Perbedaan Kabel Straight dan Cross dalam Ranah Komputer

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pengurutan kabel LAN dikenal dua macam kabel, yakni kabel straight dan cross. Keduanya dipasang sesuai dengan urutan nomor dan warna tertentu.
Pada kabel straight (lurus), urutan ujung yang satu harus sama persis dengan ujung lainnya. Sementara pada kabel cross (silang), urutannya bisa disilangkan. Misalnya nomor urut 1 dengan nomor urut 3 dan nomor urut 2 dengan nomor urut 6.
Jadi, urutan kabel straight dan cross yang dipakai sebenarnya hanyalah kabel nomor 1,2,3, dan 6. Sementara kabel nomor 4,5,7, dan 8 tidak dipakai atau hanya dijadikan sebagai cadangan dalam koneksi LAN.
Perbedaan kabel straight dan cross bisa dilihat dari fungsi dan pemakaiannya. Agar lebih memahaminya, simaklah uraiannya dalam artikel berikut ini.
Perbedaan Kabel Straight dan Cross
Kabel straight adalah jenis kabel yang biasa digunakan untuk menghubungkan beberapa unit komputer melalui perantara HUB/Switch yang berfungsi sebagai konsentrator dan repeater. Ada dua ujung kabel yang terdiri dari warna putih-oranye, oranye, putih-hijau, biru, putih-biru, hijau, putih-coklat, dan coklat.
Sementara kabel cross biasanya digunakan untuk komunikasi antar komputer tanpa perantara HUB/Switch. Jenis kabel ini bisa digunakan untuk melakukan cascade HUB jika diperlukan.
Perbedaan antara kabel straight dan cross dapat dilihat dari fungsi, urutan, dan pemakaiannya. Dirangkum dari laman Bridgehead IT, berikut uraiannya:
1. Fungsi utama
Kabel straight digunakan untuk menghubungkan dua perangkat berbeda yang memiliki jenis port sama. Misalnya komputer ke switch, router ke switch, dan komputer ke modem.
Sementara kabel cross digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama, namun memiliki jenis port berbeda. Contohnya, yaitu komputer ke komputer, switch ke switch, dan router ke router.
2. Urutan kabel
Pada kabel straight, urutan pin yang digunakan di kedua ujungnya sama persis. Artinya, pin 1 di konektor transmit akan dihubungkan dengan pin 1 di konektor receiver,dan seterusnya.
Sementara pada kabel cross, urutan pin di kedua ujungnya dipasang berbeda. Biasanya, pin 1 di bagian ujung kabel akan dihubungkan dengan pin 3, pin 2 dengan pin 6, pin 3 dengan pin 1, dan seterusnya. Kabel nomor urut 4,5,7, dan 8 tidak dipakai dan hanya dijadikan cadangan dalam koneksi LAN.
3. Penggunaan umum
Kabel straight umumnya digunakan dalam lingkungan jaringan yang lebih besar, di mana perangkat-perangkat yang terhubung memiliki jenis port yang sama. Sementara kabel cross digunakan dalam pengaturan peer-to-peer (P2P), di mana perangkat-perangkat yang terhubung memiliki jenis port yang berbeda.
Baca juga: 5 Fungsi Kabel UTP dan Jenis-Jenisnya
Metode Pemasangan Kabel Straight dan Cross
Kabel straight dan cross memiliki metode pemasangan yang berbeda. Sesuai dengan namanya, kabel straight akan dipasang lurus, sedangkan kabel cross dipasang bersilangan. Berikut urutan nomor masing-masing kabelnya:
1. Kabel straight
Pemasangan kabel straight dilakukan dengan mengikuti standar TIA/EIA 568A dan TIA/EIA 568B. Pada jenis kabel ini, urutan tiap ujungnya (receive dan transmit) harus sama persis. Berikut urutan nomornya yang bisa Anda simak:
Ujung konektor 1 dan 2 TIA/EIA 568A : Putih Hijau, Hijau, Putih Oranye, Biru, Putih Biru, Oranye, Putih Coklat, Coklat
Ujung konektor 1 dan 2 TIA/EIA 568B: Putih Jingga, Oranye, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat
2. Kabel cross
Kabel cross adalah kombinasi antara standar TIA/EIA 568A dan TIA/EIA 568B. Pada jenis kabel ini, urutan warna antara ujung satu dengan ujung lainnya tidak berurutan karena terdapat penyilangan.
Berikut urutannya dari pin 1-8 yang dikutip dari buku Mengenal Wifi, Hotspot, LAN, dan Sharing Internet karya M. Agus (2008):
Ujung konektor 1 (TIA/EIA 568A): Putih hijau, hijau, putih oranye, biru, putih biru, oranye, putih coklat, dan coklat.
Ujung konektor 2 (TIA/EIA 568B): Putih oranye, oranye, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, dan coklat.
Kelebihan dan Kekurangan Kabel Straight dan Cross
Kabel straight dan cross tergolong sebagai kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal pemakaian.
Dikutip dari Media Transmisi Telekomunikasi karya Sugeng Purbawanto (2020), berikut uraiannya:
1. Kelebihan
Harga kabel terbilang murah dibandingkan kabel jaringan lainnya.
Instalasi atau pemasangan kabel UTP mudah.
Pemeliharaan kabel jaringan UTP terkenal mudah.
Ukuran konektor dan kabel UTP relatif kecil dengan diameter sebesar 0,43 cm. Sehingga, kabel ini cenderung fleksibel dan dapat mempermudah pembuatan saluran kabel.
Kerusakan yang terjadi pada salah satu saluran kabel jaringan UTP tidak akan mengganggu jaringan secara keseluruhan.
2. Kekurangan
Kabel jaringan UTP rentan terhadap efek interferensi elektromagnetik yang berasal dari media atau perangkat lain.
Jarak jangkauan kabel jaringan UTP hanya 100 meter, sehingga sangat terbatas dan kalah jika dibandingkan dengan kabel jaringan jenis coaxial.
Adanya kemungkinan dapat dengan mudah disadap.
Beberapa kalangan banyak yang mengeluhkan transmisi data dari kabel jaringan UTP cenderung lambat.
Diperlukan perangkat tambahan berupa pipa plastik atau pipa alumunium dan instalasinya demi memaksimalkan fungsi kabel jaringan UTP.
Baca juga: Warna Kabel UTP dalam Jaringan
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi kabel straight dan cross?

Apa fungsi kabel straight dan cross?
Kabel straight digunakan untuk menghubungkan dua perangkat berbeda yang memiliki jenis port sama. Misalnya komputer ke switch, router ke switch, dan komputer ke modem. Sementara kabel cross digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama, namun memiliki jenis port berbeda.
Bagaimana urutan kabel cross?

Bagaimana urutan kabel cross?
Ujung konektor 1 (TIA/EIA 568A): Putih hijau, hijau, putih oranye, biru, putih biru, oranye, putih coklat, dan coklat.
Apa kekurangan kabel cross?

Apa kekurangan kabel cross?
Mudah disadap oleh hacker.
