Asal Usul Angka Nol yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal usul angka nol ternyata memiliki perjalanan yang cukup panjang sebelum menjadi bagian penting dalam matematika seperti yang dikenal sekarang.
Angka yang melambangkan ketiadaan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi kehadirannya membawa perubahan besar dalam cara manusia menulis bilangan dan melakukan perhitungan.
Jauh sebelum angka nol digunakan dalam kalkulator, komputer, atau hitungan sehari-hari, beberapa peradaban kuno sudah memiliki gagasan tentang ruang kosong dalam sistem bilangan.
Asal Usul Angka Nol dalam Sistem Bilangan
Dikutip dari situs bbc.com asal usul angka nol dimulai dengan bangsa Babilonia yaitu salah satu peradaban yang lebih dulu menggunakan tanda untuk menunjukkan posisi kosong dalam sebuah bilangan, sehingga letak angka bisa dibaca dengan benar dan tidak menimbulkan kesalahan.
Konsep yang hampir serupa juga dikenal oleh suku Maya, terutama dalam sistem penanggalan dan perhitungan, tetapi penggunaan tanda tersebut masih berfungsi sebagai penunjuk posisi dan belum benar-benar dianggap sebagai angka nol.
Perubahan besar terjadi di India sekitar abad ke-7 Masehi ketika matematikawan Brahmagupta menjelaskan nol sebagai bilangan yang dapat digunakan dalam perhitungan.
Dalam karyanya yang ditulis pada tahun 628 M, ia menggunakan istilah sunya yang berkaitan dengan arti kekosongan dan menjelaskan beberapa aturan matematika yang melibatkan nol.
Salah satunya adalah pengurangan suatu bilangan dengan bilangan yang sama akan menghasilkan nol. Pemikiran inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar penting dalam perkembangan konsep nol.
Dari India, gagasan tentang nol kemudian menyebar ke dunia Arab dan berkembang melalui karya para ilmuwan dan matematikawan, termasuk Al-Khawarizmi.
Sistem angka tersebut selanjutnya mulai dikenal di Eropa, salah satunya berkat Fibonacci yang memperkenalkan sistem angka Hindu-Arab melalui karya matematikanya.
Pada awalnya, penggunaan angka nol di Eropa sempat menimbulkan keraguan karena sistem tersebut terasa berbeda dari angka yang sudah biasa digunakan, tetapi perlahan manfaatnya mulai diterima karena membuat perhitungan menjadi lebih mudah.
Saat ini, angka nol sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari perhitungan sederhana hingga matematika tingkat lanjut.
Nol juga memiliki peran penting dalam teknologi karena sistem biner pada komputer menggunakan angka 0 dan 1 sebagai dasar untuk memproses berbagai informasi.
Itulah asal usul angka nol menjadi bagian menarik dari perjalanan panjang matematika yang mungkin selama ini jarang terpikirkan.
Tanpa keberadaan nol, banyak perhitungan dan teknologi yang digunakan saat ini tentu akan berkembang dengan cara yang sangat berbeda. (shr)
Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Kulkas Menjaga Makanan Tetap Dingin? Cari Tahu di Sini