Perbedaan Chia Seed dan Selasih serta Manfaatnya untuk Kesehatan

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Chia seed dan selasih merupakan dua jenis biji-bijian yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Keduanya sering dianggap serupa karena memiliki warna dan bentuk yang hampir sama.
Mengutip buku Easy Cook for Mom karya Yunita Anwar (2018), chia seed tergolong sebagai superfood karena memiliki nilai gizi yang melimpah. Biji-bijian ini berasal dari tanaman Salvia hispanica yang banyak tumbuh di daratan Meksiko dan Amerika Selatan.
Sementara selasih berasal dari tanaman Ocimum basilicum. Biji-bijian ini mengandung nilai gizi yang tinggi, khususnya untuk vitamin A dan C.
Perbedaan chia seed dan selasih cukup kentara dan bisa dilihat dari bentuk, kandungan, maupun manfaatnya untuk kesehatan. Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Perbedaan Chia Seed dan Selasih
Ada beberapa aspek yang membedakan antara chia seed dengan selasih. Dirangkum dari laman Love Local dan Well Curve, berikut penjelasannya:
1. Bentuk
Chia seed berbentuk bulat sempurna dan ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan selasih. Jenis biji-bijian ini memiliki warna gradasi antara hitam, abu-abu, dan putih.
Sementara selasih cenderung berbentuk elips. Warnanya hitam pekat, tanpa ada tambahan warna lainnya. Ukuran bijinya pun lebih besar dibandingkan chia seed.
2. Nama ilmiah
Karena berasal dari dua jenis tanaman yang berbeda, nama ilmiah chia seed dan selasih juga berbeda. Chia seed berasal dari tanaman Salvia hispanica, sementara selasih berasal dari tanaman Ocimum basilicum.
3. Asal dan budidaya:
Chia seed berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Jenis biji-bijian ini juga dibudidayakan di negara lain seperti Argentina, Australia, dan Amerika Serikat.
Sementara selasih atau basils seed lebih banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara, terutama di negara India, Indonesia, dan Thailand. Tanaman ini dapat tumbuh di iklim tropis dan subtropis di seluruh dunia.
4. Komposisi nutrisi
Chia seed mengandung serat pangan, protein, lemak sehat, asam lemak omega-3, antioksidan, dan mineral seperti kalsium, fosfor, dan magnesium. Sementara selasih kaya akan serat pangan, protein, antioksidan, vitamin A dan K, serta mineral seperti kalsium, zat besi, dan magnesium.
Keduanya bisa dikonsumsi sebagai obat alami. Selain bermanfaat untuk kesehatan, chia seed dan selasih juga dapat menambah nafsu makan, menyehatkan jantung, melancarkan pencernaan, dan menjaga kesehatan otak.
Baca juga: Cara Mengkonsumsi Chia Seed untuk Pemula
Manfaat Chia Seed untuk Kesehatan
Chia seed kaya akan nutrisi dan gizi yang seimbang. Jenis biji-bijian ini mengandung protein 14-17%, serat larut, lemak sehat (omega-3, omega-6, dan omega-9), karbohidrat, serta vitamin dan mineral yang kompleks.
Ada banyak manfaat yang terkandung dalam chia seed. Dikutip dari buku Chia Seed: Sejarah, Manfaat, dan Penggunaannya dalam Kesehatan, Kecantikan, dan Kuliner karya Tresno Saras (2023), berikut uraiannya:
Menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mencegah sembelit.
Berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan otak.
Memberikan energi yang bertahan lama.
Sebagai senyawa antioksidan dan senyawa lignan untuk membantu mencegah penyakit kronis seperti kanker dan diabetes.
Bagus untuk diet karena mengandung serat pangan yang tinggi, protein, lemak sehat, serta asam lemak omega-3.
Konsumsi chia seed dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, membantu mengendalikan nafsu makan, dan menjaga stabilitas gula darah.
Menjaga kesehatan jantung.
Chia seed memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang berbeda dengan selasih, sehingga Anda tidak bisa menggantikannya begitu saja. Manfaat chia seed tidak bisa didapatkan dengan mengonsumsi biji selasih.
Baca juga: Benarkah Chia Seed Bisa Jadi ASI Booster?
Cara Mengonsumsi Chia Seed
Sebelum dikonsumsi, chia seed harus direndam terlebih dahulu untuk mengaktifkan kandungan serat dan nutrisinya. Waktu perendaman yang ideal yaitu 10-15 menit. Anda juga bisa merendamnya sampai chia seed membentuk lapisan gelatin yang mirip seperti jel.
Caranya mudah, yaitu dengan mencampurkan chia seed menggunakan cairan seperti air, susu, ataupun jus. Rasio yang ideal antara chia seed dan cairan yaitu 1:4 atau 1:5. Aduk rata, lalu biarkan chia seed meresap dengan sempurna.
Mengutip laman JIWA, chia seed cocok dikonsumsi di pagi hari. Ini dapat membantu meningkatkan sistem pencernaan dan meningkatkan pergerakan usus lebih baik.
Dengan pencernaan yang sehat, Anda pun dapat menurunkan berat badan dengan mudah. Bagi yang sedang diet, disarankan untuk mengonsumsi chia seed saat bangun tidur.
Chia seed aman dikonsumsi setiap hari dalam jumlah yang wajar. Jenis biji-bijian ini bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat dan seimbang.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa ciri-ciri chia seed?

Apa ciri-ciri chia seed?
Chia seed berbentuk bulat sempurna dan ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan selasih. Jenis biji-bijian ini juga memiliki warna gradasi antara hitam, abu-abu, dan putih.
Bagaimana ciri-ciri selasih?

Bagaimana ciri-ciri selasih?
Selasih cenderung berbentuk elips. Warnanya hitam pekat, tanpa ada tambahan warna lainnya. Ukuran bijinya pun lebih besar dibandingkan chia seed.
Apa nama latin chia seed?

Apa nama latin chia seed?
Salvia hispanica.
