20 Pantun Nasehat Bahasa Banjar yang Penuh Makna Kehidupan

Menyediakan berbagai informasi seputar Generasi Z.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Pengetahuan Umum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tanah Banjar, Kalimantan Selatan, pantun bukan sekadar hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Bahasa yang ringan dan rima yang khas membuat pantun nasehat mudah diingat dan menyentuh hati.
Pantun bahasa Banjar juga menjadi jembatan penyambung antar generasi. Melalui untaian kata yang bernas, pantun-pantun ini mampu membuka hati, mengingatkan tentang pentingnya akhlak, sopan santun, kerja keras, dan keikhlasan dalam menjalani hidup.
Bagi Anda yang butuh referensi pantun nasehat bahasa Banjar, simak contohnya dalam artikel ini. Semua pantun dilengkapi dengan terjemahan bahasa Indonesia agar mudah dipahami semua orang.
Pantun Nasehat Bahasa Banjar
Berikut kumpulan pantun nasehat bahasa Banjar yang setiap baitnya diharapkan menjadi cermin dan inspirasi bagi siapa saja yang membacanya.
Pantun 1
Anak ayam turun balima,
Satu hilang tinggallah ampat.
Guring pagi bagawi lila,
Rezeki datang jangan dilambat.
(Artinya: Anak ayam lima tinggal empat, tidur pagi bekerja lambat, rezeki pun jadi sulit didapat.)
Pantun 2
Handak makan kada manyapa,
Disangka urang kada bajarah.
Kalau jalan kada mangalah,
Pasti panggilan urang marabah.
(Artinya: Ingin makan tapi tak menyapa, dianggap tak berpendidikan. Jika berjalan tak mau mengalah, pasti akan disebut orang tak sopan.)
Pantun 3
Maulah pintar tapi malas,
Buku ditaruh handak ilmunya.
Mun handak jadi urang cerdas,
Rajin membaca kunci utama.
(Artinya: Ingin pintar tapi malas membaca, bagaimana bisa? Rajin membaca adalah kunci utama.)
Pantun 4
Bagawi sawah paralu tabah,
Karena panas kada kada hujan.
Kalau mau hasilnya barakah,
Usaha jujur jangan dilupakan.
(Artinya: Bekerja di sawah butuh ketabahan, hasilnya berkah jika disertai kejujuran.)
Pantun 5
Naik biduk ke tengah danau,
Tali dikencang jangan lepas.
Hidup jua bagawi galau,
Asal jujur pasti berhasil tegas.
(Artinya: Walau hidup susah dan penuh tantangan, kejujuran tetap membawa pada keberhasilan.)
Pantun 6
Naik sepeda ka pasar lama,
Beli cabe lawan tomat dua.
Kalau handak hidup barakah,
Bagawi jujur jangan ba tipu daya.
(Artinya: Jika ingin hidup diberkahi, bekerjalah jujur tanpa tipu muslihat.)
Pantun 7
Banyu jernih di sungai Tabalong,
Haruan banyak di antara batang.
Berteman baik ulun senang,
Jangan suka suka baribut barantang.
(Artinya: Senang berteman dengan yang baik, jangan suka ribut atau bertengkar.)
Pantun 8
Naik klotok ka pasar terapung,
Beli rambutan lawan pisang.
Berteman itu harus saling mendukung,
Jangan suka bacakapan kasar sembarang.
(Artinya: Dalam berteman, saling mendukung itu penting. Jangan berkata kasar.)
Pantun 9
Ayam jago naik di papan,
Berokok kada ada larangan.
Jangan lawan kawan saling irian,
Rezeki urang ada ukuran.
(Artinya: Jangan iri terhadap teman, karena rezeki masing-masing sudah ada ukurannya.)
Pantun 10
Kapal hilir di sungai besar,
Banyu deras jaga tumpahan.
Mun kawan salah janga kasar,
Bisi baik dibawa maafkan.
(Artinya: Jika teman salah, jangan langsung kasar. Lebih baik dimaafkan.)
Pantun 11
Langgar tua di kampung ulu,
Tiap malam ada pengajian.
Ilmu agama ulun tuntut selalu,
Supaya hidup kada di kebingungan.
(Artinya: Ilmu agama penting agar hidup tidak bingung atau sesat.)
Pantun 12
Langit mendung hujan turun,
Sawah basah ditanam padi.
Shalat lima waktu jangan ditinggalakan,
Itu tiang hidup ulun sehari-hari.
(Artinya: Jangan tinggalkan shalat lima waktu, itu pondasi hidup sehari-hari.)
Pantun 13
Burung balam singgah di dahan,
Malam datang ia berkicau.
Selalu ingat akhirat di hadapan,
Supaya hidup kada terlampau silau.
(Artinya: Selalu ingat kematian agar tak terlalu silau dengan dunia.)
Pantun 14
Sungai Barito airnya jernih,
Dilalui kapal kecil sampai besar.
Mun handak hati selalu bersih,
Ingat Tuhan jangan hanya sebentar.
(Artinya: Kalau ingin hati bersih, ingatlah Tuhan terus-menerus.)
Pantun 15
Tanam padi sambil manyanyi,
Ulun gembira walau panas.
Hidup sabar lawan tabah hati,
Ganjarannya Tuhan kada akan lepas.
(Artinya: Sabar dan tabah akan diberi ganjaran oleh Tuhan.)
Pantun 16
Bulan purnama di langit tinggi,
Cahayanya sampai ka tanah rawa.
Beramal kada usah tunggu nanti,
Selagi hidup ulun mau bawalah.
(Artinya: Berbuat baik jangan ditunda, lakukan selama masih hidup.)
Pantun 17
Lawan kawan ulun batur dua,
Sama-sama barangkat sekolah.
Hormati guru itu utama,
Supaya hidup banyak berkah.
(Artinya: Hormatilah guru karena itu akan membawa berkah dalam hidup.)
Pantun 18
Ambil wudhu sabar haja,
Air dingin ulun tahanakan.
Keluarga itu pangkal bahagia,
Jangan saling menyakitakan.
(Artinya: Keluarga adalah sumber kebahagiaan, jangan saling menyakiti.)
Pantun 19
Di sekolah ulun belajar,
Mambaca buku halaman lima.
Jangan cepat puas lawan pintar,
Ilmu luas kada ada ujungnya.
(Artinya: Jangan cepat puas dengan kepandaian, ilmu itu tidak ada habisnya.)
Pantun 20
Di belakang rumah ada jambu,
Buahnya ranum jatuh ke tanah.
Belajar kada harus malu,
Karena ilmu membawa arah.
(Artinya: Jangan malu belajar, karena ilmu memberi arah hidup.)
Baca Juga: 20 Pantun Penutup Acara Lamaran yang Manis dan Berkesan
(DEL)
