Tata Cara Siraman Pengantin Pria Adat Jawa beserta Maknanya

Membahas artikel tentang perawatan diri pria
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Perawatan Pria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernikahan adat Jawa terdiri dari berbagai macam prosesi yang wajib dilakukan karena memiliki maknanya masing-masing. Termasuk juga proses siraman. Bagi yang berencana untuk melangsungkan pernikahan dengan adat ini, maka penting untuk tahu tata cara siraman pengantin pria adat Jawa.
Sebenarnya, prosesi siraman ini sangat mudah dilakukan. Sebab, tidak terlalu banyak kegiatan yang harus dilakukan oleh calon mempelai dan keluarga. Namun, tetap saja calon pengantin wajib mengetahui setiap langkah-langkahnya.
Tata Cara Siraman Pengantin Pria Adat Jawa dan Maknanya
Mengutip dari buku Hukum Adat di Indonesia, Siska Lis Sulistiani (2021:129), siraman adalah upacara mandi kembang bagi calon pengantin wanita dan pria sehari sebelum upacara panggih. Siraman juga kerap disebut dengan adus kembang, karena air yang digunakan dicampur dengan kembang sritaman.
Secara umum, siraman bermakna membersihkan tubuh dan jiwa calon pengantin dari hal-hal negatif. Dengan adanya upacara ini, diharapkan calon pengantin bisa memulai kehidupan rumah tangga dengan jiwa dan raga yang bersih atau suci.
Berikut ini adalah tata cara siraman pengantin pria adat Jawa yang perlu diketahui.
1. Sungkeman
Upacara siraman dilakukan sebagai tanda hormat dan terima kasih pada kedua orang tua yang sudah membesarkan calon pengantin dengan penuh sayang. Selain itu, calon pengantin juga memohon maaf atas segala kesalahan yang dibuat selama menjadi anak.
2. Siraman
Setelah proses sungkeman selesai, mempelai pengantin akan dituntun menuju tempat khusus untuk melakukan siraman. Sebelum melakukan proses ini, tetua adat atau tokoh agama akan memimpin doa bersama untuk meminta restu.
3. Memecahkan Kendi
Setelah proses siraman selesai, sang ayah akan menuangkan sisa air di kendi pada pengantin yang digunakan untuk wudu. Kending yang kosong kemudian dipegang oleh kedua orang tua dan dijatuhkan ke tanah sampai pecah.
4. Potong Rikmo
Setelah jiwa dan raga mempelai bersih, upacara siraman pengantin dilanjutkan dengan memotong rambut kedua mempelai yang biasa disebut potong rikmo. Tujuannya untuk menghilangkan hal buruk yang masih menempel.
5. Bopongan
Terakhir, proses bopongan atau menggendong mempelai wanita menuju kamar. Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh ayah mempelai sebagai lambang kasih sayang orang tua yang selalu mengiringi perjalanan sang anak hingga akhir waktu.
Baca Juga: Tata Cara Mengukur Kaki X atau O dengan Benar sesuai Anjuran Medis
Itulah tata cara siraman pengantin pria adat Jawa yang dapat diketahui. Semoga bermanfaat. (Anne)
