Konten dari Pengguna

Perbedaan Arus AC dan DC pada Sistem Kelistrikan Sepeda Motor

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fitur lampu sepeda motor. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fitur lampu sepeda motor. Foto: Sena Pratama/kumparan

Sumber arus listrik atau sumber tegangan dibedakan atas dua jenis, yaitu Direct Alternating Current (AC) dan Direct Current (DC). AC merupakan sumber arus listrik bolak-balik, sedangkan DC adalah sumber arus searah

Kedua macam arus tersebut digunakan dalam sistem kelistrikan motor. Motor dengan arus AC dan DC memiliki karakteristik berbeda sehingga keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Apa perbedaan arus AC dan DC pada sistem kelistrikan sepeda motor? Untuk lebih memahaminya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Arus DC?

Ilustrasi arus listrik. Foto: Unsplash

Sebelum membahas perbedaan arus AC dan DC, ada baiknya pahami dulu definisi dari masing-masing sumber arus listrik tersebut. Mengutip buku Pembelajaran Konsep Listrik dan Magnet oleh Dr. Saiman, arus listrik DC merupakan sumber arus yang hanya memiliki satu arah, yaitu dari positif ke negatif. Aliran listriknya selalu tetap dan konstan sepanjang waktu.

Dalam kehidupan sehari-hari, arus DC dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Misalnya, digunakan pada baterai untuk senter, jam dinding, kalkulator, dan berbagai macam alat ukur listrik. Dalam bentuk akumulator (aki), arus DC dimanfaatkan sebagai sumber tenaga pada sistem lampu mobil, sepeda motor, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Arus DC

  • Nilai arus listriknya selalu tetap atau konstan terhadap perubahan waktu.

  • Polaritasnya selalu tetap pada masing-masing terminalnya.

  • Bentuk gelombang mendatar.

Baca juga: Arus Listrik Terbesar Mengalir pada Motor Starter Adalah Saat Kondisi Ini

Apa Itu Arus AC?

Ilustras arus listrik. Foto: Unsplash

Kebalikan dari arus DC, arus AC adalah arus yang pengalirannya bergerak bolak balik, baik arah maupun besarnya. Kutub positif dan negatif pada arus ini tidak dapat ditentukan karena arus listriknya mengalir secara bergantian di antara kedua ujungnya.

Beberapa contoh arus listrik AC yaitu dinamo, generator listrik, dan listrik PLN. Listrik PLN memiliki frekuensi 60 Hz yang artinya dalam 1 detik arus telah mengalir bolak balik sebanyak 60 kali. Arus AC pada listrik PLN digunakan untuk menghidupkan peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, kipas angin, dan setrika.

Ciri-Ciri Arus AC

Mengutip jurnal Analisis Karakteristik Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-Balik tulisan Samuel Gideon dan Koko Pratama Saragih, ciri-ciri arus AC antara lain:

  • Nilai arus listriknya selalu berubah-ubah alias tidak konstan.

  • Polaritas selalu berubah-ubah pada masing-masing terminalnya.

  • Gelombang berpola sinusoidal, artinya berayun naik turun secara teratur.

Baca juga: Cara Kerja Motor Listrik Sesuai Jenisnya

Perbedaan Arus AC dan DC pada Motor

Ilustrasi lampu motor. Foto: Pixabay

Sebagai dijelaskan, arus AC dan DC pada motor memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut perbedaan arus AC dan DC selengkapnya:

Motor dengan Sistem Kelistrikan AC

Mengutip laman Suzuki, AC adalah sistem kelistrikan yang hanya mengandalkan poros engkol. Dengan begitu, energi listrik yang dibutuhkan akan mengikuti putaran mesinnya. Pada motor dengan arus AC, listrik pada lampu depan akan dipasok langsung oleh spul.

Spul digerakkan oleh poros engkol, sementara besar arus yang diperlukan akan dikontrol kiprok agar bohlam tidak putus. Lampu motor yang menggunakan arus AC baru akan menyala ketika mesin telah dihidupkan. Besar kecilnya arus tergantung pada putaran mesin.

Jika putarannya pelan, lampu akan menyala sayup-sayup atau bahkan mati. Sebaliknya, jika putarannya cepat, cahaya lampu terpancar lebih terang.

Motor dengan Sistem Kelistrikan DC

Lain halnya dengan sistem AC, energi kelistrikan DC disuplai langsung oleh aki ke semua komponen motor sebelum mesin kendaraan dinyalakan. Karena itu, lampu depan motor dengan sistem kelistrikan DC otomatis menyala dengan terang saat kunci kontak diputar pada posisi ON.

Nyala lampu terpancar secara maksimal meski tanpa putaran mesin. Putaran mesin pun tidak berpengaruh pada redup atau terangnya cahaya lampu tersebut.

Sepeda motor zaman sekarang umumnya menggunakan lampu LED. Model lampu seperti ini membutuhkan kelistrikan yang stabil. Karena itu, kebanyakan sepeda motor saat ini memakai arus DC sebagai sistem kelistrikannya.

Kelebihan serta Kekurangan dari Arus AC dan DC

Ilustrasi lampu motor. Foto: Unsplash

Perbedaan arus AC dan DC pada sistem kelistrikan sepeda motor membuat keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut penjelasannya.

Kelebihan Arus AC

  • Umur aki lebih panjang.

  • Aki tidak mudah soak.

  • Hemat aki karena pengendara bisa menyalakan lampu motor sesuai kebutuhannya.

Kekurangan Arus AC

  • Cahaya lampu kurang stabil.

  • Nyala lampu sering terputus.

  • Lampu cepat mengalami kegosongan.

Kelebihan Arus DC

  • Nyala lampu lebih terang dan stabil.

  • Komponen yang ada pada kendaraan lebih awet.

  • Risiko terjadi kerusakan atau kebakaran pada bohlam kecil.

  • Mudah dimodifikasi.

Kekurangan Arus DC

  • Memerlukan ampere dan pengisian lebih besar.

  • Lampu otomatis menyala sehingga tidak bisa dikontrol.

  • Umur aki lebih pendek.

(ADS)

Baca juga: Komponen Penting Dinamo yaitu Kumparan dan Magnet, Ini Penjelasannya

Frequently Asked Question Section

Arus AC digunakan untuk apa?
chevron-down

Beberapa contoh arus listrik AC yaitu dinamo, generator listrik, dan listrik PLN.

Bagaimana penerapan arus bolak balik dalam kehidupan sehari hari?
chevron-down

Dalam kehidupan sehari-hari, arus DC dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Misalnya, digunakan pada baterai untuk senter.

Apa keuntungan utama penggunaan arus DC?
chevron-down

Salah satu kelebihan motor dengan kelistrikan DC adalah nyala lampu lebih terang dan stabil.