Merangkum Fase Kedua dari MCU

Play Stop Rewatch, Jakarta - Setelah berhasil menyelamatkan dunia dari ancaman Chitauri di New York, Avengers mulai dikenal oleh masyarakat sedunia. Mulai memasuki fase kedua ini, Marvel juga mulai memperkenalkan superhero baru yang tentunya akan dilibatkan kembali pada film Avengers lainnya.
Ironman 3 (2013)
Film terakhir dari trilogi Ironman ditutup dengan suksesnya dalam pendapatan tapi tidak secara kritik. Awalnya, film ini diharapkan dapat memperkenalkan musuh bebuyutan Ironman, yaitu The Mandarin.
Sayangnya, Marvel menyulap Mandarin hanya menjadi sebuah lelucon belaka dan fokus kepada teknologi Extrimis. Tapi, jangan berekspetasi bahwa armor Bleeding Edge akan dibuat di sini, kalian perlu menunggu hingga Infinity War untuk bisa melihat Bleeding Edge walaupun bukan dari teknologi Extrimis.
Ironman 3 juga menunjukan bahwa Tony Stark mengalami PTSD setelah kejadian battle of New York. Walaupun ini hanyalah sub-plot minor, tapi pengembangan karakter inilah yang akan memicu lahirnya Ultron di Avengers: Age of Ultron nanti.
Jujur, film ketiga dari Ironman ini sebenarnya tidak terlalu penting dalam pengembangan cerita untuk Infinity Saga. Banyak hal yang disia-siakan di film ini. The Mandarin yang harusnya berpotensial jadi villain yang compeling malah jadi lelucon, Extrimis yang bisa dikembangkan lebih jauh lagi, Iron Patriot yang tidak akan kita pernah lihat lagi ke depannya, dan model-model armor Ironman lainnya yang harus bisa digunakan untuk hal lain, malah hanya menjadi fan service belaka.
Setidaknya, film ini menutup trilogi Ironman dengan sukses secara pendapatan.
Thor: The Dark World (2013)
Kembalinya Thor dari battle of New York, Thor bertanggung jawab untuk membawa kedamaian pada 9 realms. Sementara itu, Jane Foster harus bersinggungan dengan Aether atau Reality Stone.
Film ini berfungsi untuk mengenalkan perjalanan salah satu Infinity Stones. Hubungan antara Jane Foster dan Thor di sini merupakan hal terakhir yang bisa kita lihat karena kita tahu bahwa Natalie Portman tidak bersedia untuk memerankan karakter ini kembali.
Di sini juga kita bisa melihat pengembangan karakter Loki yang sebenarnya juga masih memiliki hati yang baik walaupun licik dan haus akan kekuasaan. Dua hal utama kenapa kita harus menonton film ini hanyalah adanya Aether dan Loki, sisanya tidak mengesankan sama sekali.
Resolusi dari film ini adalah menitipkan Aether kepada The Collector, yang merupakan teaser untuk Guardians of The Galaxy dan juga membuktikan bahwa Tesseract berada di Asgard.
Captain America: The Winter Soldier (2014)
Film Marvel pertama yang menjadi favorit di hati para fans karena berhasil membuat action sequences dan plot yang sangat bagus sekali. Walaupun film ini tidak berperan sama sekali dengan Infinity Saga, film ini berperan untuk memperkenalkan dua karakter superhero baru dan mengakhiri S.H.I.E.L.D.
Seperti yang kita tahu, The Winter Soldier menceritakan bahwa S.H.I.E.L.D sudah disusupi oleh Hydra sejak dahulu kala. Maka dari itu, Nick Fury dan Steve Rogers memutuskan untuk mengakhiri agensi ini untuk menghabisi Hydra sampai ke akar-akarnya.
Jika berharap akan kemunculan MODOK, maka kita harus kecewa karena ia muncul karena dalam bentuk A.I saja. Tapi, The Winter Soldier berhasil menjadi villain yang sebanding dengan Captain America, apalagi ketika ia mengetahui bahwa identitasnya adalah Bucky, sahabatnya sendiri ketika perang dunia kedua.
Sam Wilson atau Falcon juga diperkenalkan secara singkat namun memiliki peran yang cukup penting pada film ini. Tidak lupa juga dengan karakter Peggy Carter, yang sudah menua tentunya, yang reuni dengan Steve Rogers dan love interest-nya, Sharon Carter.
Fungsi film ini hanyalah menentukan nasib S.H.I.E.L.D untuk ke depannya dan mengenalkan beberapa karakter baru yang akan memiliki peran penting di film-film selanjutnya, terutama Falcon dan Winter Soldier. Terutama, post-credit film ini yang teasing dua karakter baru untuk film Age of Ultron, yaitu Quicksilver dan Scarlet Witch.
Guardians of The Galaxy (2014)
Film Guardians of the Galaxy adalah film yang akan meng-influence penggunaan bright colour wheel untuk seluruh film-film Marvel selanjutnya.
Seperti film origin pada umumnya, tentunya film ini berfungsi mengenalkan kelompok seperti Avengers tapi berada di luar angkasa. Bedanya, semua karakter utama di Guardians of The Galaxy akan sangat dekat untuk bersinggungan dengan villain utama dari Infinity Saga, bahkan Thanos pun memiliki screen time di sini.
Pertemuan para Guardians dengan The Collector di sini juga mengenalkan kita dengan sejarah Infinity Stones. Tidak hanya itu saja, Power Stone juga berperan penting dalam film ini karena menjadi barang yang diperebutkan oleh semua pihak di film ini.
Dari sini kita juga bisa mengetahui relasi antara Nebula, Gamora, dan Thanos yang merupakan seorang ayah dan anak angkat. Kenapa hubungan ini begitu difokuskan pada film ini, karena sub-plot ini akan berpengaruh penting untuk Infinity War nanti.
Kemudian, Peter Quill juga di-reveal merupakan keturunan setengah Celestial, yang kita tahu nantinya di sekuel adalah Ego The Living Planet. Tidak sampai di situ saja, nasib dari Power Stone nampaknya harus berakhir di Xandar.
Avengers: Age of Ultron (2015)
Age of Ultron adalah puncak dari fase ketiga MCU di mana akhirnya para superhero kembali berkumpul untuk mengambil Mind Stone yang berada di scepter Loki. Seperti yang kita tahu pada The Winter Soldier bahwa S.H.I.E.L.D disusupi Hydra, jelas pasti jika penelitian scepter tersebut digunakan Hydra untuk membuat senjata seperti Quicksilver dan Scarlet Witch.
Nah, karena kita tahu Tony Stark khawatir akan kejadian battle of New York terulang lagi, ia meminta tolong Bruce Banner membantunya untuk menggunakan Mind Stone dalam pembuatan Ultron yang selanjutnya kalian tahu apa yang terjadi dengannya.
Film ini sekaligus menjadi origin dari Vision dan Scarlet Witch walaupun sayang sekali Quicksilver harus dimatikan pada film ini demi plot device. Tidak hanya itu saja, Hulk Buster juga diperkenalkan di film ini untuk fan service.
Sayang sekali, hubungan antara Bruce Banner dan Black Widow sangat mengganggu cerita di film ini. Film ini diakhiri dengan hilangnya Hulk entah di mana, tentu saja fungsi sub-plot ini pasti akan dieksploitasi di film selanjutnya.
Sejak film ini lah, Avengers memiliki markas baru dengan memperkenalkan anggota barunya juga, yaitu Vision, Falcon, Scarlet Witch dan War Machine.
Ant-Man (2015)
Film origin lainnya untuk menutup fase kedua MCU. Film superhero rasa heist movies ini memperkenalkan karakter Ant-Man yang memiliki kekuatan dapat mengecil seperti semut dengan kekuatan seperti normalnya.
Hank Pym menjadi mentor dari Scot Lang sebagai Ant-Man untuk mencuri serum yang akan dijual untuk senjata. Hank Pym juga sempat bercerita mengenai istrinya sebagai Waps yang hilang ke dalam quantum realm, yang mana kita tahu Wasp akan diwarisi kepada anaknya, Hope Van Dyne.
Hal yang menarik dari film ini adalah adanya pertarungan antara Scott Lang dengan Falcon di markas Avengers. Sub-plot ini akan berperan penting untuk penutup trilogi dari Captain America nantinya.
Di film ini tidak menyinggung Infinity Stones, murni hanya ingin mengenalkan karakter Ant-Man. Yang menjadi penting di film ini adalah pengenalan akan quantum realm, sebuah konsep yang mungkin akan berperan penting di Endgame.
#CutiBersamaEndgame
Untuk menyambut Endgame, Play Stop Rewatch akan memberikan tiket gratis Premiere XXI di hari pertama film Endgame akan rilis. Selain itu, kami juga mengampanyekan sebuah tagar #CutiBersamaEndgame yang filosofinya adalah kita rela untuk cuti dari kantor demi bisa menonton film Endgame di jam pertama tayang untuk menghindari spoilers.
Untuk lebih lengkapnya, silahkan klik link berikut ini #CutiBersamaEndgame.
Penulis: Andri
