Konten dari Pengguna

Bagaimana CAPTCHA Mengetahui Robot? Ternyata Begini Sistemnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana CAPTCHA Mengetahui Robot, Foto:Unsplash/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana CAPTCHA Mengetahui Robot, Foto:Unsplash/Getty Images

Rasa penasaran tentang bagaimana CAPTCHA mengetahui robot muncul, terutama ketika sistem dapat menentukan apakah seseorang benar-benar sedang menggunakan situs atau hanya menjalankan bot.

CAPTCHA hadir di berbagai layanan digital, mulai dari halaman masuk akun hingga formulir pendaftaran dan kolom pengiriman informasi.

Bentuknya pun terus berkembang mengikuti cara kerja teknologi otomatis yang semakin canggih.

Bagaimana CAPTCHA Mengetahui Robot dan Membedakannya dari Manusia

Ilustrasi Bagaimana CAPTCHA Mengetahui Robot, Foto:Unsplash/Zulfugar Karimov

Bagaimana CAPTCHA mengetahui robot dapat dijelaskan melalui sistem analisis risiko yang menilai interaksi pengguna secara menyeluruh.

CAPTCHA tidak hanya mengandalkan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan tantangan tertentu, tetapi juga mempertimbangkan aktivitas yang berlangsung sebelum, selama, dan setelah proses verifikasi.

Melalui pendekatan tersebut, sistem dapat memperkirakan apakah akses dilakukan oleh manusia atau robot yang menjalankan aktivitas otomatis.

Berdasarkan infromasi dari developers-google-com, pada awal perkembangannya, CAPTCHA banyak menggunakan teks yang sengaja dibuat terdistorsi. Pengguna diminta membaca karakter tersebut, kemudian mengetikkannya ke dalam kotak yang tersedia.

Metode ini digunakan karena robot pada saat itu dianggap kesulitan mengenali tulisan yang bentuknya tidak beraturan.

Namun, perkembangan teknologi membuat cara tersebut semakin kurang efektif. Penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan sudah mampu memecahkan berbagai bentuk teks terdistorsi, termasuk varian yang sulit, dengan tingkat akurasi hingga 99,8%.

Karena itu, teks yang terdistorsi tidak lagi dapat berdiri sendiri sebagai pemeriksaan yang benar-benar dapat diandalkan.

Untuk menghadapi perubahan tersebut, reCAPTCHA menggunakan sistem backend Analisis Risiko Tingkat Lanjut. Sistem ini secara aktif memperhatikan keseluruhan interaksi yang berkaitan dengan CAPTCHA.

Penilaian tidak berhenti ketika tantangan dimulai, tetapi juga mencakup aktivitas yang terjadi sebelum dan sesudahnya.

Hasil analisis tersebut kemudian digunakan untuk menentukan apakah pengguna kemungkinan merupakan manusia atau terdapat indikasi aktivitas penyalahgunaan.

Pendekatan ini juga memungkinkan proses verifikasi dibuat lebih sederhana. Melalui API baru yang dikenal sebagai “No CAPTCHA reCAPTCHA”, sebagian besar pengguna cukup mencentang satu kotak untuk mengonfirmasi bahwa mereka bukan robot.

Setelah itu, dalam banyak kasus, proses verifikasi dapat selesai tanpa perlu mengetik teks yang terdistorsi.

Meski demikian, CAPTCHA tetap dapat muncul ketika sistem analisis risiko belum mampu memastikan identitas pengguna dengan tingkat keyakinan yang cukup.

Dalam situasi tersebut, tantangan tambahan diberikan untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut sekaligus menambah pemeriksaan keamanan. Dengan cara ini, sistem dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum akses dianggap valid.

Bagaimana CAPTCHA mengetahui robot?

Selain kotak centang, reCAPTCHA juga dapat menggunakan tantangan berbasis gambar. Pada metode ini, pengguna diminta memilih gambar yang sesuai dengan petunjuk tertentu.

Bentuk tersebut memanfaatkan persoalan dalam Computer Vision, sekaligus membuat proses verifikasi lebih praktis, terutama melalui perangkat seluler.

Memilih gambar yang sesuai dapat dilakukan dengan mengetuk layar, sehingga tidak perlu mengetik rangkaian teks terdistorsi yang panjang.

Melalui kombinasi analisis risiko dan berbagai bentuk tantangan tersebut, CAPTCHA tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan membaca teks.

Sistem dapat menggunakan pola interaksi dan pemeriksaan tambahan untuk membantu membedakan aktivitas manusia dari robot atau skrip yang melakukan penyalahgunaan. (DANI)

Baca juga: Asal Usul Angka Nol yang Jarang Diketahui Banyak Orang