Perjalanan Thanos Mendapatkan Infinity Stones (Part 1)

Play Stop Rewatch, Jakarta - Menyambut Avengers: Endgame, Play Stop Rewatch akan membuat beberapa tulisan untuk mengulas kembali perjalanan semua infinity stones sepanjang film MCU.
Sebelum Thanos muncul pertama kali pada post-credits The Avengers, infinity stones sudah diperkenalkan lebih dahulu dari film Thor hingga Captain Marvel. Infinity Saga (nama resmi yang dinamakan Kevin Feige untuk 3 fase film MCU) ini akan berakhir pada Endgame.
Play Stop Rewatch akan membahas lengkap asal muasal dan perjalanan Infinity Stones pada film MCU.
Sejarah
Di film Guardians of The Galaxy, karakter yang bernama The Collector menjelaskan sejarah dari terbentuknya Infinity Stones. Jauh sebelum terbentuknya sebuah universe, ada terdapat 6 singularitas yang kemudian ketika ledakan Big Bang terjadi, sisa-sisa dari singularitas tersebut terkonsentrasi dan membentuk menjadi Infinity Stones yang kita kenal selama ini.
Karena Infinity Stones tersebut sangatlah kuat, yang mana masing-masing memiliki kekuatan untuk mengontrol elemennya sendiri. Tidak ada yang bisa menyentuh Infinity Stones dengan tangan kosong kecuali ras celestial. Maka dari itu, menjelaskan kenapa Infinity Stones selalu berada dalam wadah seperti Tesseract, Orbs, Scepters, atau Infinity Gauntlet-nya Thanos.
Infinity Gauntlet
Thanos merupakan satu-satunya non-celestial yang mampu memegang Infinity Stones dengan tangan kosong. Namun, tetap saja seorang Thanos tidak mampu mengontrol keenam Infinity Stones tanpa bantuan medium yang kuat.
Kemudian, Thanos datang ke Nidavelir, suatu planet yang berisikan dwarf raksasa yang memiliki pekerjaan untuk membuat senjata yang kuat seperti Mjolnir milik Thor. Thanos memaksa para dwarf untuk membuatnya sebuah sarung tangan untuk menampung kekuatan dari Infinity Stones. Setelahnya, ia membunuh semua dwarf tersebut kecuali Eitri yang harus kehilangan tangan sebagai ganti nyawanya.
Power Stone
Power Stone pertama kali diperkenalkan pada Guardians of The Galaxy. Dahulu kala, Power Stone digunakan oleh seorang Celestial bernama Eson sang pencari untuk memusnahkan seluruh peradaban. Entah bagaimana, Eson harus musnah karena kekuatan Power Stone ketika ia ingin memanfaatkan kekuatannya.
Kemudian Power Stone terlihat berada di dalam Orb metal dan tersembunyi di planet Morag. Lalu, Thanos mengutus Ronan untuk mengambilnya. Sayangnya, yang ingin mengambil Power Stone itu tidak hanya dirinya saja. Setelah perang terjadi antara Skrull dan Ronan, kemudian Guardians of The Galaxy menitipkannya kepada Nova Corps di Xandar.
Tidak dalam waktu lama, pada Infinity War, Thanos tiba-tiba sudah terlihat mendapatkan Power Stone untuk Infinity Stones pertamanya. Secara offscreen nampaknya Xandar sudah dimusnahkan oleh Thanos dan anak buahnya.
Space Stone
Satu-satunya Infinity Stones yang memiliki sejarah panjang di film MCU, hingga menimbulkan kebingungan secara timeline ketika muncul di Captain Marvel. Play Stop Rewatch membantu kalian dengan membuatkan infografik perjalanan Tesseract dari awal hingga berakhir di tangan Thanos.
Untuk sejarah lengkapnya dari Tesseract, kalian bisa lihat di sini.
Reality Stone
Salah satu kemampuan yang paling mengerikan dari semua Infinity Stones lainnya. Reality Stone mampu mengubah realita semesta sesuka-sukanya keinginan dari si pemegang batu ini.
Diperkenalkan pertama kali pada Thor: The Dark World, ras Dark Elves ingin mengubah seluruh semesta jatuh ke dalam kegelapan abadi. Untuk emcnapai hal itu, mereka membutuhkan kekuatan dari Reality Stone yang sudah dicairkan dan disebut dengan Aether.
Sayangnya, rencana untuk memanipulasi Reality Stone itu harus digagalkan oleh Thor dan Asgardian menyembunyikan dengan memberikannya kepada The Collector karena Asgard sudah memiliki Space Stone.
Kemudian, Thanos merebutnya secara paksa dari The Collector yang mengakibatkan hancurnya planet Knowhere.
Penulis: Andri
