Konten dari Pengguna

Perbedaan Biaya dan Beban dalam Ilmu Akuntansi

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi keuangan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keuangan. Foto: Shutter Stock

Perbedaan biaya dan beban sulit dipahami oleh banyak orang, khususnya yang masih awam. Sebab, kedua istilah tersebut biasanya digunakan dalam ilmu akuntansi dan keuangan saja.

Mengutip buku Pelaporan Keuangan Sesuai dengan Prinsip Akuntansi karya Michell Suharli, biaya adalah sesuatu yang harus dikeluarkan agar mendapatkan manfaat di masa mendatang. Sementara beban adalah sumber daya yang digunakan oleh entitas selama periode waktu tertentu untuk memperoleh pendapatan.

Keduanya sama-sama digunakan dalam akuntansi untuk membayar pengeluaran dari perusahaan. Biaya biasanya berasal dari pengeluaran kas, transfer harta lain, jasa yang diberikan, utang yang dimiliki dan lain-lain.

Sementara beban biasanya berasal dari biaya yang tidak memiliki manfaat. Agar dapat memahami perbedaan biaya dan beban, simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Pengertian Biaya dan Beban beserta Contohnya

Ilustrasi mengatur pengeluaran keuangan. Foto: Shutter Stock

Biaya dan beban merupakan elemen yang cukup penting dalam perhitungan akuntansi dan pembukuan. Agar lebih memahami perbedaannya, simak pengertiannya berikut ini:

1. Biaya

Dalam akutansi, biaya didefinisikan sebagai pengeluaran perusahaan untuk memperoleh barang atau jasa. Biasanya, biaya dikeluarkan hanya satu kali ketika memproduksi atau membeli barang dan jasa. Conntohnya biaya produksi dan biaya pengiriman.

2. Beban

Dalam pembukuan, beban diartikan sebagai kewajiban yang harus dikeluarkan perusahaan dalam menunjang dan membiayai kegiatan usaha yang sedang berjalan. Biasanya beban ini dikeluarkan secara berkelanjutan. Contohnya, yaitu beban gaji karyawan, beban listrik, dll.

Beban ada banyak jenisnya. Dikutip dari Teori Akuntansi: Konsep dan Praktis susunan Harnovinsah (2023), berikut penjelasannya:

  • Beban penjualan: semua beban yang muncul saat berjualan dan memasarkan barang seperti kegiatan promosi dan pengangkutan barang yang akan dijual.

  • Beban administrasi dan umum: beban yang bersifat umum dalam perusahaan. Misalnya beban gaji dan upah.

  • Beban lain-lain: beban yang tidak dapat dihubungkan secara langsung dengan kegiatan utama perusahaan. Misalnya beban bunga.

  • Beban Akrual (Accrued Expense): beban yang masih harus dibayarkan, tetapi pembayarannya belum dilakukan sampai periode selanjutnya.

  • Beban Kredit Macet (Bad Debts Expense): beban yang timbul karena tindakan tertagihnya piutang usaha.

  • Beban Operasional (Operational Expense): terdiri atas beban penjualan dan beban umum administrasi. Jenis beban ini menyangkut keseluruhan beban yang berhubungan dengan aktivitas operasional perusahaan.

  • Beban Penyusutan (Depreciation Expense): beban yang timbul karena pemakaian aset berwujud.

  • Beban yang Ditangguhkan (Deffered xpense, Prepaid Expense): disebut juga sebagai beban dibayar di muka atau pengeluaran yang sudah dibayarkan, tetapi manfaat ekonomisnya belum terasa.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Neraca Saldo? Berikut Pengertiannya

Perbedaan Biaya dan Beban

Ilustrasi mengatur pengeluaran keuangan. Foto: Getty Images

Perbedaan biaya dan beban bisa dilihat dari banyak aspek. Dirangkum dari buku Akuntansi Pajak susunan Uswatun Hasanah, dkk., berikut penjelasannya yang bisa Ada simak:

1. Berdasarkan manfaatnya

  • Biaya belum memberikan manfaat dan keuntungan sebelum pengeluaran perusahaan.

  • Beban telah memberikan manfaat kepada perusahaan sebelum pengeluaran perusahaan.

2. Berdasarkan periode akuntansi

  • Biaya merupakan pengeluaran modal, dipergunakan lebih dari satu tahun, serta memiliki jumlah rupiah yang dikeluarkan lebih besar.

  • Beban merupakan pengeluaran pendapatan dengan periode kurang lengkap dari satu tahun serta memiliki jumlah rupiah yang dikeluarkan relatif lebih kecil.

3. Pencatatan dalam laporan keuangan

  • Biaya berada dalam pencatatan neraca dan belum terpakai atau ke depannya dapat memberikan manfaat berupa aktiva.

  • Beban berada dalam pencatatan laba rugi yang telah terpakai dan tidak memberikan manfaat di masa depan.

Baca juga: Fungsi Pembukuan untuk Perusahaan dan Cara Membuatnya

Perbedaan Cost dan Expense

Ilustrasi literasi keuangan. Foto: Getty Images

Biaya cost dan expence sebenarnya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang. Biasanya, biaya ini telah atau akan dikeluarkan di masa mendatang.

Untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya, perlu dipahami pengertiannya terlebih dahulu. Cost adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diharapkan untuk memperoleh barang atau jasa yang dapat memberi manfaat sekarang atau masa yang akan datang.

Biasanya, posisi cost ini berada di dalam laporan keuangan perusahaan. Ketika dilaporkan, cost akan muncul di Neraca pembukuan.

Sementara expense adalah kos barang atau jasa yang sudah digunakan untuk memperoleh pendapatan. Posisinya berada di dalam laporan keuangan. Ketika dilaporkan akan muncul di laporan Laba Rugi.

Kedua jenis biaya tersebut bisa dikelompokkan secara sistematis ke dalam golongan tertentu. Tujuannya, yaitu untuk memberikan informasi biaya yang lengkap bagi pimpinan perusahaan dalam mengelola dan menyajikan fungsinya.

Pada dasarnya, biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan ketertelusuran biaya, perilaku biaya, fungsi pokok perusahaan, dan elemen biaya produksinya. Semua aspek itu penting untuk diperhatikan agar laporan keuangan menjadi balance.

Baca juga: 7 Cara Pembukuan Usaha Kecil Sederhana

(MSD)