Merangkum Fase Ketiga dari MCU

Play Stop Rewatch, Jakarta - Memasuki fase puncaknya di mana Infinity Saga akan diakhiri dengan para Avengers melawan Thanos. Marvel tentunya tidak bosan-bosannya untuk mengenalkan karakter baru dan perjalanan Infinity Stones lainnya.
Captain America: Civil War (2016)
Fase ketiga dimulai dengan arc yang paling ikonik, yaitu Civil War, di mana para superhero terbagi menjadi dua kelompok. Mengadaptasi cerita Civil War, penutup trilogi Captain America ini dibuat dengan tujuan memecah belah Avengers dan mempertemukan para superhero lainnya dalam satu plot.
Dengan absennya Thor dan Hulk, Civil War masih mampu memberikan adegan pertarungan yang sangat keren. Tidak lupa juga, di film ini Spider-Man dan Black Panther dikenalkan pertama kali.
Walaupun tidak bersinggungan dengan Infinity Stones sama sekali, setidaknya film ini berhasil memecah belah para fans menjadi dua kubu, #TeamCapt dan #TeamIronman. Tidak hanya itu saja, resolusi dari Civil War bagi Marvel adalah melakukan teasing kepada film solo Black Panther dan Spider-Man: Homecoming.
Doctor Strange (2016)
Origin superhero yang akan memperkenalkan Marvel ke dalam dunia Mystical Arts. Selayaknya pengenalan akan superhero baru, Doctor Strange harus berlatih dari 0 hingga bisa menguasai kemampuannya.
Di sinilah Time Stone diperkenalkan pertama kali berada di Eye of Agamotto. Bahkan, Doctor Strange menggunakannya untuk mengalahkan Dormammu dan Kaecilius. Setelahnya, Strange menjadi bertanggung jawab untuk menjaga Time Stone dan bumi dari ancaman supranatural.
Mordo yang awalnya merupakan ally, di akhir cerita ia kecewa karena sudah dibohongi oleh Ancient One dan berencana untuk membasmi semua penyihir yang corrupted. Jelas sekali, plot ini akan dikembangkan untuk sekuelnya nanti. Kemudian, di post-credit, Doctor Strange berbicara dengan Thor yang sedang mencari Odin menunjukan bahwa pada Thor: Ragnarok, Doctor Strange akan hadir kembali.
Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)
Sekuel dari Guardians of the Galaxy yang harusnya sangat berpotensial melihat kehebatan Ego the Living Planet, ayah dari Peter Quill, malah menjadi sebuah film drama keluarga rasa superhero.
Konflik keluarga antara Peter Quill dengan ayahnya, Gamora dengan Nebula terhadap Thanos, dan Yondu yang sudah menganggap Peter Quill seperti anaknya. Namun, kematian Yondu di film ini berhasil menjadi salah satu adegan tersedih sepanjang film Marvel.
Hal yang kita dapat dari film ini sungguh banyak sekali untuk potensi Marvel ke depannya, namun tidak terlalu banyak yang berhubungan dengan Infinity Saga. Ambil saja sebagai contoh, Kraglin yang mewarisi kemampuan Yondu, anggota Guardians of the Galaxy terdahulu, Nebula yang sudah berdamai dengan Gamora tapi tetap ingin membunuh Thanos, merekrut Mantis ke dalam timnya, dan tentunya Adam Warlock pada post-credit.
Spider-Man: Homecoming (2017)
Sebuah film origin superhero yang tidak akan lagi mengulang kejadian paman Ben meninggal ataupun digigit laba-laba radioaktif. Homecoming seperti berada di film coming of age, di mana Peter Parker ingin menunjukan dirinya mampu bisa bersanding dengan anggota Avengers lainnya sebagai superhero.
Sayangnya, di film ini sungguh tidak bersingungan sama sekali dengan Infinity Saga dan mungkin bisa dilewatkan. Namun, sayang untuk dilewatkan jika kalian ingin melihat satu-satunya villain yang berhasil mengetahui identitas Spider-Man dengan mudahnya.
Kemunculan Tony Stark di sini juga menjadi nilai tambah di sini walaupun tidak dieksploitasi oleh Marvel. Fitur-fitur baru yang keren dari kostum barunya Spider-Man ditunjukan di sini potensinya. Apalagi di ending film ini kita diperlihatkan salah satu kostum terbaik Spider-Man, yaitu Iron Spider.
Post-credit dari film ini memberikan petunjuk akan villain berikutnya, yaitu Scorpion. Namun, sepertinya Scorpion dilupakan oleh Marvel karena sekuelnya memperlihatkan Mysterio sebagai villain.
Thor: Ragnarok (2017)
Lebih tepat jika film ini dibilang rebranding dari Thor. Lupakan dua film sebelumnya karena kita akan menyaksikan sebuah film yang jauh berbeda dari segi apapun. Melihat bagaimana Sif dan Warrior of Three dilupakan semudah itu seakan-akan tidak mengindahkan peran mereka di dua film sebelumnya.
Parahnya lagi, Loki dan Thor dibuat sangat komikal sekali, tidak lupa dengan karakter Bruce Banner (atau Hulk yang bisa berinteraksi dengan normal) yang menjadi komikal juga. Keseriusan pada dua film sebelumnya hilang dan memiliki kesan seperti film Guardians of The Galaxy.
Hela, villain utama dari film ini menjadi salah satu villain yang kuat karena Thor yang sudah menguasai kemampuan petirnya bahkan tidak mampu mengalahkannya. Sepertinya kehancuran Asgard di sini selain untuk mendramatisi ceritanya, juga menjadi plot device agar Tesseract bisa diambil oleh Loki yang mengakibatkan adegan pembuka dari Infinity War.
Tidak lupa juga bahwa fungsi film ini adalah mengembalikan Hulk ke bumi dan adegan ending menjadi adegan pembuka di Infinity War.
Black Panther (2018)
Ketika film ini rilis, banyak teori bahwa Soul Stone akan dimunculkan pada film ini. Sayangnya, semua itu terbantahkan karena tidak ada Soul Stone atau Infinity Stones manapun yang muncul di film ini.
Film ini murni menceritakan origin dari Black Panther pasca-Civil War. Salah satu film yang disandingkan dengan The Winter Soldier dari sisi manapun, bahkan film ini berhasil memenangkan beberapa piala Oscars dan memberikan semangat kepada orang kulit hitam dapat berkarya di industri Hollywood.
Fungsi dari film ini hanyalah untuk membuat dunia tahu akan kehadiran Wakanda. Pastinya, impact yang paling berasa adalah ketika Tony Stark memiliki armor Bleeding Edge dari nanotech Wakanda. Lalu, Heart Shaped Herbs yang menjadi sumber kekuatan Black Panther sudah habis, sehingga T'Challa adalah Black Panther terakhir.
Infinity War (2018)
Puncak klimaks dari Infinity Saga di mana Thanos lebih banyak memiliki screentime dibanding karakter Avengers lainnya. Infinity War lebih fokus kepada Thanos, di mana ia mencari seluruh Infinity Stones.
Tidak lupa juga mengumpulkan beberapa superhero dalam satu sekuens. Thanos berhasil mengalahkan seluruh karakter utama pada film ini yang mengakibatkan untuk pertama kalinya Avengers kalah.
Sayang, Black Order tidak terlalu di-highlight karena Russo Brothers ingin membuat Thanos jadi spotlight dalam film ini. Terlepas dari action-sequences yang ciamik dari tim Avengers di planet Titan, sayang sekali adegan perang di Wakanda tidak terlalu menarik sama sekali, apalagi dengan ketidakhadiran Hulk di dalamnya.
Setelah beberapa karakter mengalami decimation, film ini ditutup dengan dramatisir dan sangat amat yakin dapat membuat penonton terpelongo. Tidak lupa, post-credit dari film ini menampilkan adegan Fury yang pastinya akan memperkenalkan karakter terkuat di Avengers nantinya, yaitu Captain Marvel.
Ant-Man and The Wasp (2018)
Sekuel dari Ant-Man yang memiliki setting pasca-Civil War, di mana Scott Lang menjadi tahanan rumah karena aksinya membantu buronan Captain America. Sama seperti film pertamanya, film ini masih bertemakan heist, namun kali ini Scott Lang dibantu oleh Hope yang dapat berubah menjadi The Wasp.
Tujuan utama dari film ini adalah menolong istri dari Hank Pym yang terjebak di dalam Quantum Realm. Satu-satunya orang yang bisa membantunya adalah Scott Lang yang secara langsung terkoneksi karena ia pernah berada di dalamnya ketika akan mengalahkan Yellow Jacket di film pertamanya.
Seperti standar film superhero biasanya, rencana tidak selalu berjalan mulus karena tentu saja ada villain bernama Ghost yang juga ingin menggunakan teknologi yang sama untuk mengembalikan keadaannya yang tidak bisa mematerialisasikan dirinya sendiri.
Untungnya, film ini berakhir dengan happy ending untuk semua pihak, bahkan bisa mengembalikan Janet dari Quantum Realm. Kepentingan dari film ini untuk bisa tie-in ke Avengers: Endgame terletak pada post-credit-nya, di mana Scott Lang harus terjebak di dalam Quantum Realm karena Janet, Hope, dan Hank Pym terkena decimation Thanos. Peran Scott Lang inilah yang menjadi teori bahwa Quantum Realm akan berperan penting untuk mengembalikan decimation Thanos.
Captain Marvel (2019)
Film ini berada jauh ke belakang, bahkan terjadi jauh sebelum Ironman pertama. Yang jelas, Nick Fury belum menjadi direktur S.H.I.E.L.D. Menceritakan invasi alien pertama kalinya yang berhasil dideteksi oleh S.H.I.E.L.D, yang akhirnya menjadi cikal bakal terbentuknya Avengers Initiatives.
Menceritakan origin dari karakter Captain Marvel yang memiliki chemistry yang cukup baik dengan Nick Fury pada masanya. Ternyata, Tesseract cukup berperan penting pada film ini karena salah satu sumber kekuatan Carol Danvers adalah Tesseract.
Setelah melihat aksi menarik dari Captain Marvel, film harus diselesaikan dengan Carol Danvers membantu Skrulls mencari planet baru untuk tempat tinggalnya. Tidak lupa juga untuk meninggalkan device untuk memanggil Carol Danvers ketika bumi berada dalam masalah darurat.
Sejauh film ini berjalan, hal yang menarik hanya terletak pada post-credit. Carol Danvers untuk pertama kalinya berinteraksi dengan anggota Avengers tersisa di bumi yang pastinya juga adegan ini akan menjadi pembuka dari Avengers: Endgame.
#CutiBersamaEndgame
Untuk menyambut Endgame, Play Stop Rewatch akan memberikan tiket gratis Premiere XXI di hari pertama film Endgame akan rilis. Selain itu, kami juga mengampanyekan sebuah tagar #CutiBersamaEndgame yang filosofinya adalah kita rela untuk cuti dari kantor demi bisa menonton film Endgame di jam pertama tayang untuk menghindari spoilers.
Penulis: Andri
