Konten dari Pengguna

5 Budaya Indonesia yang Dipengaruhi Tionghoa

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi budaya Indonesia yang dipengaruhi Tionghoa, Pexels/Andri Wijayanto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi budaya Indonesia yang dipengaruhi Tionghoa, Pexels/Andri Wijayanto

Budaya Indonesia yang dipengaruhi Tionghoa menjadi bukti bahwa keberagaman budaya di Nusantara terbentuk melalui proses akulturasi yang berlangsung selama berabad-abad. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya.

Selama berabad-abad, berbagai bangsa datang dan berinteraksi dengan masyarakat Nusantara melalui jalur perdagangan, salah satunya adalah masyarakat Tionghoa. Hubungan yang telah terjalin sejak lama meninggalkan jejak dalam bidang ekonomi hingga budaya.

Budaya Indonesia yang Dipengaruhi Tionghoa, Ada Barongsai

Ilustrasi budaya Indonesia yang dipengaruhi Tionghoa,Pexels/RDNE Stock project

Hubungan antara masyarakat Tionghoa dan Nusantara telah berlangsung selama berabad-abad melalui jalur perdagangan, pelayaran, hingga perkawinan antaretnis. Proses tersebut melahirkan budaya Peranakan.

Budaya Peranakan adalah perpaduan budaya Tionghoa dengan budaya lokal yang berkembang secara alami di berbagai daerah di Indonesia. Inilah deretan budaya Indonesia yang dipengaruhi Tionghoa berdasarkan situs web itjen.kemendikdasmen.go.id.

1. Perayaan Cap Go Meh

Salah satu budaya yang paling mudah dikenali adalah perayaan Cap Go Meh. Di beberapa daerah seperti Singkawang dan Pontianak, perayaan ini dipadukan dengan tradisi lokal sehingga menjadi festival budaya yang dinikmati seluruh masyarakat tanpa memandang etnis.

2. Kuliner Peranakan

Pengaruh berikutnya terlihat pada kuliner Peranakan. Berbagai makanan seperti lontong cap go meh, lumpia Semarang, bakmi, bakso, hingga penggunaan kecap dalam berbagai masakan merupakan hasil perpaduan teknik memasak Tionghoa dengan cita rasa Nusantara.

3. Wayang Potehi

Budaya Tionghoa juga memberi warna pada seni pertunjukan, salah satunya wayang potehi. Wayang yang berasal dari tradisi Tionghoa ini kemudian berkembang di Indonesia dengan penyesuaian bahasa dan cerita sehingga dapat diterima oleh masyarakat lokal.

4. Pertunjukan Barongsai dan Tari Naga

Barongsai dan tari naga merupakan dua kesenian tradisional yang berasal dari budaya Tionghoa. Kedua pertunjukan ini dimainkan dalam berbagai perayaan dan acara keagamaan sebagai simbol doa keberuntungan, kebahagiaan, serta mengusir roh-roh jahat.

5. Gaya Arsitektur

Pengaruh lainnya tampak pada arsitektur. Kelenteng-kelenteng tua di berbagai kota biasanya memadukan gaya arsitektur Tionghoa dengan unsur lokal, bahkan beberapa berada berdampingan dengan bangunan ibadah agama lain sebagai simbol toleransi.

Keberadaan budaya Indonesia yang dipengaruhi Tionghoa menunjukkan bahwa budaya Indonesia terbentuk melalui proses interaksi yang panjang. Akulturasi tidak menghilangkan identitas masing-masing budaya, melainkan melahirkan warisan budaya baru. (Fia)

Baca juga: Kenapa Rumah Adat Minangkabau Melengkung? Ini Sejarahnya