Konten Media Partner

Rekomendasi Serial Anime Science Fiction

Play Stop Rewatchverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ghost in the Shell (Foto: IMDb)
zoom-in-whitePerbesar
Ghost in the Shell (Foto: IMDb)

Play Stop Rewatch, Jakarta - Anime memiliki sejarah yang panjang dalam pengaruhnya terhadap cerita-cerita yang berkembang hingga sekarang.

Salah satunya adalah science fiction dengan mengangkat distopia akan kemajuan teknologi. Pecinta science fiction dapat mengeksplorasi lebih banyak cerita yang kompleks dari serial anime yang akan direkomendasikan PSR.

Berikut rekomendasi serial anime science fiction dari PSR:

Ghost in The Shell: Stand Alone Complex (2002)

Ghost in the Shell (Foto: Netflix)

Sebagian dari kita mungkin mengenal Ghost in The Shell dari film yang dibintangi Scarlett Johansson yang berjudul sama dan dirilis pada 2017.

Ghost in The Shell pertama kali muncul dalam bentuk manga yang diterbitkan pada 1989 dan diadaptasi menjadi film anime pada 1995. Menceritakan tentang agen keamanan Jepang yang juga seorang cyborg, Motoko Kusanagi. Ia memburu seorang hacker misterius.

Pencariannya ini juga diiringi dengan tema filosofis yang berfokus pada identitas diri dalam teknologi yang sangat maju. Film ini menjadi inspirasi untuk Wachowski bersaudara menciptakan The Matrix.

Pada 2002, franchise ini pun diangkat menjadi serial anime berjudul Ghost in The Shell: Stand Alone Complex. Mengambil latar belakang pada 2030, cerita ini masih berfokus pada Motoko Kusanagi. Ia menjalankan misinya menghadapi hackers, penjahat cyber, dan android lainnya hingga akhirnya suatu plot jahat terungkap.

Franchise ini kembali diproduksi menjadi serial animasi berjudul Ghost in the Shell: SAC_2045 dan ditayangkan di Netflix sejak April lalu. Serial ini masih menceritakan tentang Motoko Kusanagi, tapi mengambil latar belakang tahun 2045

Steins; Gate (2011)

Steins; Gate (Foto: Netflix)

Serial anime time travel ini banyak dibicarakan karena plot cerita yang disuguhkan. Para penggemarnya banyak berdiskusi tentang plot dalam Steins Gate dan memunculkan teori-teori tentang time travel.

Banyak plot twist yang mengesankan dan latar belakang karakter yang membuat banyak teori tentang cerita Steins Gate bermunculan.

Steins Gate adalah anime yang diadaptasi dari visual novel berjudul sama. Berlatar belakang Akihabara, Tokyo, pada 2010, film ini mengisahkan Rintaro Okabe yang mengklaim dirinya sebagai ilmuwan gila. Ia menjalankan Future Gadget Laboratory di apartemennya dengan dua sahabatnya, Mayuri Shiina dan Itaru "Daru" Hashida.

Okabe menemukan mayat Kurisu Makise, peneliti muda genius dalam neuroscience. Ia mengirimkan pesan pada Daru dan kemudian mendapati bahwa Kurisu masih hidup. Pesan itu juga sampai pada Daru sebelum ia mengirimkannya.

Dari sini, cerita berkembang bagaimana Okabe berusaha mengungkap apa yang terjadi dan melakukan time travel berkali-kali untuk mencegah kematian Kurisu dan membuktikan teori time travel-nya.

Psycho Pass (2012)

Psycho Pass (Foto: IMDb)

Mengambil latar belakang era futuristik, Jepang menggunakan Sybil System dalam mengendalikan pemerintahan.

Sybil adalah sistem jaringan yang dapat mengukur psikometrik seseorang, termasuk mental dan kepribadian. Data ini kemudian diolah untuk menentukan segala aspek kehidupan, termasuk profesi. Tujuan didirikannya Sybil adalah menjaga kedamaian masyarakat karena segala hal telah diatur oleh Sybil.

Cerita dimulai dari sudut pandang Akane Tsunemori, inspektur baru di kementerian keamanan dan kesejahteraan masyarakat, departemen investigasi kriminal. Mereka menggunakan Dominator, semacam pistol yang dapat mengukur nilai psikometrik seseorang.

Jika melampaui batas, orang tersebut akan dicap kriminal, harus direhabilitasi atau 'dilenyapkan'. Sebagian kriminal, juga direkrut menjadi Enforcer, yang membantu inspektur bekerja. Di sinilah ia bertemu mantan inspektur yang menjadi Enforcer, Shinya Kogami.

Konflik terangkat karena mereka melawan kejahatan yang dirancang Shogo Makishima, seseorang yang nilai psikometriknya selalu rendah dan stabil, dengan kata lain, tidak bisa diukur oleh Sybil.

Bayangan akan lingkungan masyarakat yang tidak kita inginkan kita anggap sebagai awal 'kehancuran' dunia. Psycho Pass menggunakan premis teknologi mengambil kuasa akan masyarakat, di mana cerita terus berkembang menjadi distopia identitas karena disrupsi teknologi. Tentu saja, banyak plot twist yang mengejutkan di dalam anime ini.

Kontributor: El