Konten dari Pengguna

Sejarah Senam Lantai yang Dimulai Sejak Zaman Yunani Kuno

Pengetahuan Umum

Pengetahuan Umum

Menyediakan berbagai informasi seputar Generasi Z.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengetahuan Umum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemain Australia James Bacueti beraksi selama kualifikasi lantai putra di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2022 di M&S Bank Arena, Liverpool, Inggris, Senin (31/10/2022). Foto: Molly Darlington/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Australia James Bacueti beraksi selama kualifikasi lantai putra di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2022 di M&S Bank Arena, Liverpool, Inggris, Senin (31/10/2022). Foto: Molly Darlington/REUTERS

Senam lantai adalah cabang olahraga senam yang dilakukan di lantai seluas 12 meter persegi. Olahraga ini menggabungkan atletisme, seni, dan musikalitas, sehingga pesenam bisa menunjukkan kekuatan, fleksibilitas, dan kreativitas mereka.

Senam lantai memiliki sejarah yang cukup panjang sebelum akhirnya diikutsertakan dalam Olimpiade modern pada 1936 untuk putra, dan 1952 untuk putri. Simak sejarah senam lantai di bawah ini.

1. Asal Usul Senam

Dikutip dari laman Britannica, istilah senam berasal dari kata Yunani yang berarti “berolahraga telanjang”. Istilah ini merujuk pada segala bentuk latihan yang dilakukan di gimnasium, tempat di mana atlet pria memang berolahraga tanpa busana.

Banyak dari latihan tersebut yang kemudian dimasukkan ke dalam Olimpiade Yunani kuno. Namun, pada 393 M, perhelatan olahraga itu dihentikan kaisar Romawi. Hal ini membuat pamor senam akhirnya menurun dan kekurangan peminat.

2. Senam Berkembang di Eropa

Latihan senam kembali populer di Eropa karena rombongan sirkus. Mereka melakukan akrobat atau senam yang akhirnya diabadikan dalam sebuah buku terbitan abad ke-15.

Buku itu dibuat oleh Archange Tuccaro dan diberi tajuk Trois dialogues du. Isi bukunya adalah tiga esai tentang melompat dan berguling.

Karya lain yang membahas tentang senam adalah novel Jean-Jacques Rousseau berjudul Émile; ou, de l'éducation. Novel ini menginspirasi reformasi pendidikan di Eropa untuk mulai menggabungkan pelatihan fisik dan kognitif anak-anak.

Karya Rousseau juga mendorong para reformis pendidikan di Jerman untuk membuka sekolah yang dikenal sebagai Philanthropinum di akhir tahun 1700-an. Sekolah ini mengusung beragam kegiatan luar ruangan, termasuk senam. Menariknya lagi, anak-anak dari seluruh lapisan ekonomi diterima.

3. Senam Dibagi Dua Jenis

Seiring dengan popularitas senam yang kian meningkat, makin banyak buku yang mengulas aktivitas olahraga ini. Salah satunya adalah buku Gymnastik für die Jugend (1793) karya Guts Muths. Ia membagi senam ke dalam dua jenis, yakni senam alami (utilitarian) dan senam buatan (nonutilitarian).

Disiplin ilmu utilitarian menekankan pada kesehatan tubuh. Semenatara senam nonutilitarian memiliki manuver yang lebih mengutamakan keindahan daripada fungsi.

4. Lahirnya Senam Lantai

Kelahiran senam lantai berkaitan dengan disiplin ilmu utilitarian atau senam alami. Sosok utama yang mengembangkan senam alami adalah Per Henrik Ling. Pada tahun 1813, Ling mendirikan pusat pelatihan Royal Gymnastics Central Institute di Stockholm.

Ling merancang dan mengajarkan sistem senam untuk memberikan manfaat medis bagi atlet. Salah satu sistemnya adalah kalistenik, yakni latihan tanpa menggunakan alat seperti tongkat dan dumbel.

Nah, kalistenik kemudian berkembang menjadi disiplin senam artistik yang sekarang dikenal sebagai senam lantai. Awalnya, rutinitas senam ini dilakukan di lantai kayu tanpa musik.

Namun kini, senam lantai dilakukan di lantai pegas dengan iringan musik. Hal ini membuat pesenam mampu meningkatkan kemampuannya dan semakin bebas mengekspresikan diri.

Baca Juga: 4 Perbedaan Senam Lantai dan Senam Irama