Konten dari Pengguna

Apa yang Menyebabkan Pelangi Bisa Muncul Setelah Hujan? Ternyata Ini Rahasianya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa yang Menyebabkan Pelangi Bisa Muncul Setelah Hujan, Foto:Unsplash/Stainless Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa yang Menyebabkan Pelangi Bisa Muncul Setelah Hujan, Foto:Unsplash/Stainless Images

Pertanyaan tentang apa yang menyebabkan pelangi bisa muncul setelah hujan sebenarnya berkaitan erat dengan kondisi cahaya dan air yang masih berada di atmosfer.

Pelangi tidak muncul begitu saja setiap kali hujan berhenti. Ada keadaan tertentu yang memungkinkan warna-warni tersebut terlihat dengan jelas, terutama ketika sinar matahari dan butiran air berada pada posisi yang tepat.

Karena itu, waktu setelah hujan menjadi salah satu momen yang sering dikaitkan dengan kemunculan pelangi.

Apa yang Menyebabkan Pelangi Bisa Muncul Setelah Hujan Reda dan Menghiasi Langit?

Ilustrasi Apa yang Menyebabkan Pelangi Bisa Muncul Setelah Hujan, Foto:Unsplash/Casey Horner

Apa yang menyebabkan pelangi bisa muncul setelah hujan sering kali menjadi pertanyaan ketika lengkungan warna-warni tiba-tiba terlihat menghiasi langit setelah hujan reda.

Pemandangan tersebut terasa menarik, terutama saat sinar Matahari mulai kembali menembus celah awan dan tetesan air masih tersisa di udara.

Dikutip dari laman rri.co.id, pelangi biasanya muncul dalam waktu yang relatif singkat, sehingga kemunculannya kerap membuat perhatian tertuju pada langit.

Meskipun terlihat begitu indah, terbentuknya pelangi sebenarnya dapat dijelaskan melalui proses alami yang berkaitan erat dengan cahaya Matahari dan tetesan air hujan.

Ketika cahaya Matahari melewati tetesan air yang berada di udara, arah cahaya dapat berubah dan kemudian mengalami pemantulan di dalam tetesan tersebut.

Proses itu membuat cahaya yang semula tampak putih terurai menjadi berbagai warna yang dapat terlihat oleh mata.

Karena itu, warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, hingga ungu dapat tampak tersusun membentuk lengkungan di langit. Setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda sehingga posisinya dalam pelangi juga tidak sama.

Kemunculan pelangi pun tidak hanya bergantung pada adanya hujan dan sinar Matahari. Posisi Matahari serta letak tetesan air juga berpengaruh terhadap apakah pelangi dapat terlihat atau tidak.

Pada kondisi tertentu, bahkan dapat muncul pelangi ganda yang tampak lebih samar dengan susunan warna berlawanan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pemandangan pelangi yang terlihat sederhana sebenarnya terbentuk melalui rangkaian proses cahaya yang berlangsung secara alami di atmosfer Bumi. (KIKI)

Baca juga: Asal Usul Bukit Kelam Menurut Legenda Kalimantan Barat, Ini Kisah Lengkapnya