Pengertian Wawancara, Jenis dan Teknik yang Efektif

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wawancara adalah salah satu metode yang digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam penelitian. Metode ini menjadi penting karena dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang suatu topik atau subjek yang sedang diselidiki.
Dalam konteks penelitian, wawancara adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dari partisipan atau narasumber dengan tujuan memahami, menjelaskan, atau menggali informasi yang relevan.
Artikel ini akan menjelaskan pengertian wawancara, tujuan, jenis-jenis, tahapan dalam proses wawancara, teknik-teknik yang efektif, serta manfaatnya dalam berbagai konteks.
Pengertian Wawancara
Wawancara adalah sebuah proses komunikasi yang dilakukan antara seorang pewawancara dan seorang narasumber atau partisipan. Prosedur wawancara melibatkan pertanyaan dan jawaban, di mana pewawancara mengajukan pertanyaan kepada narasumber dan narasumber memberikan tanggapan atau jawaban atas pertanyaan tersebut.
Wawancara menjadi salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam berbagai konteks, termasuk penelitian ilmiah, jurnalisme, seleksi pekerjaan, dan banyak lagi.
Wawancara adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif dengan cara berkomunikasi langsung antara pewawancara dan narasumber, yang bertujuan untuk mendapatkan wawasan yang mendalam tentang topik yang sedang diselidiki.
Baca juga: Pengertian dan Manfaat dari Kegiatan Wawancara, serta Jenisnya
Tujuan dan Manfaat Wawancara
Wawancara memiliki berbagai tujuan dan manfaat tergantung pada konteksnya. Beberapa tujuan umum dari wawancara adalah:
Mendapatkan Informasi Mendalam: Wawancara memungkinkan peneliti atau pewawancara untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang subjek yang sedang diselidiki.
Memahami Pengalaman Subjek: Wawancara dapat digunakan untuk memahami pengalaman, pandangan, dan perasaan subjek terkait dengan topik tertentu.
Memvalidasi Data: Dalam penelitian, wawancara dapat digunakan untuk memvalidasi data yang telah dikumpulkan dari sumber lain, seperti survei atau observasi.
Menurut Dr. Jane Lewis dalam bukunya Research Methods in Social Sciences, manfaat dari wawancara adalah memungkinkan peneliti untuk mendapatkan perspektif yang lebih dalam tentang subjek yang sedang diteliti, yang mungkin sulit diperoleh melalui metode lain.
Baca juga: 5 Cara Menjawab Kenapa Kami Harus Menerima Anda saat Wawancara Kerja
Jenis-jenis Wawancara
Ada beberapa jenis wawancara yang dapat digunakan tergantung pada tujuan penelitian. Beberapa jenis wawancara yang umum meliputi:
1. Wawancara Terstruktur
Dalam wawancara terstruktur, pewawancara memiliki daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan kepada narasumber secara sistematis. Jenis wawancara ini digunakan dalam penelitian dengan tujuan membandingkan jawaban dari berbagai narasumber.
2. Wawancara Tidak Terstruktur
Dalam wawancara tidak terstruktur, pewawancara memberikan kebebasan kepada narasumber untuk menjelaskan topik secara bebas. Pewawancara hanya memiliki garis besar topik yang akan dibahas. Jenis wawancara ini sering digunakan dalam penelitian kualitatif untuk mendapatkan wawasan yang mendalam.
3. Wawancara Fokus Kelompok
Wawancara fokus kelompok melibatkan sejumlah narasumber yang berkumpul untuk mendiskusikan topik tertentu di bawah bimbingan seorang pewawancara. Jenis wawancara ini sering digunakan untuk mengumpulkan berbagai perspektif dan pandangan dalam satu sesi.
Menurut Profesor Patricia Leavy dalam bukunya Research Design: Quantitative, Qualitative, Mixed Methods, Arts-Based, and Community-Based Participatory Research, memilih jenis wawancara yang tepat sangat bergantung pada tujuan penelitian dan karakteristik narasumber.
Tahapan dalam Proses Wawancara
Proses wawancara melibatkan beberapa tahapan yang harus diikuti dengan cermat. Beberapa tahapan dalam proses wawancara adalah:
Perencanaan: Pada tahap ini, pewawancara harus merencanakan wawancara dengan baik. Hal ini mencakup menentukan tujuan wawancara, merancang pertanyaan, dan memilih narasumber yang tepat.
Pelaksanaan: Tahap pelaksanaan adalah ketika wawancara sebenarnya dilakukan. Pewawancara mengajukan pertanyaan kepada narasumber dan mendengarkan dengan cermat.
Analisis Data: Setelah wawancara selesai, data yang diperoleh harus dianalisis dengan teliti. Data tersebut dapat dianalisis secara kualitatif atau kuantitatif, tergantung pada metode penelitian yang digunakan.
Pelaporan Hasil: Hasil dari wawancara harus dilaporkan dengan jelas dan transparan. Laporan harus mencakup temuan utama dan interpretasi data.
Teknik-teknik Wawancara yang Efektif
Terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan dalam wawancara untuk memastikan bahwa data yang diperoleh adalah relevan dan berkualitas. Beberapa teknik wawancara yang efektif adalah:
Mendengarkan Aktif: Pewawancara harus mendengarkan dengan cermat apa yang narasumber katakan. Ini melibatkan memberikan perhatian sepenuhnya kepada narasumber dan menunjukkan minat pada apa yang mereka sampaikan.
Mengajukan Pertanyaan Terbuka: Pertanyaan terbuka memungkinkan narasumber untuk menjelaskan secara bebas tanpa pembatasan. Hal ini dapat menghasilkan informasi yang lebih mendalam.
Probing: Menggunakan pertanyaan penyelidikan atau probing untuk menggali lebih dalam ketika narasumber memberikan jawaban yang singkat.
(APS)
