5 Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro beserta Contohnya

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![[Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Alexander Mils](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01k50r3dhhha7vkd86mw34jkwp.jpg)
Ekonomi mikro dan ekonomi makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang saling berhubungan satu sama lain. Walaupun keduanya membahas tentang aktivitas ekonomi, tetapi perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro perlu ditelisik.
Secara umum, ekonomi mikro berfokus pada perilaku dasar pasar, sedangkan ekonomi makro berfokus pada kondisi ekonomi dalam skala besar. Memahami karakteristik keduanya sangat penting, terutama bagi para pelaku ekonomi.
5 Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro
Mengutip buku Ekonomi dan Akuntansi: Membina Kompetensi Ekonomi, Eeng Ahman & Ep Indrian (2007), ilmu ekonomi mengakui realitas kelangkaan, kemudian memikirkan cara mengorganisir masyarakat agar menghasilkan sumber daya paling efisien melalui ekonomi makro dan mikro. Adapun perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro di antaranya, yaitu:
1. Ruang Lingkup Kajian
Ekonomi mikro membahas tentang perilaku individu, rumah tangga, dan perusahaan dalam membuat kebijakan ekonomi. Misalnya, perilaku konsumen, harga barang, dan biaya produksi.
Sementara itu, ekonomi makro membahas perekonomian dalam lingkup yang lebih luas, seperti pengangguran, inflasi, pertumbuhan ekonomi, sampai kebijakan pemerintah.
2. Tujuan Utama
Tujuan eonomi mikro adalah menentukan harga relatif barang atau jasa, distribusi, dan efisiensi produksi. Adapun tujuan utama ekonomi makro yaitu menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, meminimalisir pengangguran, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
3. Objek yang Dianalisis
Ekonomi mikro menganalisis keputusan produksi perusahaan, barang dan jasa, serta interaksi permintaan dan penawaran. Lain halnya dengan ekonomi makro yang mengkaji peredaran uang, total pendapatan nasional, defisit anggaran, hingga stabilitas ekonomi di dalam negara.
4. Pendekatan Analisis
Ekonomi mikro menerapkan pendekatan bottom-up, yakni menganalisis perilaku kecil individu atau perusahaan untuk melihat dampaknya di pasar.
Adapun pendekatan ekonomi makro menerapkan analisis top-down, yakni memantau gambaran besar perekonomian, kemudian mencari korelasinya dengan kesejahteraan masyarakat.
5. Contoh Kasus
Contoh kasus ekonomi mikro, yaitu menganalisis fenomena kenaikan harga ayam yang naik ketika permintaan meningkat atau bagaimana cara perusahaan menentukan strategi harga pasar.
Sementara itu, contoh ekonomi makro, yaitu bagaimana pemerintah menurunkan angka inflasi, proses penyusunan kebijakan moneter yang memengaruhi kurs rupiah, atau mengkaji krisis global yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Perbedaan Biaya dan Beban dalam Ilmu Akuntansi
Perbedaan ekonomi mikro dan makro yang dijelaskan di atas dapat dipahami oleh para ekonom maupun masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami bahwa keputusan sekecil apa pun, seperti belanja rumah tangga, dapat berdampak pada stabilitas ekonomi di suatu negara. (DLA)
