Konten dari Pengguna

Apakah Alpukat Bisa Matang Setelah Dipetik? Simak Prosesnya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah Alpukat Bisa Matang Setelah Dipetik,Foto:Unsplash/Thought Catalog
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah Alpukat Bisa Matang Setelah Dipetik,Foto:Unsplash/Thought Catalog

Apakah alpukat bisa matang setelah dipetik? Bagi sebagian orang buah yang masih keras setelah dibeli mungkin dianggap belum siap dikonsumsi dan hanya perlu menunggu beberapa hari, terutama saat mendapatkan alpukat yang baru dipanen.

Perubahan yang terjadi pada alpukat selama disimpan membuat buah ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan beberapa jenis buah lainnya.

Apakah Alpukat Bisa Matang Setelah Dipetik Saat Panen?

Ilustrasi Apakah Alpukat Bisa Matang Setelah Dipetik,Foto:Unsplash/John Vid

Apakah alpukat bisa matang setelah dipetik? Jawabannya iya, alpukat justru termasuk buah yang proses matangnya terus berlangsung setelah ipanen.

Dikutip dari Jurnal Kajian Coating Pati Jagung terhadap Mutu Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Varietas Mega Paninggahan oleh Ifmalinda ,dkk (2024) alpukat membutuhkan waktu sekitar 7 hari setelah dipetik hingga mencapai tingkat kematangan yang siap dikonsumsi.

Lama waktunya bisa berbeda-beda, tergantung tingkat kematangan saat panen, jenis alpukat, serta kondisi penyimpanannya.

Hal ini berkaitan dengan sifat alpukat yang termasuk buah klimaterik yaitu jenis buah yang tetap dapat melanjutkan proses pematangan setelah dipanen.

Berbeda dengan anggapan bahwa semua buah harus matang terlebih dahulu di pohon, alpukat justru umumnya dipetik ketika sudah cukup tua, kemudian dibiarkan melanjutkan proses pematangannya.

Selama proses tersebut, terjadi berbagai perubahan di dalam buah. Daging alpukat yang sebelumnya keras perlahan menjadi lebih lunak. Rasa yang semula cenderung hambar juga berubah menjadi lebih gurih dan creamy.

Warna kulit pada beberapa jenis alpukat pun dapat mengalami perubahan, meskipun perubahan warna tidak selalu bisa dijadikan patokan utama untuk menentukan kematangan.

Untuk mengetahui apakah alpukat sudah matang, salah satu cara yang paling mudah adalah dengan menekan bagian buah secara perlahan menggunakan jari.

Jika terasa sedikit empuk tetapi tidak lembek, biasanya alpukat sudah cukup matang untuk disantap. Sebaliknya, jika masih sangat keras, buah sebaiknya dibiarkan beberapa hari lagi.

Alpukat yang belum matang juga sebaiknya tidak langsung disimpan di dalam kulkas karena suhu dingin dapat memperlambat proses pematangannya.

Menyimpannya pada suhu ruang biasanya menjadi pilihan yang lebih tepat. Setelah teksturnya mulai matang, alpukat dapat dimasukkan ke dalam kulkas agar tidak cepat terlalu lembek.

Itulah jawaban apakah alpukat bisa matang setelah dipetik, proses tersebut merupakan hal yang normal karena alpukat memiliki karakteristik sebagai buah klimaterik.

Dengan menunggu beberapa hari dan memperhatikan teksturnya, alpukat yang awalnya keras bisa berubah menjadi lembut, creamy, dan siap dinikmati. (shr)

Baca juga: Batu dari Luar Angkasa yang Jatuh ke Bumi Disebut Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya