Konten dari Pengguna

Apakah Embun Bisa Muncul Tanpa Hujan? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah embun bisa muncul tanpa hujan?. Foto: Unsplash/Ochir-Erdene Oyunmedeg
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah embun bisa muncul tanpa hujan?. Foto: Unsplash/Ochir-Erdene Oyunmedeg

Apakah embun bisa muncul tanpa hujan? Embun sering terlihat sebagai titik-titik air kecil yang menempel pada daun, rumput, kaca, kendaraan, maupun permukaan benda lainnya pada pagi hari. Kemunculannya membuat berbagai benda terlihat basah setelah malam berlalu.

Kondisi tersebut terkadang dikaitkan dengan hujan yang turun sebelumnya karena sama-sama menghasilkan air pada permukaan. Padahal, embun memiliki proses pembentukan tersendiri yang berkaitan dengan suhu dan uap air di udara.

Ketika kondisi lingkungan mendukung, titik-titik air dapat muncul pada permukaan benda meskipun tidak ada hujan. Fenomena ini biasanya lebih mudah diamati ketika udara cukup lembap dan suhu permukaan mengalami penurunan pada malam hingga pagi hari.

Apakah Embun Bisa Muncul Tanpa Hujan, Cukup Udara Lembap?

Ilustrasi Apakah embun bisa muncul tanpa hujan?. Foto: Unsplash/Siora Photography

Apakah embun bisa muncul tanpa hujan? Ya, embun bisa muncul tanpa hujan. Embun terbentuk melalui proses kondensasi, yaitu perubahan uap air di udara menjadi air ketika mengalami pendinginan.

Pada malam hari, permukaan benda seperti daun, rumput, tanah, kaca, atau kendaraan dapat kehilangan panas sehingga suhunya menjadi lebih rendah.

Ketika permukaan tersebut mencapai titik embun, uap air yang berada di udara di dekatnya mulai mengembun dan berubah menjadi titik-titik air. Air inilah yang kemudian terlihat sebagai embun.

Mengutip dari laman rri.co.id, embun terbentuk pada malam atau pagi hari ketika suhu turun hingga mencapai titik embun, sehingga uap air tidak lagi dapat bertahan dalam bentuk gas dan berubah menjadi cair pada permukaan yang lebih dingin.

Kelembapan udara turut menentukan mudah atau tidaknya embun terbentuk. Semakin banyak uap air yang tersedia di udara, semakin besar peluang terjadinya kondensasi ketika permukaan mengalami pendinginan.

Suhu permukaan yang lebih rendah juga membantu uap air mencapai titik embun. Karena itu, embun dapat ditemukan pada pagi hari meskipun sepanjang malam tidak turun hujan.

Selama terdapat uap air yang cukup dan permukaan mengalami pendinginan hingga mencapai titik embun, proses pembentukan embun dapat berlangsung secara alami.(Yolan)

Baca juga: Kenapa Embun Muncul di Pagi Hari? Ternyata Begini Penjelasannya