Apakah Benar Bintang yang Kita Lihat Mungkin Sudah Tidak Ada? Simak Faktanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah benar bintang yang kita lihat mungkin sudah tidak ada sering terlintas saat memandang langit malam yang dipenuhi titik-titik cahaya.
Bintang-bintang tersebut terlihat begitu jelas dari Bumi, meskipun letaknya berada sangat jauh di luar angkasa. Jarak yang membentang antara Bumi dan bintang membuat perjalanan cahaya membutuhkan waktu yang tidak singkat hingga akhirnya dapat terlihat dari permukaan Bumi.
Apakah Benar Bintang yang Kita Lihat Mungkin Sudah Tidak Ada Saat Dipandang?
Apakah benar bintang yang kita lihat mungkin sudah tidak ada? Kemungkinan tersebut memang ada, tetapi bukan berarti sebagian besar bintang yang terlihat dengan mata telanjang sudah mati.
Berdasarkan penjelasan skyatnightmagazine.com, sebagian besar bintang yang dapat dilihat tanpa bantuan teleskop berada dalam jarak sekitar 4.000 tahun cahaya dari Bumi.
Ketika bintang berada ribuan tahun cahaya dari Bumi, cahaya yang terlihat malam ini bisa saja telah meninggalkan bintang tersebut ribuan tahun lalu. Artinya, kondisi bintang yang terlihat belum tentu sama dengan kondisi sebenarnya pada saat ini.
Bintang tersebut bisa saja telah mengalami perubahan atau bahkan berakhir, sementara cahaya terakhirnya masih dalam perjalanan menuju Bumi. Bintang yang paling jauh dan masih dapat terlihat biasanya memiliki tingkat kecerlangan yang tinggi.
Bintang seperti ini umumnya mempunyai massa lebih besar sehingga berpotensi mengakhiri kehidupannya melalui ledakan supernova.
Sementara itu, bintang yang lebih redup hanya dapat terlihat dari jarak yang lebih dekat. Bintang dengan massa lebih kecil cenderung memiliki akhir kehidupan yang lebih tenang dibandingkan supernova.
Perbedaan tersebut membuat perkiraan jumlah bintang yang mungkin sudah mati menjadi cukup rumit. Jika menggunakan jarak sekitar 1.000 tahun cahaya sebagai patokan, tingkat kematian bintang yang terlihat diperkirakan sekitar satu bintang setiap 10.000 tahun.
Dengan jarak maksimum bintang yang dapat dilihat mata telanjang sekitar 4.000 tahun cahaya, kemungkinan ada bintang yang sudah mati tetapi cahayanya masih terlihat memang ada, meskipun relatif kecil.
Teleskop dapat menangkap cahaya dari objek yang jauh lebih jauh dibandingkan kemampuan mata manusia. Semakin jauh sebuah bintang, semakin lama cahaya yang dipancarkannya mencapai Bumi.
Karena itu, peluang melihat cahaya dari bintang yang kondisinya sudah berubah atau bahkan sudah tidak ada menjadi lebih besar.
Fenomena ini membuat pengamatan langit seperti melihat rekaman masa lalu. Cahaya yang sampai ke Bumi membawa informasi mengenai kondisi bintang ketika cahaya tersebut dipancarkan.
Apakah benar bintang yang kita lihat mungkin sudah tidak ada? Jawabannya bisa saja, tetapi anggapan bahwa sebagian besar bintang yang terlihat dengan mata telanjang sudah mati tidak tepat.
Kemungkinan tersebut relatif kecil karena bintang-bintang yang dapat dilihat tanpa teleskop umumnya berada dalam jarak yang masih relatif dekat. (Rahma)
Baca juga: Kenapa Bulan Terlihat Mengikuti Kita Saat Berkendara? Ternyata Ini Penyebabnya