Perbedaan Difusi dan Osmosis beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Difusi dan osmosis merupakan dua istilah yang biasa digunakan dalam proses perpindahan molekul. Keduanya memiliki sejumlah perbedaan yang cukup signifikan, mulai dari konsentrasi zat hingga perantaranya.
Mengutip buku Ensiklopedia Rumus Biologi SMA Kelas 1, 2, 3 susunan Basyid Badriyah (2016) difusi adalah perpindahan molekul-molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah melalui membran plasma. Sementara osmosis dilakukan melalui membran semipermiabel.
Dengan kata lain, osmosis juga berarti perpindahan molekul dari larutan berkepekatan rendah (hipotonis) ke larutan berkepekatan tinggi (hipertonis). Baik difusi maupun osmosis, keduanya sama-sama bisa terjadi di dalam sel.
Selain dari pengertiannya, perbedaan difusi dan osmosis juga bisa dilihat dari proses dan energi yang dihasilkan. Artikel berikut akan membahasnya lebih lanjut untuk Anda.
Perbedaan Difusi dan Osmosis
Difusi dan osmosis sama-sama menggambarkan sebuah proses yang terjadi dalam sistem, di mana sistem tesebut terdiri dari partikel atau molekul yang bergerak secara acak. Tujuan dari kedua proses ini, yaitu untuk mencapai kesetimbangan.
Meski keduanya melibatkan pergerakan zat melalui membran, terdapat perbedaan antara difusi dan osmosis, yakni sebagai berikut:
1. Prosesnya
Difusi didefinisikan sebagai pergerakan molekul dari daerah yang memiliki konsentrasi tinggi ke daerah yang berkonsentrasi rendah. Hal ini dapat terjadi karena partikel-partikel tersebut bergerak secara acak dan berusaha mencapai kesetimbangan. Difusi dapat terjadi melalui membran plasma dalam fase cair atau gas.
Sementara osmosis adalah pergerakan pelarut (biasanya air) melalui membran semipermeabel dari daerah yang memiliki konsentrasi tinggi ke daerah yang memiliki konsentrasi rendah. Namun, proses ini hanya terjadi di membran semipermiabel.
2. Molekul yang terlibat
Dalam difusi, partikel atau molekul yang bergerak secara acak bisa berupa zat-zat seperti gas, cairan, atau zat terlarut di dalam larutan. Sementara osmosis terjadi ketika ada perbedaan konsentrasi zat terlarut (solute) di kedua sisi membran semipermeabel.
Pergerakan air terjadi untuk menyamakan konsentrasi solute. Dalam hal ini zat yang terlarut itu tidak bergerak sama sekali.
3. Arah pergerakan
Dalam difusi, partikel atau molekul bergerak dari daerah konsentrasi tinggi ke daerah konsentrasi rendah sampai mencapai kesetimbangan. Di sisi lain, osmosis terjadi ketika air bergerak melalui membran semipermeabel dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah sampai tercapai kesetimbangan osmotik.
4. Penggunaan membran
Difusi dapat terjadi melalui membran semipermeabel, membran permeabel dalam fase cair atau gas. Tidak ada persyaratan khusus untuk membran dalam difusi.
Sementara itu, osmosis terjadi hanya melalui membran semipermeabel. Proses ini memungkinkan pergerakan air tetapi membatasi pergerakan zat terlarut tertentu.
Baca juga: Pengertian Tekanan Osmotik dan Faktor yang Mempengaruhinya
Persamaan Difusi dan Osmosis
Difusi dan osmosis memiliki sejumlah persamaan penting yang meliputi:
1. Pergerakan partikel
Baik difusi maupun osmosis sama-sama melibatkan pergerakan partikel atau molekul dari daerah konsentrasi yang berbeda. Tujuan utamanya, yaitu untuk mencapai kesetimbangan.
2. Gerakan acak
Dalam difusi maupun osmosis, partikel-partikel akan bergerak secara acak karena pegaruh energi termal. Gerakan acak ini menyebabkan pergerakan partikel dari daerah konsentrasi tinggi ke rendah atau sebaliknya hingga mencapai kesetimbangan.
3. Kebutuhan energi
Baik difusi maupun osmosis terjadi secara pasif dan tidak memerlukan energi tambahan. Molekul atau partikel bergerak secara spontan sesuai dengan perbedaan konsentrasi yang ada.
4. Melibatkan membran
Difusi dan osmosis sama-sama melibatkan pergerakan melalui membran, meskipun jenis membran yang terlibat berbeda. Dalam difusi, partikel dapat bergerak melalui membran permeabel atau semipermiabel dalam fase cair atau gas.
Sementara dalam osmosis, air bergerak melalui membran semipermeabel yang membatasi pergerakan zat terlarut.
Baca juga: Cara Membuktikan Fakta Gejala Osmosis pada Sel-sel Tumbuhan
Contoh Difusi dan Osmosis
Dirangkum dari buku Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas XII, berikut ini contoh difusi dan osmosis yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari:
1. Difusi
Contoh difusi dapat terjadi pada tinta yang diteteskan ke dalam air bening dalam suatu wadah. Tinta tersebut akan larut dan membuat air berubah warna menjadi lebih keruh.
Selain itu, bisa juga terjadi saat kita membuat teh manis. Saat memasukkan gula ke dalam larutan teh, lama-kelamaan gula tersebut akan larut ke dalam air tehnya.
2. Osmosis
Contoh osmosis dapat ditemui pada proses alamiah berikut ini:
Ketimun yang ditempatkan dalam larutan garam akan kehilangan airnya akibat osmosis, sehingga terjadi pengerutan.
Wortel menjadi lunak akibat kehilangan air karena menguap. Ini dapat dikembalikan dengan merendam wortel dalam air. Wortel akan tampak segar karena menyerap kembali air yang hilang.
Baca juga: Percobaan Osmosis pada Kentang dalam Praktikum Biologi
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa saja perbedaan antara difusi dan osmosis?

Apa saja perbedaan antara difusi dan osmosis?
Perbedaannya terlihat dari definisi, proses, perpindahan molekul, dan zat yang dihasilkan.
Apa membran yang digunakan dalam proses difusi?

Apa membran yang digunakan dalam proses difusi?
Membran semipermeabel, membran permeabel, atau bahkan dalam fase cair atau gas.
Apa itu membran semipermiabel?

Apa itu membran semipermiabel?
Membran semipermeabel merupakan suatu jenis membran polimerik biologis atau sintetik yang memungkinkan molekul atau ion tertentu untuk melewatinya dengan difusi.
