Konten dari Pengguna

Angle Kamera adalah? Ini Hal-hal Teknis yang Harus Diketahui Fotografer

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Angle Kamera adalah. Unsplash.com/KOBU Agency
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Angle Kamera adalah. Unsplash.com/KOBU Agency

Angle kamera adalah sudut atau posisi kamera ketika mengarahkan dan mengambil gambar terhadap subjek. Angle bisa dipahami dengan menentukan dari mana kamera memotret.

Angle tentu akan memengaruhi cara penonton memandang, merasakan, dan menafsirkan subjek dalam sebuah karya foto atau video.

Angle Kamera adalah Sudut Pengambilan Gambar

Ilustrasi Angle Kamera adalah. Unsplash.com/Valery Sysoev

Berdasarkan sumber klc2.kemenkeu.go.id, seorang fotografer perlu memahami angle kamera adalah sebagai titik subjek atau objek akan dipotret. Berikut penjelasan seputar teknisnya.

1. Eye Level atau Sejajar dengan Mata

Dengan angle ini, kamera ditempatkan kira-kira sejajar dengan mata subjek. Secara visual, posisi ini menghasilkan perspektif paling natural karena penonton seolah-olah melihat subjek langsung.

Kesan yang dihasilkan adalah natural, realistis, akrab, dan tidak dibuat-buat. Angle ini digunakan pada saat portrait, wawancara, dokumentasi sehari-hari, dan fotografi dokumenter.

2. High Angle dari Atas ke Bawah

Angle ini meletakkan kamera berada lebih tinggi daripada subjek kemudian diarahkan ke bawah.

Pada teknisnya, fotografer bisa melakukannya dengan berdiri lebih tinggi, menaikkan posisi kamera, kemudian mengambil gambar dari tempat yang lebih tinggi.

High angle bisa membuat subjek tampak lebih kecil dalam ruang dan membantu menunjukkan lingkungan di sekitarnya.

Kesan yang dibangun adalah dramatis, rentan, kecil, tertekan, dan sesuai konteks. Misalnya, seseorang yang berdiri sendirian di ruangan luas dapat tampak makin kecil saat dipotret menggunakan high angle.

3. Low Angle dari Bawah ke Atas

Angle ini adalah kebalikan dari high angle. Kamera ditempatkan lebih rendah daripada subjek dan diarahkan ke atas.

Perspektif ini dapat membuat subjek secara visual dapat terlihat lebih besar, dominan, kuat, dan megah. Kesan yang ditimbulkan angle ini yaitu kuat, berkuasa, dominan, megah, dan heroik.

4. Bird's Eye View atau Angle Pandangan dari Tempat Sangat Tinggi

Angle ini meletakkan kamera pada posisi sangat tinggi dan mengarah ke bawah. Sehingga perspektifnya akan menyerupai pandangan burung.

Dalam praktik fotografi, angle ini diperoleh menggunakan drone, gedung tinggi, atau titik pengambilan gambar yang lainnya. Angle ini memperlihatkan subjek dan hubungan dengan lingkungan di sekitarnya.

5. Worm's Eye View atau Angle Sangat Rendah

Angle ini menempatkan kamera sangat dekat dengan permukaan tanah dan diarahkan ke atas. Perspektifnya seolah-olah kamera berada di posisi seekor cacing atau berada di antara rerumputan.

Hasilnya biasanya foto atau video yang unik, ekstrem, dan tidak biasa. Angle ini digunakan untuk menghasilkan foto kreatif dengan latar belakang langit atau bangunan tinggi.

Angle kamera adalah posisi kamera yang merupakan bagian penting dalam bahasa visual. Dengan angle berbeda, objek yang sama dapat menghasilkan kesan dan makna berbeda karena posisi kamera yang diciptakan. (Win)

Baca juga: Dokumentasi adalah Apa? Ini Penjelasan dan Praktiknya