Konten dari Pengguna

Apa Tempat Paling Misterius di Lautan? Ini Fakta Laut Dalam

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 8 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Tempat Paling Misterius di Lautan, Foto: Pixabay/MarcelDominic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Tempat Paling Misterius di Lautan, Foto: Pixabay/MarcelDominic

Pernah membayangkan apa tempat paling misterius di lautan yang masih menyimpan banyak teka-teki? Lautan begitu luas dan sebagian wilayahnya masih jadi bagian dunia yang sulit dijelajahi, sehingga tak heran jika banyak tempat di dalamnya memicu rasa penasaran.

Dari wilayah laut dalam hingga lokasi yang punya cerita dan fenomena unik, ada sejumlah tempat yang kerap dianggap misterius. Lantas, tempat mana saja yang paling menarik untuk dibahas dan apa yang membuatnya begitu misterius?

Apa Tempat Paling Misterius di Lautan yang Menyimpan Teka-teki?

Ilustrasi Tempat Paling Misterius di Laut, Foto: Pixabay/dimitrisvetsikas1969

Apa tempat paling misterius di lautan? Mengutip situs https://www.sciencefocus.com, berikut sejumlah tempat paling misterius di lautan yang menarik untuk diketahui:

1. Bagian Bawah the Ross Sea Ice Shelf

Di bawah lapisan es Laut Ross di Antarktika terdapat dunia yang selama ini tersembunyi dari permukaan. Para peneliti harus mengebor lapisan es hingga ratusan meter untuk bisa mengirim robot bawah laut ke wilayah tersebut.

Dari ekspedisi itu, para peneliti menemukan berbagai makhluk yang hidup di bawah es, termasuk ikan, krustasea, serta anemon laut yang sebelumnya belum pernah diketahui.

Penemuan tersebut menjadi misteri karena para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami bagaimana hewan-hewan itu bisa hidup dalam kondisi yang sangat dingin, gelap, dan terisolasi.

Kondisi lingkungan di bawah lapisan es ini juga dianggap memiliki kemiripan dengan Europa, yakni salah satu bulan Jupiter yang diduga memiliki lautan di bawah permukaan esnya.

Oleh karena itu, wilayah ini tidak hanya menarik untuk mempelajari kehidupan laut, tetapi juga membantu ilmuwan memahami kemungkinan kehidupan di lingkungan ekstrem di luar Bumi.

2. Gakkel Ridge

Gakkel Ridge merupakan rangkaian pegunungan bawah laut yang membentang di Samudra Arktik, di antara Greenland dan Siberia. Wilayah ini dikenal sebagai punggungan tengah samudra terdalam di dunia, dengan kedalaman mencapai sekitar 4,8 kilometer.

Dikarenakan lokasinya yang terpencil dan sangat dalam, sebagian besar wilayahnya masih sulit diteliti secara langsung. Misteri Gakkel Ridge semakin menarik setelah para ilmuwan menemukan sumber hidrotermal pada 2003.

Sumber ini merupakan celah di dasar laut yang mengeluarkan air sangat panas dan kaya mineral sehingga menjadi tempat hidup berbagai organisme.

Dalam ekspedisi AGAVE pada 2007, peneliti juga menemukan endapan vulkanik serta kumpulan mikroorganisme dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dasar laut yang tampak tandus ternyata dapat menjadi rumah bagi kehidupan yang unik.

3. Champagne Seeps di Cascadia Margin

Di dasar laut terdapat wilayah yang disebut cold seep, yaitu tempat gas seperti metana keluar melalui celah di dasar laut. Salah satu kawasan yang menarik ditemukan di Cascadia Margin, di lepas pantai barat Amerika Serikat.

Di sana terdapat ratusan titik rembesan metana yang keluar dari dasar laut dan terlihat seperti gelembung minuman bersoda, sehingga dikenal dengan istilah champagne seeps.

Keberadaan metana tersebut menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan berbagai organisme. Salah satunya adalah kerang yang memiliki bakteri di dalam insangnya. Bakteri tersebut dapat memanfaatkan energi dari metana yang keluar dari dasar laut.

Sayangnya, asal metana yang keluar dari kawasan ini masih jadi pertanyaan. Para ilmuwan juga masih mempelajari bagaimana pelepasan metana dari dasar laut dapat memengaruhi lingkungan karena metana merupakan salah satu gas rumah kaca.

4. Terumbu Karang di Greenland

Greenland ternyata tidak hanya memiliki hamparan es, tetapi juga menyimpan terumbu karang jauh di bawah permukaan laut.

Pada tahun 2012, peneliti menemukan terumbu karang laut dalam di sekitar 900 meter di bawah permukaan laut, tepatnya di lepas pantai selatan Greenland.

Penemuan tersebut bahkan terjadi secara tidak sengaja ketika peralatan penelitian yang diturunkan ke laut mengalami kerusakan akibat mengenai karang di bawahnya.

Terumbu tersebut menjadi menarik karena mampu hidup di lingkungan yang sangat gelap dan dingin.

Berbeda dengan karang di perairan tropis yang membutuhkan cahaya matahari, karang laut ini mendapatkan makanan dari organisme kecil yang terbawa arus laut.

Oleh karena lokasinya sangat dalam, masih banyak hal yang belum diketahui mengenai terumbu karang Greenland dan makhluk hidup yang menjadikannya sebagai habitat.

5. Horizon Deep di Palung Tonga

Horizon Deep merupakan salah satu bagian terdalam di lautan dan berada di Palung Tonga, kawasan yang terletak di antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo-Australia di Samudra Pasifik Selatan.

Kedalamannya mencapai lebih dari 10 kilometer sehingga tempat ini termasuk lingkungan yang sangat ekstrem bagi kehidupan. Tekanan air yang luar biasa besar dan kondisi yang gelap membuat wilayah ini sulit dieksplorasi.

Meski begitu, kawasan laut sedalam ini diperkirakan menjadi habitat bagi berbagai organisme yang mampu beradaptasi dengan tekanan ekstrem, termasuk teripang dan beberapa jenis ubur-ubur.

Kedalamannya sekaligus membuat Palung Tonga menjadi salah satu wilayah laut yang masih menyimpan banyak pertanyaan tentang kehidupan di zona terdalam Bumi.

6. Von Damm Vent Field

Von Damm Vent Field merupakan kawasan sumber hidrotermal di dasar laut Karibia yang ditemukan pada tahun 2010.

Tempat ini memiliki bentuk yang tidak biasa karena sebagian struktur sumber hidrotermalnya tersusun dari talk, yaitu mineral magnesium silikat yang juga dikenal sebagai bahan dasar bedak talk.

Beberapa struktur di kawasan ini bahkan dapat menjulang hingga sekitar 75 meter dari dasar laut. Yang membuatnya semakin misterius adalah kondisi di sekitarnya.

Air yang keluar dari sumber hidrotermal dapat mencapai suhu sekitar 200 derajat Celsius, tetapi kawasan tersebut tetap dipenuhi berbagai organisme.

Menariknya lagi, sebagian besar wilayah sistem tersebut masih belum dieksplorasi sehingga kemungkinan masih ada banyak kehidupan yang belum ditemukan.

7. Carter Seamount

Carter Seamount merupakan salah satu dari ribuan gunung bawah laut yang terbentuk dari aktivitas gunung berapi purba. Lokasinya berada di Samudra Atlantik dan bagian puncaknya berada sekitar 200 meter di bawah permukaan laut.

Kawasan ini menjadi perhatian peneliti karena permukaannya ditumbuhi berbagai jenis karang dan spons yang membentuk ekosistem laut yang kaya.

Gunung bawah laut seperti Carter Seamount sebenarnya merupakan salah satu habitat laut yang cukup umum. Diperkirakan terdapat lebih dari satu juta gunung berapi bawah laut di berbagai wilayah dunia, meskipun banyak di antaranya belum diteliti secara mendalam.

Keberadaan ekosistem di tempat-tempat tersebut membuatnya penting untuk dipelajari, terlebih karena aktivitas seperti penangkapan ikan dengan metode tertentu dapat mengurangi keberagaman spesies yang hidup di dasar laut.

8. Celah Silfra

Celah Silfra di Islandia menawarkan misteri yang berbeda dari lokasi laut dalam lainnya. Tempat ini merupakan celah di antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Amerika Utara.

Celah tersebut terus melebar sekitar 2 sentimeter setiap tahun akibat pergerakan lempeng Bumi, sehingga kawasan ini menjadi salah satu tempat yang menarik untuk melihat langsung proses geologi.

Air di Silfra juga terkenal sangat jernih karena berasal dari air lelehan gletser yang telah melewati batuan berpori sebelum masuk ke celah.

Jarak pandang di dalam air bahkan dapat mencapai sekitar 100 meter. Meski begitu, airnya sangat dingin dan suhunya dapat turun hingga sekitar 2 derajat Celsius.

Perpaduan antara kejernihan air, suhu ekstrem, dan posisi geologisnya membuat Silfra menjadi lokasi bawah air yang unik.

9. Terumbu Karang Zona Senja di Kepulauan Chagos

Di bawah kedalaman sekitar 40 meter, sinar matahari yang masuk ke laut semakin sedikit. Wilayah dengan kondisi cahaya yang sangat redup ini dikenal sebagai twilight zone atau zona senja.

Kepulauan Chagos di Samudra Hindia menjadi salah satu lokasi yang menarik karena memiliki terumbu karang yang hidup di kedalaman tersebut.

Karang yang hidup di zona senja harus beradaptasi dengan cahaya yang sangat terbatas. Beberapa jenisnya juga memiliki bentuk yang berbeda dari karang yang hidup di perairan dangkal.

Keberadaan terumbu di kedalaman ini menjadi penting karena dapat berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi sejumlah spesies karang ketika terumbu di perairan dangkal mengalami kerusakan.

Sayangnya, letak Kepulauan Chagos yang terpencil membuat kawasan ini masih belum banyak diteliti.

10. Cenote di Semenanjung Yucatán, Meksiko

Cenote merupakan lubang atau gua alami yang terbentuk ketika batuan kapur runtuh dan membuka akses menuju sistem air di bawah tanah.

Di Semenanjung Yucatán, Meksiko, terdapat ribuan cenote yang saling terhubung dan menjadi bagian dari salah satu sistem gua bawah air terpanjang di dunia.

Tempat ini menyimpan daya tarik misterius bukan hanya karena bentuk guanya, tetapi juga karena sejarahnya.

Cenote di Yucatán memiliki hubungan dengan kawah Chicxulub, yang terbentuk akibat tumbukan asteroid atau komet sekitar 66 juta tahun lalu dan dikaitkan dengan kepunahan dinosaurus.

Bagi masyarakat Maya pada masa lalu, cenote juga dianggap sakral dan dipercaya sebagai pintu menuju alam setelah kematian. Hingga kini, masih banyak bagian dari sistem gua tersebut yang belum sepenuhnya dieksplorasi.

Sepuluh lokasi misterius di atas menunjukkan bahwa misteri lautan tidak selalu berupa makhluk aneh atau sesuatu yang menyeramkan.

Ada kehidupan yang mampu bertahan di bawah lapisan es, organisme yang hidup di sekitar air bersuhu sangat tinggi, terumbu karang di kedalaman gelap, hingga gua bawah air yang menyimpan jejak sejarah jutaan tahun.

Semakin dalam manusia menjelajahi lautan, semakin banyak pula rahasia yang ditemukan dan mungkin, masih ada banyak dunia lain di bawah sana yang belum pernah dilihat manusia. (Fikah)

Baca juga: Bagaimana CAPTCHA Mengetahui Robot? Ternyata Begini Sistemnya