Konten dari Pengguna

Perbedaan Flu dan Pilek dari Penyebab, Gejala, hingga Cara Penanganannya

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pilek. Foto: aslysun/Shuttterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pilek. Foto: aslysun/Shuttterstock

Flu dan pilek merupakan jenis gangguan pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus. Meski gejalanya hampir sama, ternyata flu dan pilek adalah penyakit yang berbeda.

Perbedaan flu dan pilek bisa dilihat dari simtom, jenis virus, dan metode penanganannya. Flu disebabkan oleh virus Influenza, sedangkan pilek disebabkan oleh Rhinovirus.

Biasanya, flu lebih parah dibandingkan pilek. Mengutip laman MayoClinic, simtom yang biasa muncul meliputi demam, nyeri tubuh, kelelahan ekstrem, dan batuk kering (dry cough) yang lebih sering atau intens.

Sedangkan pilek biasanya memiliki gejala yang lebih ringan. Orang yang pilek cenderung mengalami hidung meler atau tersumbat. Selain itu, ada juga perbedaan flu dan batuk lainnya yang mesti dipahami. Apa saja?

Perbedaan Flu dan Batuk

Ilustrasi orang tua membantu anak balita mengeluarkan ingus saat pilek. Foto: Shutterstock

Perbedaan flu dan pilek bisa diamati dari berbagai aspek. Berikut penjelasannya yang bisa Anda simak:

1. Penyebab

Flu merupakan salah satu penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Virus tersebut dapat menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru-paru penderitanya.

Virus influenza dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat. Virus ini umumnya terdiri dari dua jenis, yakni virus influenza A dan B.

Sedangkan pilek biasanya disebabkan oleh infeksi rhinovirus. Namun di balik itu, ternyata ada sekitar 200 jenis virus yang bisa menyebabkan penyakit ini.

Oleh karena, para pakar menyebutkan bahwa tidak ada vaksinasi yang benar-benar ampuh untuk mencegah seseorang terkena pilek. Biasanya, pilek lebih sering menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa.

2. Gejala

Gejala atau simtom flu dan pilek cenderung berbeda. Flu biasanya memiliki gejala seperti demam tinggi, nyeri tubuh dan otot, kelelahan ekstrem (fatigue), dan batuk kering yang lebih intens atau sering.

Sementara flu biasanya gejalanya lebih ringan. Mengutip buku Everything Gonna Be Alright karya Andi Priyatna (2011), gejala tersebut yaitu demam rendah, tubuh menggigil, tenggorokan gatal, batuk, dan kongesti (hidung tersumbat atau sulit bernapas).

3. Masa inkubasi dan penyembuhan

Masa Inkubasi flu biasanya berlangsung sekitar 1-4 hari setelah terpapar virus influenza. Penyembuhannya dapat berlangsung selama 1-2 minggu, tergantung sistem kekebalan tubuh masing-masing individu.

Sementara pilek masa Inkubasinya berlangsung sekitar 1-3 hari setelah terpapar rhinovirus atau 200 jenis virus lainnya. Mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyembuhannya cenderung lebih singkat, yakni sekitar 7-10 hari.

Namun biasanya, gejala kongesti atau ingus akan hilang dalam waktu 2 minggu. Ini tergantung pada imun tubuh dan usia penderitanya

Cara Mengobati Flu dan Pilek

Ilustrasi orang tua melakukan tindakan cuci hidung pada anak yang pilek. Foto: Shutter Stock

Gejala flu mirip dengan pilek, sehingga pengobatannya bisa dilakukan dengan metode yang sama. Dikutip dari buku 20 Keluhan Umum Penyakit Orang Indonesia karya dr. Rifan Eka Putra Nasution, berikut beberapa tindakan hal bisa Anda lakukan untuk menyembuhkan gejala flu atau pilek:

1. Minum air yang cukup

Air, jus buah, atau teh hangat tanpa gula dapat mejadi pilihan yang baik untuk meredakan gejala pilek. Cairan ini akan menggantikan cairan yang hilang ketika tubuh berkeringat saat demam.

Hindari konsumsi kopi atau minuman beralkohol selama pilek karena dapat berpotensi menyebabkan tubuh kekurangan cairan (dehidrasi). Hindari juga merokok karena dapat memperburuk gejala pilek.

2. Beristirahat

Saat terkena flu atau pilek, disarankan untuk memperbanyak istirahat. Menurut dokter, tidur yang berkualitas dapat mempercepat pemulihannnya. Istirahat saat flu atau pilek juga bisa meningkatkan imun, sehingga tubuh tidak mudah terserang virus lagi.

3. Atur kelembapan udara kamar

Jika udara kamar terlalu kering, maka disarankan untuk menggunakan alat pelembab udara (air humidifier). Alat ini dapat membantu melembapkan udara kamar Anda dengan maksimal. Udara yang lembap akan membantu mengurangi gejala hidung tersumbat dan batuk.

Baca juga: Flu Perut: Penyebab, Gejala, dan Cara Menyembuhkannya

com-Ilustrasi air humidifier yang sedang menguap. Foto: Shutterstock

4. Legakan tenggorokan

Salah satu gejala flu dan pilek yang utama yaitu tenggorokan gatal atau sakit. Untuk meringankan gejala ini, Anda bisa berkumur dengan ari garam hangat beberapa kali dalam sehari . Kemudian, minum air lemon hangat atau teh madu dan jahe untuk menghangatkan tubuh.

5. Bersihkan hidung

Lakukan teknik cuci hidung menggunakan larutan salin atau NaCl 0,9%. Ini bisa menjadi cara yang ampuh sekaligus aman untuk meredakan keluhan hidung berair atau hidung tersumbat.

6. Pengobatan

Anda dapat membeli beberapa obat flu dan pilek di apotek tanpa harus menyertakan resep dokter. Obat pilek yang tersedia pada umumnya berupa obat kombinasi seperti:

  • Pereda sakit atau nyeri misalnya parasetamol atau metampiron

  • Dekongestan hidung

  • Anti histamin

  • Obat batuk baik golongan penekan batuk atau mukolitik (pengencer dahak)

Beberapa suplemen juga terbukti efektif meredakan gejala pilek. Anda bisa mengonsumsi suplemen dengan kandungan Echinacea, Vitamin C, dan Zinc.

Baca juga: Mengenal Ciri-Ciri Flu Singapura, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

(MSD)