Kenapa Embun Muncul di Pagi Hari? Ternyata Begini Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah memperhatikan titik-titik air yang muncul di daun, rumput, atau kaca saat pagi hari? Fenomena ini disebut embun dan sering ditemui setelah malam berlalu. Kemunculannya pun bikin penasaran dan bertanya-tanya “Kenapa embun muncul di pagi hari?”
Menariknya, embun jadi salah satu fenomena alam yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kenapa Embun Muncul di Pagi Hari, Fenomena Alam di Keseharian?
Kenapa embun muncul di pagi hari? Mengutip situs https://www.reconnectwithnature.org, embun di pagi hari karena uap air di udara mengalami kondensasi ketika suhu permukaan tanah, rumput, atau benda lain turun cukup rendah pada malam hari.
Kondisi ini paling sering terjadi setelah siang yang hangat dan malam yang cerah. Saat malam, permukaan bumi melepaskan panas ke atmosfer sehingga suhunya semakin dingin.
Ketika suhu permukaan mencapai titik embun (dew point), udara tidak lagi mampu menahan seluruh uap air dalam bentuk gas. Uap air tersebut kemudian berubah menjadi butiran air kecil yang menempel pada rumput, daun, atau permukaan benda lainnya.
Proses inilah yang membuat rumput terlihat basah ketika pagi tiba, meskipun pada malam sebelumnya tidak turun hujan.
Embun sebenarnya tidak berasal dari air hujan, melainkan dari kelembapan yang sudah terdapat di udara. Semakin banyak kandungan uap air dan semakin dingin permukaan pada malam hari, semakin besar pula kemungkinan embun terbentuk.
Kondisi langit pada malam hari juga berpengaruh terhadap munculnya embun. Ketika langit cerah, panas dari permukaan tanah lebih mudah dilepaskan ke atmosfer sehingga tanah dan benda-benda di sekitarnya cepat mendingin.
Jika pendinginan tersebut cukup kuat hingga mencapai titik embun, terbentuklah lapisan air tipis yang dikenal sebagai embun.
Sebaliknya, embun cenderung lebih sulit terbentuk ketika malam berlangsung mendung. Awan dapat menahan sebagian panas yang dilepaskan permukaan bumi dan memantulkannya kembali ke bawah.
Akibatnya, permukaan tanah tidak mengalami pendinginan sebanyak saat langit cerah sehingga suhu belum tentu mencapai titik embun.
Oleh karena itu, pagi dengan banyak embun biasanya terjadi setelah hari yang hangat, kemudian diikuti malam yang lebih sejuk dan langit relatif cerah.
Di sisi lain, angin juga dapat memengaruhi pembentukan embun. Jika udara bergerak cukup kuat, permukaan yang sudah mendingin dapat terus bercampur dengan udara yang lebih hangat sehingga pembentukan embun menjadi lebih sulit.
Fenomena alam ini juga berkaitan dengan istilah titik embun. Titik embun adalah suhu ketika udara harus didinginkan hingga mencapai kelembapan relatif 100 persen.
Pada kondisi tersebut, udara sudah tidak mampu menampung tambahan uap air dalam bentuk gas. Kelebihan uap air kemudian berubah menjadi air dalam bentuk cair, misalnya menjadi embun atau dalam kondisi tertentu membentuk kabut.
Menariknya, keberadaan embun pada pagi hari juga sering dikaitkan dengan perkiraan cuaca. Pagi yang dipenuhi embun umumnya menunjukkan bahwa malam sebelumnya cukup cerah dan permukaan bumi mengalami pendinginan.
Sementara itu, rumput yang tetap kering bisa terjadi ketika malam berawan atau berangin. Namun, kondisi tersebut tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk memastikan apakah hari itu akan hujan, karena cuaca dipengaruhi banyak faktor lainnya.
Kenapa embun muncul di pagi hari? Kalau pagi-pagi melihat rumput penuh titik air, tidak perlu langsung mengira hujan turun semalaman. Bisa jadi, itu adalah hasil dari udara yang mendingin dan melepaskan sebagian uap airnya dalam bentuk embun.
Kecil dan sering luput dari perhatian, tetapi embun sebenarnya menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana perubahan suhu dan kelembapan bekerja di sekitar lingkungan kehidupan. (Fikah)
Baca juga: Kenapa Tahun Kabisat Memiliki 366 Hari? Ini Penjelasannya