalam Islam adalah sesuatu yang dianggap kotor atau tidak suci. Setiap muslim wajib menyucikan diri dari najis jika hendak melaksanakan salat atau ibadah lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu najis. Ada banyak jenis najis dalam Islam. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini, ya.

Apa yang Dimaksud dengan Najis?

Apa yang Dimaksud dengan Najis. Foto: Pexels

Kata najis berasal dari bahasa Arab ﺔﺳﺎﺠّﻨﻟا yang artinya kotoran. Menurut Isnawati, Lc., MA dalam buku Najis yang Dimaafkan dijelaskan pengertian najis sebagai sesuatu yang dapat menghalangi keabsasan sesuatu perbuatan, dapat memengaruhi ibadah hingga akad muamalah seseorang.

Dalam buku Riyadhul Badi’ah, para alim ulama yang ahli di bidang fiqih juga mendefinisikan najis sebagai segala sesuatu yang kotor serta dapat mencegah keabsahan salat (membatalkan salat).

Al Malikiyah sendiri mendefinisikan najis sebagai sifat hukum suatu benda yang mengharuskan seseorang tercegah dari suatu kebolehan melakukan salat bila terkena atau berada di dalamnya.

Dari sejumlah pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa najis adalah kotoran yang menempel pada tubuh, tempat, maupun pakaian dan menyebabkan batalnya ibadah yang kita lakukan, contohnya salat.

Oleh karena najis dapat menyebabkan ibadah salat batal, maka Islam mewajibkan muslim untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum melakukan ibadah.

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah Swt. dalam Al-Quran surat Al Muddatstsir ayat 4.

“Dan bersihkanlah pakaianmu!”

Kewajiban membersihkan najis juga diperjelas dalam surat Al Baqarah ayat 222.

“Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Tingkatan Najis dan Cara Membersihkan

Tingkatan Najis dan Cara Membersihkan. Foto: Pexels

Menurut fiqih, ada tiga jenis najis dalam Islam yang dikelompokkan berdasarkan tingkatannya. Berikut penjelasan selengkapnya!

1. Najis Mukhaffafah

Najis Mukhaffafah adalah najis ringan. Contohnya, air kencing bayi laki-laki yang berusia kurang dari 2 tahun, dan bayi tersebut hanya meminum air susu ibu, belum mengonsumsi makanan jenis lainnya.

Contoh lainnya adalah madzi (air yang keluar dari lubang kemaluan akibat rangsangan) yang keluar tanpa memuncrat.

Baca Juga: Apakah Kencing Kucing Najis? Ini Penjelasannya Berdasarkan Dalil

Adapun cara membersihkan najis mukhaffafah adalah sebagai berikut:

  • Percikan air ke area tubuh, pakaian, atau tempat yang terkena najis mukhaffafah. Air harus lebih banyak dibandingkan najisnya.

  • Apabila yang terkena najis mukhaffafah adalah anggota tubuh dan hanya sedikit, bisa disucikan dengan berwudhu. Namun, jika yang terkena najis banyak, maka Islam menganjurkan untuk mandi dan memakai sabun agar najis tersebut benar-benar hilang.

2. Najis Mutawassithah

Najis Mutawassithah adalah najis sedang. Contohnya, segala sesuatu yang keluar dari qubul dan dubur manusia atau binatang (terkecuali air mani).

Contoh lainnya adalah khamr atau minuman keras dan susu hewan dari binatang yang tidak halal untuk dikonsumsi. Bangkai makhluk hidup (kecuali bangkai manusia, ikan, dan belalang) juga digolongkan sebagai najis mutawassithah.

Najis mutawassithah dibedakan kembali menjadi dua jenis, yaitu:

  • Najis ‘Ainiyah, najis yang masih ada wujudnya. Contohnya, air kencing yang masih terlihat dengan jelas wujud dan baunya. Cara membersihkannya adalah dengan tiga kali mencuci menggunakan air lalu ditutup dengan menyiram lebih banyak pada bagian yang terkena najis.

  • Najis Hukmiyah, najis yang tidak bisa dilihat rupanya, tidak berbau, dan tidak ada rasa. Contohnya, air kencing bayi yang telah mengering sehingga tidak meninggalkan bekas apa pun. Cara membersihkannya cukup menggunakan air mengalir dengan volume yang lebih besar daripada najis tersebut.

3. Najis Mughalladah

Najis mughalladah merupakan najis berat. Contohnya adalah anjing, babi, dan darah. Apabila bagian tubuh atau pakaian tersentuh oleh babi, terkena air liur dari anjing, atau terkena darah baik secara sengaja atau pun tidak disengaja, maka itu termasuk dari najis berat.

Baca Juga: Apakah Darah Nyamuk Najis? Ini Penjelasan dan Cara Menyucikannya

Cara untuk membersihkan najis besar adalah dengan membasuh bagian yang terkena najis sebanyak tujuh kali. Salah satu dari ketujuh basuhan tersebut harus menggunakan air yang tercampur dengan debu atau tanah, lalu disusul dengan membasuhnya menggunakan air.

Namun, sebelum dibersihkan menggunakan air, najis mughalladah yang mengenai tubuh atau pakaian harus benar-benar hilang wujudnya terlebih dahulu.

Nah, itulah penjelasan mengenai najis. Semoga penjelasan di atas bermanfaat, ya!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Apa contoh najis ringan?
chevron-down

Contoh lainnya adalah madzi (air yang keluar dari lubang kemaluan akibat rangsangan) yang keluar tanpa memuncrat.

Apa contoh najis sedang?
chevron-down

Contohnya, segala sesuatu yang keluar dari qubul dan dubur manusia atau binatang (terkecuali air mani).

Bagaimana cara membersihkan najis besar?
chevron-down

Cara untuk membersihkan najis besar adalah dengan membasuh bagian yang terkena najis sebanyak tujuh kali. Salah satu dari ketujuh basuhan tersebut harus menggunakan air yang tercampur dengan debu atau tanah, lalu disusul dengan membasuhnya menggunakan air.