Konten dari Pengguna

Perbedaan Sel Volta dan Sel Elektrolisis pada Elektrokimia

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kimia. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kimia. Foto: Unsplash

Dalam sel elektrokimia, baik pada sel volta maupun sel elektrolisis sama-sama digunakan elektroda, yaitu katoda, anoda, dan larutan elektrolit. Namun, ternyata ada perbedaan sel volta dan sel elektrolisis yang cukup bertolak belakang.

Sel elektrokimia sendiri merupakan sel yang mengubah energi listrik menjadi kimia atau sebaliknya. Sel elektrokimia banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam proses pemurnian logam, penyepuhan logam, dan pada berbagai peralatan elektronika.

Sebelum membahas lebih lanjut perbedaan dari sel volta dan sel elektrolisis, pahami dulu pengertian masing-masing jenis sel elektrokimia tersebut.

Apakah yang Dimaksud dengan Sel Volta?

Ilustrasi kimia. Foto: Pixabay

Sel volta adalah sel elektrokimia yang menghasilkan arus listrik dari reaksi kimia berupa reaksi redoks spontan. Rangkaian sel ini ditemukan oleh ilmuwan asal italia bernama Alessandro Volta dan Luigi Galvani. Karena itu, sel volta juga disebut dengan sel galvani.

Mengutip Buku Ajar Energi dan Elektrifikasi Pertanian oleh Anang Supriadi Saleh dan Amal Bahariawan, sel volta terdiri dari elektroda tempat berlangsungnya reaksi oksidasi yang disebut anoda (electrode negative) dan tempat berlangsungnya reaksi reduksi yang disebut katoda (electrode positive).

Secara sederhana, prinsip kerja sel volta adalah sebagai berikut:

  • Energi hasil dari reaksi diubah menjadi energi listrik.

  • Reaksi yang berlangsung adalah reaksi redoks.

  • Pada katoda terjadi reduksi dan merupakan kutub positif.

  • Pada anoda terjadi oksidasi dan merupakan kutub negatif.

Adapun contoh pemanfaatan sel volta dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

  • Baterai kering seng-karbon

  • Baterai alkaline

  • Baterai merkuri

  • Baterai perak oksida

  • Baterai litium-tionil klorida

  • Aki

Baca juga: Fungsi Jembatan Garam dalam Sel Volta dalam Pelajaran Kimia

Apa Itu Sel Elektrolisis?

Ilustrasi kimia. Foto: Pixabay

Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang dapat mengubah energi listrik menjadi reaksi kimia untuk menjalankan reaksi redoks tidak spontan. Sel elektrolisis bekerja dengan menghubungkan kutub negatif dari sumber arus searah ke katode dan kutub positif ke anode, sehingga reaksi reduksi dan oksidasi tidak spontan dapat berlangsung.

Dalam proses tersebut, elektron akan mengalir dari katode ke anode. Ion-ion positif cenderung tertarik ke katode dan tereduksi, sedangkan ion-ion negatif tertarik ke anode dan teroksidasi.

Mengutip buku Belajar Kimia Praktis dan Menyenangkan untuk SMA Kelas XII IPA tulisan Sini Aliyah, aplikasi sel elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari meliputi:

  • Proses penyepuhan logam (elektroplating), yaitu melapisi logam dengan logam lain yang lebih berharga.

  • Pemurnian logam.

  • Menghitung konsentrasi ion logam dalam suatu larutan.

  • Memperoleh unsur-unsur logam, halogen, gas hidrogen, dan gas oksigen.

Baca juga: 2 Contoh Soal Elektrolisis untuk Persiapan Ulangan Kimia

Perbedaan Sel Volta dan Sel Elektrolisis

Ilustrasi reaksi kimia. Foto: Pixabay

Perbedaan antara sel volta dan sel elektrolisis dapat diamati dari jenis reaksi, jenis muatan elektroda, hingga kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Jenis Reaksi

Seperti yang dijelaskan, sel volta melibatkan reaksi spontan. Reaksi oksidasi terjadi di anoda (elektroda negatif) dan reaksi reduksi terjadi di katoda (elektroda positif). Proses ini menghasilkan arus listrik sebagai hasil aliran elektron dari anoda ke katoda.

Sebaliknya, sel elektrolisis melibatkan reaksi non-spontan yang memerlukan energi listrik eksternal untuk bisa terjadi. Pada sel elektrolisis, reaksi oksidasi terjadi di anoda (elektroda positif) dan reduksi terjadi di katoda (elektroda negatif).

Proses ini mendorong aliran arus listrik dari katoda ke anoda melalui larutan elektrolit.

2. Jenis Muatan Elektroda

Jenis muatan elektroda sel volta dan sel elektrolisis juga berbeda. Mengutip buku Kimia Itu Asyik oleh Sri Purnawati, dalam sel volta, reaksi oksidasi berarti reaksi dilepaskannya elektron oleh atom, molekul, atau ion. Reaksi ini terjadi di anoda, sehingga anoda disebut sebagai kutub negatif.

Sementara, reaksi reduksi berarti reaksi diperolehnya elektron. Reaksi nin terjadi pada katoda sehingga katoda disebut juga sebagai kutub positif. Agar lebih mudah mengingatnya, jenis muatan elektroda pada sel volta dapat disingkat dengan KPAN (Katoda Positif Anoda Negatif).

Ilustrasi kimia. Foto: Unsplash

Di sisi lain, dalam sel elektrolisis, reaksi reduksi berlangsung di katoda dan reaksi oksidasi berlangsung di anoda. Kutub negatif sumber arus mengarah pada katoda dan kutub positif sumber arus mengarah pada anoda.

Proses tersebut mengakibatkan katoda memiliki muatan negatif dan menarik kation-kation yang akan tereduksi menjadi endapan logam. Sementara itu, anoda bermuatan positif dan menarik anion-anion yang akan tereduksi menjadi gas. Jenis muatan elektroda pada sel elektrolisis sering disingkat dengan KNAP (Katoda Negatif Anoda Positif).

3. Perubahan Energi

Perbedaan sel volta dan sel elektrolisis yang paling mencolok adalah perubahan energinya. Sel volta mengalami perubahan energi kimia menjadi listrik yang diawali dengan terjadinya reaksi reduksi dan oksidasi.

Sementara itu, sel elektrolisis memanfaatkan energi listrik untuk menjalankan reaksi tidak spontan. Energi yang dialirkan ke sel digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi kimia.

4. Kegunaan

Dalam kehidupan sehari-hari, sel volta sering dimanfaatkan untuk perangkat yang memerlukan pasokan energi listrik, seperti baterai konvensional untuk menyalakan alat elektronik dan aki untuk menghidupkan kendaraan.

Sementara itu, sel elektrolisis banyak digunakan dalam bidang industri, misalnya dalam pembuatan gas, proses penyepuhan logam, dan proses pemurnian logam.

Baca juga: Contoh Soal Sel Volta Lengkap dengan Penerapannya dalam Kehidupan

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa persamaan antara sel volta dan sel elektrolisis?
chevron-down

Baik pada sel volta maupun sel elektrolisis sama-sama digunakan elektroda, yaitu katoda, anoda, dan larutan elektrolit.

Apa perbedaan sel volta dengan sel galvani?
chevron-down

Sel galvani merupakan nama lain dari sel volta.

Apa contoh aplikasi sel volta dalam kehidupan sehari-hari?
chevron-down

Dalam kehidupan sehari-hari, sel volta sering dimanfaatkan untuk perangkat yang memerlukan pasokan energi listrik, seperti baterai konvensional untuk menyalakan alat elektronik dan aki untuk menghidupkan kendaraan.