Konten dari Pengguna

Apa itu Nisab dan Haul Zakat Mal? Ini Definisi dan Syaratnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa itu Nisab dan Haul. Unsplash.com/Dmytro Demidko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa itu Nisab dan Haul. Unsplash.com/Dmytro Demidko

Zakat adalah salah satu pilar terpenting dalam rukun Islam. Menunaikan ibadah ini adalah syarat kesempurnaan agama seorang Muslim. Dalam praktiknya, apa itu nisab dan haul zakat mal harus dipahami dengan baik.

Memahami ketentuan ini tujuannya adalah agar seorang Muslim tidak keliru dalam melaksanakan zakat. Misalnya membayar zakat bagi yang belum memenuhi syarat, atau tidak menunaikan zakat padahal hartanya telah mencukupi.

Sebab itulah, syariat Islam telah mengatur ketentuan zakat sedemikian rupa agar bisa dipahami oleh setiap Muslim. Terutama nisab dan haul sebagai syarat utama terpenuhinya ibadah zakat sesuai hukum Islam.

Apa itu Nisab dan Haul Zakat Mal? Ini Definisi Lengkapnya

Ilustrasi Apa itu Nisab dan Haul. Unsplash.com/Kanchanara

Apa itu nisab dan haul sebagai ketentuan ibadah zakat dalam Islam? Keduanya adalah istilah penting yang wajib dipahami dalam fiqih zakat karena keterkaitannya.

Nisab dan haul adalah tolok ukur paling utama bagi Muslim dalam menentukan harta (mal) kepemilikannya apakah sudah wajib dizakati atau belum. Apabila standar nisab dan haul suatu harta belum terpenuhi, maka pemiliknya belum dikenai kewajiban berzakat.

Apalagi di tengah perkembangan bentuk-bentuk harta di era modern ini seperti aset, investasi, tabungan, dan penghasilan profesi. Maka konsep nisab dan haul harus betul-betul dipahami agar seorang Muslim tidak lalai akan kewajibannya.

Dikutip dari baznas.go.id, secara bahasa nisab berarti batas minimal jumlah harta, sedangkan haul adalah jangka waktu kepemilikan harta tertentu.

Di sini nisab menentukan jumlah minimal suatu harta yang dimiliki, dan haul menunjukkan berapa lama harta yang dimiliki secara utuh dalam kurun satu tahun kalender hijriah.

Secara syariat, nisab dan haul adalah syarat wajib pelaksanaan zakat mal atas dasar harta tertentu. Ketentuan ini dijelaskan oleh para ulama berdasarkan sumber dalil kitab suci Al-Quran, Hadis Nabi Muhammad saw, dan kesepakatan para ulama.

Adanya ketentuan nisab dan haul menggambarkan bahwa agama Islam memberikan keadilan secara syariat agar ibadah zakat harta (mal) ini ditunaikan oleh Muslim yang mampu secara finansial.

Ketentuan ini juga membuat syariat Islam hadir sebagai ketentuan hukum yang tidak memberatkan bagi umat Islam. Nisab dan haul melindungi umat Islam agar kewajiban zakat tidak menjadi beban finansial bagi Muslim yang ekonominya belum stabil.

Ketahui Syarat Wajib Zakat dalam Islam di Sini

Ilustrasi Apa itu Nisab dan Haul. Unsplash.com/Jonathan Borba

Di bawah ini beberapa syarat wajib zakat mal yang harus dipahami seorang Muslim sebelum melakukan kewajiban ibadah ini.

1. Harta Muslim yang Dimiliki Secara Penuh

Zakat mal berlaku pada harta yang dimiliki sepenuhnya dan dikuasai oleh seorang Muslim. Apabila harta masih berstatus sengketa atau belum sepenuhnya dimiliki, maka nisab dan haul belum bisa dihitung secara sempurna.

2. Harta yang Berkembang

Ketentuan nisab dan haul dapat diterapkan pada harta yang sifatnya produktif atau ada kemungkinan berkembang. Contohnya emas, perak, uang, dan barang dagangan.

Pada konteks ini, ketentuan nisab dan haul dapat diaplikasikan agar kewajiban zakat dikenakan pada harta yang memberikan nilai tambah bagi pemiliknya.

3. Mencapai Batas Minimal Harta (Nisab)

Zakat mal baru wajib ditunaikan bilamana harta telah mencapai batas minimal (nisab). Ketika jumlah harta masih berada di bawah nisab meskipun telah dimiliki selama setahun (haul), maka belum terkena kewajiban membayar zakat.

4. Memenuhi Masa Kepemilikan Harta (Haul)

Kewajiban zakat mah disyaratkan pada harta yang telah dimiliki selama satu tahun hijriah penuh. Apabila harta baru mencapai nisab di pertengahan tahun, maka perhitungan haul dimulai sejak saat itu dan bukan dari awal kepemilikan harta.

Memahami apa itu nisab dan haul zakat mal serta syarat wajib yang harus dipenuhi membantu umat Islam agar bisa memenuhi kewajiban terhadap hartanya. Dengan pedoman tersebut, zakat bisa dibayarkan sesuai ketentuan syariat islam. (Aya)

Baca juga: Keyakinan bahwa Allah Itu Ada Padahal Allah Tidak Bisa Dilihat oleh Mata Manusia