Konten dari Pengguna

5 Perbedaan Sekolah Swasta dan Negeri yang Perlu Diketahui Calon Siswa

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak sekolah. Foto: Sorapop Udomsri/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sekolah. Foto: Sorapop Udomsri/Shutterstock

Pendidikan adalah faktor kunci dalam membentuk masa depan seseorang. Maka, tak heran jika banyak orang tua dan siswa yang mempertimbangkan perbedaan sekolah swasta dan negeri demi memilih lembaga pendidikan yang tepat.

Di Indonesia, kedua jenis sekolah itu memang memiliki karakteristik dan pendekatan pembelajaran yang cukup berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut berpengaruh pada pengalaman dan hasil pembelajaran siswa selama mengenyam pendidikan di sana.

Status sekolah swasta dan negeri bisa ditemui dari segala jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga menengah. Agar tidak salah pilih, simak perbedaan sekolah swasta dan negeri selengkapnya dalam artikel ini.

Perbedaan Sekolah Swasta dan Negeri

Ilustrasi siswa berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Foto: Toto Santiko Budi/Shutterstock

Perbedaan sekolah swasta dan negeri meliputi pengelola, biaya, hingga pengajar/guru yang ditugaskan. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Pihak yang Mengelola

Mengutip jurnal Peran Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SDIT Nur Hidayah Kota Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017 tulisan Iqbal Hidayatsyah Noor, sekolah swasta adalah satuan pendidikan yang diselenggarakan organisasi masyarakat atau yayasan berbadan hukum.

Sekolah swasta bersifat independen. Artinya, pengelolaan sekolah dilakukan tanpa campur tangan pemerintah daerah maupun nasional. Sekolah swasta didirikan atas nama perorangan, kelompok, atau yayasan dengan tujuan yang beragam.

Karena tidak terikat dengan pemerintah, pengelola sekolah swasta ebas mengembangkan tujuan, visi, dan misi pendidikan sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang. Keputusan terkait kurikulum, metode belajar, serta pendekatan pendidikan umumnya dilaksanakan secara mandiri.

Sebaliknya, sekolah negeri dikelola oleh pemerintah, baik pada tingkat daerah maupun nasional. Kebijakan dan kurikulum juga diatur oleh pemerintah sehingga terdapat standar yang harus diikuti semua sekolah negeri.

2. Biaya

Ini adalah hal utama yang membedakan sekolah swasta dan negeri. Sekolah negeri dibiayai oleh pemerintah, sehingga peserta didik tidak perlu membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) setiap bulannya.

Kalaupun ada biaya yang mesti dikeluarkan, ini sudah ditentukan berdasarkan rapat yang dilakukan pihak sekolah dan orang tua siswa. Biasanya, biaya tambahan ini tidak berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar, seperti pentas seni, perlombaan, foto buku tahunan, dan sebagainya.

Sementara, karena tidak didanai pemerintah, siswa sekolah swasta dikenai biaya berupa uang pangkal hingga uang SPP. Biayanya bervariasi tergantung kebijakan sekolah dan fasilitas yang disediakan. Semakin bagus dan lengkap fasilitasnya, semakin mahal pula biaya sekolahnya.

Baca juga: Persyaratan dan Cara Mendaftar Sekolah SMP Negeri Secara Online

3. Fasilitas

Ilustrasi anak sekolah SD Negeri Foto: Shutter Stock

Biaya sekolah swasta yang terbilang cukup mahal sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan kepada para siswa. Sekolah swasta umumnya memiliki fasilitas kelas yang menunjang kegiatan pembelajaran, seperti AC, proyektor, laptop, dan lainnya.

Di sisi lain, dengan biaya yang tergolong standar dari pemerintah, fasilitas di sekolah negeri belum cukup memadai jika dibandingkan dengan sekolah swasta. Sekolah negeri tidak bisa secara penuh memberikan fasilitas-fasilitas tersebut kepada seluruh siswanya.

4. Kurikulum

Sekolah swasta memiliki fleksibilitas dalam merancang kurikulum mereka sendiri. Ini memungkinkan sekolah untuk menyesuaikan pendekatan pendidikan dengan nilai-nilai dan tujuan pendidikan yang dianut pengelola. Misalnya, sekolah swasta berbasis Islam akan menambahkan pelajaran Alquran sebagai kurikulum dasar.

Sementara itu, sekolah negeri umumnya mengikuti kurikulum yang ditentukan oleh pemerintah. Meski ada beberapa variasi, sebagian besar materi pelajaran mengikuti pedoman nasional atau regional.

5. Tenaga Pengajar

Rani Farida Sinaga dalam jurnal Analisis Faktor Dominan yang Mempengaruhi Pemilihan Sekolah Swasta untuk Tingkat SMA di Kota Medan menjelaskan, tenaga pengajar atau guru di sekolah swasta maupun negeri sejatinya tidak jauh berbeda.

Rata-rata tenaga pengajar sama-sama memiliki latar belakang pendidikan minimal S1, beberapa ada yang sudah S2. Hal yang membedakan adalah keterlibatan guru secara langsung dalam proses pengembangan siswa.

Jumlah siswa di sekolah negeri yang jauh lebih banyak daripada di sekolah swasta membuat guru terkadang kewalahan untuk memperhatikan setiap muridnya. Guru cenderung hanya memperhatikan siswa-siswa yang menonjol.

Di sekolah swasta, karena jumlah muridnya tidak terlalu banyak, guru bisa lebih memahami karakter masing-masing anak didiknya. Guru menaruh perhatian yang sama ke setiap siswa, sehingga mereka paham betul karakter masing-masing murid tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Sekolah Swasta

Ilustrasi sekolah swasta. Foto: Unsplash

Sekolah swasta dan negeri tentu memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Hal ini cukup berpengaruh bagi pengalaman belajar siswa secara keseluruhan.

Dikutip dari buku Pemetaan Mutu Pendidikan pada Masa Pandemi Covid-19 oleh Syafrudin Januar, berikut kelebihan dan kekurangan sekolah swasta:

Keunggulan Sekolah Swasta

  • Kualitas guru lebih baik

  • Cara mengajar lebih variatif

  • Fasilitas lebih memadai

  • Kurikulum fleksibel

  • Ekstrakurikuler lebih banyak dan pengelolaannya lebih serius

Kekurangan Sekolah Swasta

  • Biaya mahal

  • Orang tua harus memberi pengawasan lebih pada anak agar tidak terjerumus ke pengaruh negatif gaya hidup mewah

Baca juga: Arti PTS dan Perbedaannya dengan Perguruan Tinggi Negeri

Kelebihan dan Kekurangan Sekolah Negeri

Ilustrasi siswa berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Foto: Ibenk_88/Shutterstock

Secara garis besar, berikut kelebihan dan kekurangan sekolah negeri:

Kelebihan Sekolah Negeri

  • Biaya sekolah lebih murah

  • Jauh dari gaya hidup mewah

  • Lebih mudah diakses karena tersebar di berbagai wilayah, baik di perkotaan maupun di pedesaan

Kekurangan Sekolah Negeri

  • Fasilitas kurang memadai

  • Guru kurang berperan aktif dalam mendidik siswa

  • Jumlah siswa dalam satu kelas terlalu banyak sehingga kegiatan pembelajaran berjalan kurang efektif

Apakah Bisa Siswa Sekolah Swasta Pindah ke Negeri?

Ilustrasi anak sekolah. Foto: Shutter Stock

Siswa sekolah swasta yang ingin pindah ke sekolah negeri bisa mengecek terlebih dahulu apakah masih ada kuota siswa baru di sekolah tujuannya. Jika ada, siswa dan orang tua dapat langsung mengurus kepindahannya.

Berikut cara pindah sekolah swasta ke negeri yang dapat dijadikan panduan:

  1. Orang tua/wali siswa membuat dan mengajukan surat permohonan ke sekolah lama kepada petugas yang bertanggung jawab mengurus kepindahan siswa

  2. Petugas akan memverifikasi surat permohonan tersebut

  3. Petugas membuat surat pengantar

  4. Surat diserahkan ke kepala sekolah

  5. Surat disahkan oleh kepala bidang

  6. Setelah lengkap, surat diberikan kembali kepada pemohon untuk ditunjukkan kepada pihak sekolah baru yang dituju

Baca juga: Syarat Pindah Sekolah yang Perlu Diketahui Siswa dan Orangtua

Frequently Asked Question Section

Apa bisa dari sekolah swasta ke negeri?

chevron-down

Siswa sekolah swasta yang ingin pindah ke sekolah negeri bisa mengecek terlebih dahulu apakah masih ada kuota siswa baru di sekolah tujuannya.

Apa kekurangan dari sekolah swasta?

chevron-down

Salah satunya yaitu biaya yang relatif mahal.

Mengapa sekolah swasta lebih mahal dari sekolah negeri?

chevron-down

Sedangkan, karena tidak didanai pemerintah, siswa sekolah swasta dikenai biaya berupa uang pangkal hingga uang SPP.