Apa Itu Sampah Residu dan Contohnya? Ini Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu sampah residu dan contohnya menjadi hal yang menarik untuk dipahami ketika pembahasan mengenai pengelolaan sampah semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Setiap aktivitas di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun ruang publik hampir selalu menghasilkan berbagai jenis sampah.
Sebagian masih dapat digunakan kembali, sementara lainnya bisa dipilah untuk didaur ulang atau diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Apa Itu Sampah Residu dan Contohnya yang Sulit Ditangani?
Apa itu sampah residu dan contohnya menjadi pembahasan penting untuk mengenali jenis sampah yang sulit ditangani kembali.
Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai aktivitas menghasilkan sampah dengan karakter yang berbeda. Ada sampah yang masih dapat diolah kembali, tetapi ada pula yang sulit atau bahkan tidak dapat didaur ulang.
Jenis sampah yang tidak dapat diolah kembali tersebut termasuk sampah residu. Keberadaannya perlu dikenali karena cara penanganannya berbeda dari sampah yang masih memiliki kemungkinan untuk dimanfaatkan.
Dikutip dari laman puskesmasabiansemal2.badungkab.go.id, sampah residu adalah jenis sampah yang sulit atau tidak dapat diolah kembali.
Setelah digunakan, sampah tersebut tidak dapat diproses menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali melalui kegiatan daur ulang.
Karena itu, sampah residu perlu dikelola dengan cara yang sesuai agar tidak tercampur dengan jenis sampah lain yang masih dapat diolah.
Contoh sampah residu dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Popok sekali pakai termasuk salah satu jenisnya karena setelah digunakan tidak dapat didaur ulang. Selain itu, tisu bekas juga termasuk sampah residu.
Tisu yang sudah digunakan tidak dapat diproses kembali seperti beberapa jenis bahan yang masih bisa didaur ulang.
Pembalut juga merupakan contoh sampah residu. Setelah digunakan, pembalut perlu dibuang dengan cara yang sesuai dan tidak dicampurkan dengan sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
Selain ketiga jenis tersebut, sampah tercampur juga dapat termasuk sampah residu. Sampah yang sudah tercampur akan lebih sulit untuk diolah kembali sehingga penanganannya perlu dilakukan secara khusus.
Pengelolaan sampah residu dapat dimulai dengan membungkusnya secara baik sebelum dibuang. Langkah tersebut dilakukan agar sampah tetap tertata dan tidak tercecer.
Setelah dibungkus, sampah residu dapat dimasukkan ke tempat sampah khusus residu. Pemisahan tempat pembuangan ini membantu membedakan sampah residu dari jenis sampah lainnya.
Selanjutnya, sampah residu yang telah dikumpulkan akan diangkut ke tempat pemrosesan akhir atau TPA.
Dengan begitu, proses pengelolaannya berlangsung melalui tahapan yang sesuai, mulai dari membungkus sampah dengan baik, membuangnya ke tempat khusus residu, hingga mengangkutnya ke TPA.
Memahami jenis sampah residu beserta contohnya dapat membantu mengenali sampah yang memang sulit atau tidak dapat diolah kembali. Popok sekali pakai, tisu bekas, pembalut wanita, dan sampah tercampur merupakan beberapa contoh yang termasuk di dalamnya.
Sementara itu, pengelolaannya dilakukan dengan membungkus sampah secara baik, membuangnya ke tempat khusus residu, kemudian mengangkutnya ke TPA. (YOLAN)
Baca juga: Timbulan Sampah adalah Apa? Kenali Pengertian dan Contohnya