Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Fitrah dalam Islam

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zakat merupakan rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim. Para ulama mendefinisikannya sebagai pemberian yang wajib diberikan dari harta tertentu, menurut sifat-sifat dan ukurannya.
Dengan kata lain, zakat adalah sebagian kekayaan yang diambil dari milik seseorang dan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Islam. Hukumnya adalah wajib, sebagaimana tertuang dalam hadits berikut ini:
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan, sebanyak satu sha’ (¾) liter dari makanan kurma atau syair (gandum) atas tiap-tiap orang merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan Muslim.” (HR. Bukhari Muslim)
Selain zakat fitrah, ada juga zakat yang diwajibkan dalam Islam yaitu zakat mal. Apa perbedaan zakat mal dan zakat fitrah? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.
Pengertian Zakat Mal dan Zakat Fitrah
Untuk mengetahui perbedaan zakat mal dan zakat fitrah, Anda perlu memahami pengertiannya terlebih dahulu. Dirangkum dari buku Fikih untuk Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah karya Hasbiyallah, berikut penjelasannya:
1. Zakat Mal
Zakat mal adalah jenis zakat yang ditunaikan ketika seseorang memiliki harta yang telah mencapai nisab atau haul. Zakat yang dikeluarkan tentu sesuai dengan aturan dan perhitungan yang telah ditetapkan dalam Islam.
Para ulama mengatakan bahwa kewajiban mengeluarkan zakat mal ditentukan berdasarkan nishab atau batas minimal jumlah hartanya. Jenis zakat ini keluarkan setiap setahun sekali ketika harta seseorang telah mencapai nisabnya.
Mengutip buku Tuntunan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya karya M. Nielda dkk., zakat mal hanya diwajibkan atas orang kaya yang memiliki harta berlebih. Tujuannya, yaitu untuk menyucikan harta yang dimiliki sekaligus membersihkannya dari keharaman.
2. Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan setiap Muslim setelah menjalankan puasa Ramadhan. Zakat ini dikeluarkan dengan jumlah takaran yang sama bagi semua orang, yakni 1 sha’.
Para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan besaran 1 sha’. Imam Maliki berpendapat bahwa 1 sha’ sama dengan 2,7 kg, sedangkan Imam Syafi’i dan Hambali mengatakan setara dengan 2,75 kg. Lalu, menurut Imam Hanafi adalah 3,8 kg.
Waktu mengeluarkan zakat fitrah ditentukan secara khusus, yaitu mulai masuknya bulan Ramadhan sampai masuk bulan Syawal. Batas maksimalnya yaitu sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan.
Zakat fitrah diwajibkan atas semua umat Muslim tanpa batasan tertentu. Tujuan mengeluarkan zakat fitrah yaitu untuk membersihkan jiwa dan badan dari dosa-dosa.
Baca juga: Cara Menghitung Zakat Penghasilan dan Pihak yang Berhak Menerimanya
Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Perbedaan zakat fitrah dan zakat mal dapat diamati dari beberapa aspek seperti takaran, sebab pelaksanaan, bentuk zakat yang dikeluarkan, dan waktu pelaksanaannya. Simak penjelasan berikut agar lebih paham:
1. Sebab dilaksanakannya
Seperti disebutkan sebelumnya, zakat fitrah dijalankan untuk membersihkan jiwa dan badan dari dosa-dosa yang dilakukan. Sementara zakat mal bertujuan untuk menyucikan harta yang dimiliki sekaligus membersihkan harta dari keharaman.
2. Takaran
Zakat mal dikeluarkan ketika harta seseorang telah mencapai nishabnya. Maka, masing-masing orang akan memiliki takaran zakat yang berbeda.
Misalnya nishab untuk emas adalah 85 gram dan zakatnya sebesar 2,5%. Sedangkan nishab untuk perak adalah 200 dirham atau setara dengan 672 gram dengan besaran zakat 2,5%.
Maka, jika seorang Muslim memiliki emas sejumlah 200 gram, ia harus mengeluarkan zakat 2,5% darinya. Besaran zakat yang dikeluarkan yaitu senilai emas 3,75 gram.
Sementara zakat fitrah dikeluarkan oleh Muslim setiap tahunnya dengan besaran 1 sha’. Jumhur ulama sepakat mengatakan bahwa 1 sha setara dengan 3,5 liter beras.
3. Bentuk zakat yang dikeluarkan
Zakat mal dikeluarkan dalam bentuk uang. Jenis zakat ini disebut sebagai pembersih dari harta yang dimiliki seseorang.
Sementara zakat fitrah bisa dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok seperti beras, gandum, kurma, dan lain sebagainya. Umat Muslim juga diperbolehkan menggantikannya dengan uang senilai makanan pokok tersebut.
4. Waktu mengeluarkannya
Mengutip buku Bunga Rampai: Zakat dan Wakaf karya Sri Oftaviani, dkk (2018), zakat fitrah dan zakat mal sama-sama dikeluarkan setahun sekali. Namun, waktu pelaksanaannya sedikit berbeda.
Zakat fitrah dikeluarkan saat masuknya bulan Ramadhan sampai masuk bulan Syawal. Batas maksimalnya, yaitu sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan. Sementara zakat mal dikeluarkan ketika harta seseorang sudah mencapai nishabnya.
Baca juga: Cara Menghitung Zakat Perdagangan, Pengertian, dan Syaratnya
Kesamaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Di balik perbedaannya, ada juga kesamaan yang terlihat antara zakat fitrah dan zakat mal, yaitu diberikan kepada 8 golongan orang yang berhak. Nantinya, zakat akan disalurkan secara merata oleh amil zakat.
Dalam Islam, 8 golongan penerima zakat ini disebut sebagai ashnaf. Dikutip dari buku 10 Malam Akhir Ramadhan karya Dr. Shabri Shaleh (2021), berikut uraiannya:
Fakir: orang yang tidak memiliki harta
Miskin: orang yang penghasilannya tidak mencukupi
Riqab: hamba sahaya atau budak
Gharim: orang yang memiliki banyak utang
Mualaf: orang yang baru masuk Islam
Ibnu sabil: musyafir dan para pelajar perantauan
Amil zakat: panitia penerima dan pengelola dana zakat
Baca juga: Cara Menghitung Zakat Fitrah Termudah
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis zakat yang diwajibkan dalam Islam?

Apa saja jenis zakat yang diwajibkan dalam Islam?
Zakat mal dan zakat fitrah.
Apa tujuan zakat fitrah?

Apa tujuan zakat fitrah?
Untuk membersihkan jiwa dan badan dari dosa-dosa yang dilakukan.
Berapa besaran 1 sha?

Berapa besaran 1 sha?
Jumhur ulama sepakat mengatakan bahwa 1 sha setara dengan 3,5 liter beras.
