Perbedaan Hikayat dan Cerpen, dari Tema Sampai Gaya Bahasanya

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hikayat dan cerpen merupakan karya sastra yang disusun dengan tema, latar, tokoh, dan alur tertentu. Terdapat beberapa perbedaan hikayat dan cerpen yang membuat keduanya memiliki ciri khas tersendiri.
Hikayat merupakan salah satu jenis cerita rakyat yang termasuk dalam sastra Melayu klasik. Sedangkan, cerpen merupakan karya sastra modern, sehingga kisah yang disampaikan lebih relevan dengan kehidupan zaman sekarang.
Selain dari jenis sastranya, ada perbedaan antara hikayat dan cerpen lainnya yang dapat diidentifikasi berdasarkan tema hingga gaya bahasa. Apa saja itu? Berikut informasinya.
Apa yang Dimaksud dengan Hikayat?
Mengutip buku CCM Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia oleh Tomi Rianto, hikayat merupakan karya sastra yang mengisahkan kehidupan dari keluarga istana, kaum bangsawan, atau orang-orang ternama dengan segala kehebatan, kesaktian, juga kepahlawanannya.
Kehidupan yang digambarkan dalam hikayat umumnya juga berhubungan dengan kesaktian, mitologi, dan pengalaman-pengalaman penuh bahaya.
Hikayat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
Hikayat rekaan: Menceritakan tentang kehidupan istana yang mewah dan tokoh-tokohnya selalu berakhir bahagia.
Hikayat sejarah: Menceritakan kehidupan suatu kerajaan atau dinasti.
Hikayat biografi: Berlatar belakang sejarah atau peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya tetapi tidak lepas dari unsur fiktif. Beberapa contoh cerita hikayat populer antara lain Hikayat Hang Tuah, Hikayat Amir Hamzah, dan Hikayat Panji Semirang.
Ciri-Ciri Hikayat
Menggunakan bahasa Melayu lama.
Istana sentris, artinya pusat cerita berada di dalam lingkungan istana.
Pralogis, artinya banyak cerita hikayat yang tidak masuk akal.
Statis, bersifat kaku dan tetap.
Baca juga: Karakteristik Teks Hikayat beserta Contoh Singkatnya
Apa yang Dimaksud dengan Cerpen?
Sesuai namanya, cerpen atau cerita pendek adalah jenis karya sastra yang memaparkan kisah kehidupan manusia melalui tulisan singkat. Berbeda dengan novel yang terdiri dari 40.000 lebih kata, jumlah kata dalam cerpen tidak lebih dari 10.000 kata. Karena itu, cerpen tidak hanya bisa ditemukan di buku, tetapi juga di media lain seperti majalah atau koran.
Dikutip dari buku Rambu-Rambu Menulis Cerpen tulisan Ainun Masruroh, karena memiliki alur cerita yang lebih pendek daripada novel, cerpen cenderung kurang kompleks. Cerpen hanya akan berpusat pada satu plot atau kejadian tunggal dengan jumlah tokoh yang terbatas.
Kisah yang diangkat dalam cerpen bisa berupa cerita fiktif alias khayalan atau terinspirasi dari cerita nyata. Biasanya, tema cerpen masih dekat dengan kehidupan sehari-hari, misalnya tentang persahabatan, asmara, dan keluarga.
Ciri-Ciri Cerpen
Tulisannya singkat, padat, dan jelas.
Tidak lebih dari 10.000 kata.
Habis dibaca dalam sekali duduk.
Menceritakan kehidupan sehari-hari tokoh.
Masalah yang ditampilkan hanya masalah utama.
Penokohannya sederhana dan tidak terlalu mendalam.
Memberi kesan mendalam bagi pembacanya.
Baca juga: 4 Contoh Teks Hikayat Pendek dan Penuh Makna
Perbedaan Hikayat dan Cerpen
Meski keduanya sama-sama berfungsi sebagai media untuk menyampaikan cerita, terdapat perbedaan antara cerpen dan hikayat dalam hal tema, latar, hingga gaya bahasa yang digunakan. Berikut penjelasannya:
1. Tema
Tema adalah inti cerita yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Hikayat cenderung mengangkat tema-tema epik seperti pertempuran antara kebaikan dan kejahatan, perjuangan pahlawan, dan lain-lain.
Tema yang diangkat dalam cerpen lebih beragam dan modern yang mencakup segala aspek kehidupan manusia, seperti cinta, persahabatan, komedi, sosial, lingkungan, hingga yang menyangkut tentang agama.
2. Latar
Latar merupakan waktu dan tempat di mana cerita berlangsung. Mengutip buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X oleh Tim Ganesha Operation, hikayat umumnya berlatar di istana atau tempat yang disucikan. Latar waktunya pun biasanya di zaman dahulu.
Berbeda dengan hikayat, cerpen memiliki latar yang lebih luas serta dapat mencakup berbagai tempat dan waktu, dari dunia nyata hingga dunia imajinatif.
Biasanya, latar disesuaikan dengan tema cerita yang ingin disampaikan. Misalnya, cerpen bertema tentang keluarga memiliki latar tempat rumah dan lingkungan sekitarnya.
3. Gaya Bahasa
Selain tema dan latar, perbedaan hikayat dan cerpen yang paling menonjol adalah gaya bahasanya. Hikayat menggunakan bahasa Melayu dengan kata-kata yang formal, kuno, dan sudah jarang digunakan saat ini. Banyak kata-kata metafora dan perumpamaan yang terkadang disampaikan dengan cara bersajak.
Sebaliknya, bahasa yang digunakan dalam cerpen lebih sederhana dan lebih modern tetapi tetap disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik cerita yang ingin disampaikan. Istilah yang digunakan masih dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga lebih mudah dipahami pembaca.
4. Alur
Alur diartikan sebagai rangkaian kejadian yang membentuk cerita. Meski ceritanya panjang dan kompleks, hikayat memiliki alur yang cenderung monoton. Cerita hikayat disampaikan secara runtut dengan alur maju (progresif).
Selain beralur maju, hikayat juga kerap menggunakan alur berbingkai, artinya di dalam cerita ada cerita lain. Alur berbingkai dalam hikayat biasanya disajikan dengan menghadirkan tokoh lain yang bercerita tentang suatu kisah.
Di sisi lain, alur cerpen lebih variatif, bisa berupa alur maju, mundur (flashback), atau campuran. Namun, cerita yang disampaikan tetap lebih singkat dan fokus pada satu peristiwa atau momen penting dalam kehidupan si karakter utama.
5. Tokoh
Seperti yang disebutkan, tema hikayat pada umumnya adalah kehidupan kerajaan atau kepahlawanan. Tokoh-tokoh yang diceritakan masih berhubungan dengan tema tersebut, seperti raja, pahlawan, atau ksatria. Sementara tokoh pada cerita pendek adalah orang biasa untuk mencerminkan keberagaman karakter manusia yang realistis.
6. Sudut Pandang
Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam menyampaikan ceritanya. Hikayat biasanya menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu, di mana penulis atau pengarang mengetahui semua peristiwa, tokoh, dan tindakan yang dilakukan tokoh tersebut.
Lain halnya dengan cerpen yang bisa menggunakan sudut pandang orang pertama, kedua, maupun ketiga. Ini disesuaikan dengan tema cerita dan keputusan penulis sendiri.
7. Pengarang
Pengarang hikayat sering kali anonim alias tidak diketahui. Ini seolah sudah menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun. Sementara cerpen umumnya ditulis oleh pengarang yang dapat diidentifikasi.
Baca juga: Struktur Cerpen: Pengertian, Fungsi dan Contohnya
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa persamaan antara hikayat dan cerpen?

Apa persamaan antara hikayat dan cerpen?
Hikayat dan cerpen sama-sama merupakan karya sastra yang disusun dengan tema, latar, tokoh, dan alur tertentu.
Apa perbedaan hikayat dan cerpen dalam segi kebahasaan?

Apa perbedaan hikayat dan cerpen dalam segi kebahasaan?
Hikayat menggunakan bahasa Melayu yang kuno dan sudah jarang digunakan, sedangkan cerpen menggunakan bahasa yang lebih modern.
Apa perbedaan hikayat dan cerpen dari segi latar?

Apa perbedaan hikayat dan cerpen dari segi latar?
Hikayat umumnya berlatar di istana, sedangkan cerpen dapat mencakup berbagai tempat.
